Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 99


__ADS_3

     Kini motor Firdaus baru saja melewati gerbang rumahnya saat pak satpam telah membukanya lebar.


     "Aduh Den... Non... Kemana aja sih..? sampai larut malam begini... Tuh nyonya sama tuan dari tadi udah pada cemas dirumah..." beritahunya sambil memegang dahinya yang sedikit berdenyut.


     "Kami ada urusan sebentar kang... Jadi agak sibuk... Makanya harus pulang agak larut..." jawab Miftah.


     "Iya kang... Benar apa yang dikatakan oleh Miftah..." sambungnya.


     "Agak larut malam gimana sih... Ini mah udah benar - benar larut malah," resahnya.


     "Ya udah lebih baik kami masuk aja ya kang... Emang akang gak kasian liat kami kedinginan?" tanya Firdaus.


     "Eh! iya! maaf den... Maaf non... Efek terlalu khawatir ya begini nih..." ucapnya.


     "Gak papa kang..." jawab mereka bersamaan dan saling pandang sebentar karna tak sengaja bersikap kompak.


     "Emang orang bucin apa - apa suka sama ya..." goda pak satpam lalu pergi dari hadapan mereka.


     Firdaus hanya tersenyum dibalik helm, sedangkan Miftah sudah menunduk malu.


     Diruang tamu sepasang suami istri tampak duduk cemas diatas sofa empuk mereka.


     "Pa... Firdaus sama mantu kesayangan mama kemana sih..? kok udah jam segini belum pulang juga..." cemasnya.


     "Sabar ya ma... Mungkin mereka masih ada urusan diluar sana," respon sang papa mencoba menenangkan.


     "Tapi pa... Ini udah jam berapa..." resahnya dengan mata yang berkaca - kaca.


     "Udah atu... Mama gak perlu sedih... Lebih baik kita tidur aja ya..." ajak sang papa.


     "Gak mau! mama masih mau nunggu mereka! kalau papa udah ngantuk tidur aja duluan tanpa mama," ambeknya.


     "Huh..." papa Firdaus hanya menghembuskan nafas panjang.


     "Papa kenapa? kan mama udah bilang! kalau papa udah capek ples gak sanggup lagi papa udah boleh tidur duluan," beritahunya lagi.


     "Papa gak capek kok," ucapnya.


     "Lah! terus kenapa nafasnya panjang banget tadi," komennya.


     "Itu papa lagi olahraga tarikan nafas malam," bohongnya.


     "Papa masih aja mengelak," resah sang mama.


     "Terus papa harus ngomong apa lagi... Papa cuma gak mau kalau nanti mama malah merajuk sama papa..." ungkapnya.


     "Ini aja mama udah merajuk tau..." ucapnya sambil menatap tajam kearah suaminya dengan mata yang menyipit.


     "Janganlah ma..." pinta sang papa.


     "Lagian papa gak ada cemas - cemasnya sama anak sendiri," keluhnya.


     "Iya - iya ma..." ucapnya yang hampir kehabisan kata - kata karna rasa kantuk yang menyerang.


     "Assalamualaikum," ucap suara yang tak lain dimiliki oleh Miftah dan Firdaus.

__ADS_1


     "Eh... Anak sama mantu kesayangan mama udah pulang ternyata," senangnya yang langsung bangkit dari duduknya.


     "Lho! kok baju kalian basah? kalian main ujan ya? masak ia naik mobil bisa basah," komennya.


     Sang papa hanya mampu menggelengkan kepalanya kesana kemari saat melihat kehebohan istrinya yang tiada habisnya.


     "Kami gak naik mobil ma... Jadi wajar," jawab Firdaus.


     "Terus?" tanya sang mama.


     "Ya naik motor lah..." jawab Firdaus.


     "Motor apa?" tanya sang mama lagi.


     "Ya motor lah ma... Masak mama gak tau yang namanya motor sih... Padahal mama suka banget..." resah Firdaus sambil memegang dahinya yang sedikit berdenyut.


     "Iya... Mama tau... Tapi mereknya apa... Ninja bukan?" tanya sang mama.


     "Ya bukanlah ma... Mana mau Miftahnya..." jujurnya.


     "Lah! Ninja dong... Kan keren..." ucapnya merasa kecewa saat mendengarkannya.


     "Yang penting naik motor ma... Bisa lebih leluasa nikmatin suasana malam sekitar..." responnya.


     "Tapi kan..." belum sempat mama menyelesaikan ucapannya, papa langsung memotongnya.


     "Udah lah ma... Yang penting mereka udah pulang dengan selamat kan? liat tuh! baju mereka tanpak basah banget... Kalau mama banyak bicara, emang mau nanti mereka masuk angin? besok ruang makan jadi sepi dong karena mereka sakit," peringat sang papa.


     "Oh iya ya! ya udah deh! kalah gitu sana kalian istirahat aja! mama juga udah ngantuk! mau bobo," ucapnya sambil tersenyum.


     "Mantu mama gak mau ucapin selamat malam ke mama juga," tanya sang mama sambil melihat kearah Miftah dengan bibir yang sudah memanyun.


     "Iya mama... Selamat malam ya... Moga mimpi indah ya ma... Pa..." ucapnya mulai membuka suara.


     "Lho! kok ada papanya sih... Kan mama aja yang minta, papa gak usah." resahnya.


     "Udah ma... Udah... Sikap mama jadi begini karena udah hampir mengigau ni! lebih baik mama tidur sekarang ya..." ajak sang papa sambil menarik tangan istrinya.


     "Sabar napa pa..." protes sang mama.


     "Kelamaan ma... Papa udah ngantuk berat ini..." keluh sang papa.


     "Iya... Tar dulu..." ucap sang mama.


     Karna sudah tak sabar dan mengira istrinya tak pernah habis jika soal berbicara akhirnya suaminya memutuskan untuk langsung saja membopong tubuh istrinya tanpa izin.


     "Eh! papa!" kejut sang mama saat tubuhnya tiba - tiba sudah terangkat dengan tangan yang sudah melingkar sempurna dileher suaminya.


     "Papa... turunin gak? malu tuh sama anak," peringat sang mama.


     "Alah! mereka udah gedek kok! dah biasa! udah ah ayo tidur! udah malam ini ma... Jangan banyak berceloteh lah," resah sang papa.


     "Iya - iya deh... Kalau gitu mama sama papa mau tidur dulu ya..." ucapnya sambil melambaikan tangannya kearah Miftah dan Firdaus.


     "Iya ma..." jawab mereka yang ikut menggeleng - gelengkan kepala mereka saat melihat tingkah mereka yang suka bersikap romantis tanpa melihat kondisi.

__ADS_1


     "Eh Ratuku! kalau kita kapan ya begitu?" bisik Firdaus tepat ditelinga Miftah hingga darah Miftah jadi berdesir dibuatnya.


     "Ratuku! kenapa kau diam saja?" tanya Firdaus.


     "Kaka... Ini kan udah malam... Abis itu kan kita basah karna kehujanan tadi! jadi... Lebih baik kita langsung capcus kekamar aja biar cepat mengganti pakaian kita dengan yang kering," usul Miftah mencoba mengabaikan pertanyaan Firdaus tadi.


     "Kamu aku ngomong malah diganti topik aja," dengusnya sambil melipat kedua tangan dibawah dada.


     "Ya kalau kita udah nikah lah kak..." ucapnya terpaksa menjawab lalu langsung bergegas untuk pergi dari hadapan Firdaus untuk menaiki anak tangga.


     Tapi langkah kaki Miftah terhenti saat Firdaus menahan tangannya. Lalu Miftah dibuat kaget dengan tindakan Firdaus yang tiba - tiba membopongnya, hingga Miftah tanpa sadar sudah membekap mulutnya dengan kedua tangannya karna ingin berteriak.


     "Kaka! kan aku udah jawab tadi kalau udah menikah! ini kan belum! jadi! turunkan aku," pintanya.


     "Gak mau! siapa suruh jawabnya telat! lagian biar cepat pun," jelasnya.


     "Cepat apaan! biarkan aku naik sendiri kak... Aku kan punya kaki..." tolaknya.


     "Terserah! intinya aku tidak ingin kau membantah," ucap Firdaus.


     "Belum jadi suami aja udah begini! apa lagi udah," ucapnya dengan suara pelan.


     "Apa kamu bilang Ratuku?" tanya Firdaus dengan tatapan tajam dan akhirnya mereka pun sampai keatas.


     Setelah menurunkan Miftah, Firdaus langsung menyuruh Miftah masuk kekamarnya. Lalu, baru ia berjalan kearah kamarnya sediri usai memastikan jika Miftah sudah benar - benar masuk.


     "Makasih banyak ya kak..." ucap Miftah saat Firdaus hendak membuka gagang pintu kamarnya.


     "Sama - sama Ratuku... Good night ya... And I Love You," ungkapnya yang langsung membuat pipi Miftah bersemu merah.


     "I Love You tooo," jawabnya yang membuat Firdaus menjadi girang lalu masuk kedalam kamarnya dengan bibir yang tak berhenti merekahkan senyuman, begitu pun dengan Miftah.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...

__ADS_1


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2