
Kini, sebuah mobil merah sudah berhenti didepan sebuah rumah yang terasnya sudah tampak berdebu akibat lumpur yang sudah mengering setelah pemadam kebakaran mengambil semua tanah yang berisi puluhan ekor cacing yang tak sedikit. Ditambah lagi daun - daunan kering yang warnanya sudah kecoklatan.
"Ya ampun kotor banget," batin Miftah yang sudah terlihat pusing ketika melihat kekacauan ini.
"Sudahlah Kaka... Nanti Zaldira sama Kak Zamrud yang akan bantuin Kaka," hibur Zaldira sambil mengusap punggung Miftah dengan lembut.
"Jadi aku gak dianggap nih?" tanya Wahyu merajuk.
"Ya ampun... Siapa ya yang ngomong barusan? kok bulu kuduk aye jadi merinding ya? hadeh... Ada hantu kayaknya disini," drama Zamrud.
"Plak,"
Sebuah tepukan mendarat dibahu Zamrud. Saat melihat siapa yang memukul, Zamrud hanya mampu terkekeh geli. Bagaimana tidak? karna wajah Wahyu sudah berubah warna menjadi semerah tomat.
"Kak Wahyu gak habis keluar dari gedung kebakaran kan? disini sebab gak ada apinya," ledek Zaldira yang juga ikut terkekeh pelan.
Miftah yang sudah sangat muak melihat tingkah dua makhluk berbeda jenis itu langsung saja menarik tangan Wahyu agar lebih dekat dengannya.
"Kak Wahyu, udah kaka di dekatku saja ya? jangan dekat - dekat pasangan serasi ini," geramnya.
Wahyu yang tiba - tiba ditarik hampir saja terjatuh karena hilang keseimbangan.
"Eh! eh! eh!" ucapnya.
Miftah pun mulai membuka pintu rumahnya setelah melepaskan tangannya dari Wahyu. Jantung Wahyu kini sedang berdebar kencang, wajahnya saja sampai sangat pucat.
Bagaimana tidak? ia sejak tadi sudah diberikan tembakan berupa tatapan mematikan dari Zamrud yang api kecemburuannya sudah meluap dan perlu dipadamkan.
Saat pintu telah terbuka, Miftah kembali menarik tangan Wahyu untuk masuk tanpa melihat kebelakang.
"Enak aja Kaka bilang aku pasangan serasi dengan kaka tadi! ogah banget aku," dengus Zaldira sambil melipat kedua tangannya dibawah dada.
"Hei asam amino! kamu pikir aku juga mau apa sama kamu! yang ada telinga ku ini akan panas kebakar gara - gara kamu tak habis berceloteh denganku tiap hari," ucapnya acuh tak acuh.
"Enak aja asam amino - asam amino! aku ini manis amino bukannya asam amino! Kaka itu asam sulfat yang masih tidak mau berkaca apa kabar dengan dirinya! emangnya hanya aku apa yang suka berceloteh! terus yang sejak tadi sibuk celoceh menggoda siapa hah?" cibir Zaldira gak mau kalah.
"Khuk! huk! huk!" drama Zamrud.
__ADS_1
"Yang ada kamu itu cemburu kali saat aku sibuk menggoda Miftah! sedih ya... Gak ada yang suka sama mulut lemesmu," tebak Zamrud.
"Enak aja! Kaka ini memang menyebalkan," dengusnya.
"Aku - menyebalkan?" tanyanya patah - patah.
"Sorry yah! yang ada aku ini banyak di idolakan oleh kaum hawa," bangganya sambil menyipitkan sebelah matanya.
"Kalian berdua kalau masih mau jadi pemain sinetron ala - ala kalian silahkan berdiri diluar! Miftah sudah muak mendengar ocehan kalian! kalau kalian gak mau masuk juga dalam hitungan ketiga, maka rumah ini akan langsung dikunci dan kalian silahkan kembali kerumah masing - masing." ucap Wahyu memberanikan diri akibat perintah dari tuan rumah.
"Bagus! kamu pasti minta untuk diakhirkan hidup mu oleh monster itu," batin Wahyu yang sedang bersusah payah menelan salivanya karna ia mendapatkan tatapan mematikan dari Zamrud untuk yang kedua kalinya.
"Zaldira... Lebih baik ayo kita masuk... Kan gak enak... Kalau nanti kak Miftah sampai marah dan lelaki yang sangat terlihat mengerikan itu mengamuk... Jadi... Manis amino... Kita masuk aja yah..." ajak Zamrud selembut mungkin padahal ia sudah sangat geram dengan temannya itu.
"Ih! tumben ni Kaka lembut! bodo amat! aku tinggalin aja deh," batin Zaldira tak nyaman hingga Zamrud jadi merasa kesal dibuatnya.
"Hei asam amino! kenapa kamu tinggalin Kaka hah? Kamu itu punya kuping gak sih? Kaka ajak kamu masuk bareng malah ditinggalin," dengus Zamrud setelah masuk kedalam rumah.
"Terserah! tadi didepan Kaka udah hina - hina saya, jadi saya bukan wanita yang mudah kepedean dan gampangan karena ucapan sok lembut yang dibuat - buat oleh asam sulfat." respon Zaldira sambil melipat kedua tangan dibawah dada.
"Au!" jawab mereka bersamaan.
"Tuh kan! kalian emang cocok berdua... Buktinya itu jawaban kok bisa samaan sih?" goda Miftah untuk mendinginkan mereka.
Bukannya tersipu malu, mereka malah seperti api yang terkena bensin.
"Apa? apa? apa?" tanya Zamrud pura - pura tuli.
"Heh! gak usah sok apa - apa ya Kaka! lagian siapa juga yang mau sama pria bengis seperti Kaka," geram Zaldira.
"Kak Wahyu, dari pada kaka sibuk melihat sinetron cinta yang kerjaannya hanya bertengkar. Lebih baik kaka bantu aku membereskan semua kekacauan ini yok," ajak Miftah sambil tersenyum dan Wahyu hanya mengangguk.
"Lah! aku juga mau ikut," ucap Zamrud kesal.
__ADS_1
"Iya aku juga," sambung Zaldira.
"Kamu gak usah! yang ada malah makin berantakan," geram Zamrud.
"Kalau kalian masih berantem, maka kalian berdua lebih baik gak usah bantu aku." resah Miftah.
Akhirnya dua makhluk itu pun terdiam dan tak mampu berkata - kata lagi, hingga mereka mulai menyibukkan diri untuk membuat rumah Miftah jadi bersih seperti semula.
_____________________________________
Hai kaka semuanya... 🤗
Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇
"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"
Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote, favorit bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊
Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄
Dimana bulan disitu bintang 😀
Dimana gelap disitu terang 🤣
Terima kasih bila tlah datang 😆
Star beri ucapan salam sayang 😘
Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...
Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...
🍃🍃🍃🍃🍃 🙏🙏🙏 🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1