
Kini Miftah baru saja sampai dirumah.
"Mif! tumben dandananmu udah kayak semula lagi," ucap Haris.
"Oh! iya! soalnya hari ini adalah hari dimana aku membongkar jati diriku," beritahunya.
"Benarkah?" tanya Haris.
"Iya... Dan Alhamdulillah banget karna papa udah mau mengakuiku bahkan kami akan berkerja sama untuk menangkap basah nyonya dan temannya itu," jawabnya dengan sebuah senyuman.
"Wah... Semoga saja berjalan dengan baik ya..." doanya.
"Amiiin ya Allah..." respon Miftah lalu pamit untuk masuk kerumah dan Haris hanya mengangguk sambil berkata "Silahkan."
🍃 Didalam rumah 🍃
Miftah yang baru aja memasuki rumah mulai menyapu pemandangannya kesemua tempat. Tapi orang yang sangat ingin ia temui itu tak kunjung terlihat.
"Nyariin aku ya?" tanya suara berat pria yang membuat Miftah hampir melompat saking terkejutnya.
"Is... Kaka kok kejutin aku sih," kesalnya sambil memanyunkan bibir.
"Hehe! maaf... Namanya juga Kaka baru pulang," ucapnya sambil terkekeh pelan.
"Lho! kok tumben telat pulangnya? bukannya Dzuhur Kaka udah selesai bekerja?" tanya Miftah sambil mengerutkan dahinya.
"Ya biasalah... Karna Kaka udah lama numpuk berkas, jadinya maraton tadi." jawabnya sambil menghembuskan nafas berat.
"Lagian... Siapa suruh suka libur kerja," cibirnya.
"Biarin! kan CEO ma bebas," ucapnya sambil terkekeh pelan.
"Iya deh iya..." respon Miftah yang sudah malas berdebat.
"Oh iya kak! Miftah mau kasih tau sesuatu nih," ucapnya girang.
"Kasih tau apa nih... Apa mau kasih tau kalau aku cinta kamu?" godanya yang hanya membuat Miftah memandang malas kearahnya.
"Gombal lagi... Gombal lagi..." resahnya.
"Terus maunya apa?" tanya Firdaus.
"Ya maunya Kaka dengerin dulu ceritaku," ucapnya sambil cemberut.
"Udah ah! gak usah cemberut! cantiknya jadi ilang meskipun makin gemes liatnya," ucap Firdaus sambil mencubit pipinya pelan.
"Au ah!" ambeknya yang kini sudah menggembungkan pipinya dan Firdaus hanya mampu menahan tawanya.
"Udah - udah... Kamu pasti capek kan? mendingan kita istirahat dulu... Nanti baru cerita," usulnya.
"Oke," ucap Miftah lalu berniat untuk kekamar tapi tubuhnya jadi beku sesaat saat Firdaus melingkarkan satu tangannya di pinggang Miftah.
"Ratuku... Kenapa kamu pergi tidak mengajakku hmm?" tanya Firdaus tepat ditelinga Miftah. Deru nafasnya saja dapat dengan jelas Miftah rasakan dibalik jilbabnya.
"A-aku lupa," hanya itu yang ia katakan dan situasi Miftah yang seperti itu membuat Firdaus merasa geli hati karna ingin tertawa.
"Oh... Baiklah kalau begitu," ucapnya lalu melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang Miftah sedangkan satu tangannya lagi sedang memegang tas kantor.
Tanpa menghiraukan Miftah yang sudah berdiri seperti batu Firdaus memilih lebih dulu menaiki anak tangga agar sampai kekamarnya.
"Kurang ajar! sudah membuat ku beku langsung ditinggalin aja! kalau bisa aku pengen banget potong tangan Kaka yang asal pelak peluk aja," geramnya lalu bergegas menyusul Firdaus.
🍃 Dikamar 🍃
Miftah yang baru saja selesai melaksanakan sholat Ashar memilih untuk beristirahat usai melaksanakan kewajibannya.
Tapi pejaman matanya jadi terganggu saat sebuah pesan masuk melalui chat yang ada di Wassap.
- Firdaus -
Assalamualaikum Ratuku 🙏😇
- Miftah -
Wa'alaikum salam 😔
- Firdaus -
Kok emotnya gitu sih?
__ADS_1
- Miftah -
Kesel 😡
- Firdaus -
Lah! kesel sama siapa lagi 😥
Miftah sangat kesal saat Firdaus berpura - pura tidak tau jika ia sebenarnya sedang merajuk dengannya.
- Miftah -
Sama yang disebrang 😒
- Firdaus -
Sebrang mana sih? sebrang laut? yang ada malah laut biru tapi 😂
Ingin rasanya Miftah datang kekamar Firdaus dan memukulnya sepuasnya saking kesalnya.
- Miftah -
Maksudnya sama yang lagi cetan denganku 😑
- Firdaus -
Emang siapa? coba sebutin namanya 😏
- Miftah -
Kaka jangan pura - pura bodoh deh 😶
- Firdaus -
Lagian kamu ngomongnya gak jelas 🤣
- Miftah -
Aku lagi kesal sama Kaka tau 😠 Firdaus Alfajar! puas?
- Firdaus -
- Miftah -
Oke
- Firdaus -
Jangan oke - oke aja dong 😅
- Miftah -
Terus?
- Firdaus -
Ya lebih baik kamu katakan aja apa yang ingin kamu katakan ketika kita baru pulang kerja tadi.
- Miftah -
Baiklah
Tiba - tiba saja Firdaus malah menelponnya tanpa meminta perizinan.
Setelah mengangkat Miftah langsung saja mencibirnya.
"Is Kaka... Kalau mau nelpon bilang dulu napa," resahnya.
"Iya - iya... Kaka minta maaf," ucapnya merasa bersalah.
"Bukan apa... Miftahnya kan jadi kaget," beritahunya.
"Iya Ratuku... " ucap Firdaus.
"Nah! kalau gak salah bukannya hari ini adalah hari dimana kamu ingin memperlihatkan bukti yang udah kamu dapatkan?" tanya Firdaus.
"Makanya itu kak... Itulah yang sejak tadi ingin Miftah kasih tau," jawabnya.
"Lalu gimana?" tanya Firdaus.
__ADS_1
"Awalnya Miftah sempat grogi sih... Cuma Alhamdulillah benget papa percaya sama Miftah setelah Miftah menyerahkan bukti tersebut," ceritanya.
"Apa papamu tidak merasa ragu? itu kan istrinya," tanyanya.
"Enggak sama sekali! ternyata selama ini papa gak pernah menyentuh istri keduanya selama mereka menikah," ceritanya lagi.
"Kok bisa? terus buat apa menikah kalau begitu," heran Firdaus.
"Aku juga gak tau kak... Atas dasar apa papa menikahi nyonya... Karna papa belum memberitahukannya pada Miftah," ucapnya.
"Hmm... Yaudah gak papa yang penting untuk saat ini papamu udah percaya sama kamu," responnya.
"Iya kak," ucapnya sambil mengangguk.
"Terus apa rencanamu selanjutnya?" tanya Firdaus.
"Miftah dengar kalau mama itu sakit, tapi Miftah gak tau kalau mama sedang berada dirumah sakit mana." sedihnya.
"Tapi meskipun begitu Miftah akan berusaha mencari keberadaan mama bersama papa agar mereka bisa kembali seperti dulu lagi dan terbentuklah keluarga kecil kami yang sempat hancur itu," harapnya.
"Semoga saja kamu bisa cepat menemukan keberadaan mamamu ya..." doa Firdaus.
"Amiiin ya Allah..." ucap Miftah sambil tersenyum.
"Yaudah lebih baik sekarang kita istirahat aja ya... Nanti baru kita sambung bicara lagi tapi jangan pakai hp," responnya hendak mengakhiri panggilan.
"Terus gimana juga?" tanya Miftah.
"Ya ngomong langsung lah Ratuku... Tatap muka," beritahunya.
"Oh... Tapi kayaknya enakan gini deh," ucap Miftah.
"Kamu ini! kayak seram aja wajahku," resahnya.
"Lah! emang iya kok," jujur Miftah sambil terkekeh pelan.
"Tawa aja terus," geram Firdaus.
"Kan ini udah ketawa," ucap Miftah.
"Ya ya ya terserah kamu aja deh Ratuku, aku capek banget nih! pengen banget dibuatin jus." ucapnya.
"Kaka haus?" tanya Miftah.
"Iya... Tapi Kaka pengen yang seger - seger," ucapnya.
"Yaudah Miftah bikinin jus buah naga mau?" tanya Miftah.
"Eh! janganlah... Nanti kalau Ratuku disemburin api sama induknya kan jadi hangus..." guraunya.
"Hadeh... Kaka ini ada - ada aja coba, dipikir naga beneran lagi! yang Miftah maksud itu buah naga Kaka... Bukan telur naga..." beritahunya.
"Kan Kaka cuma becanda Ratuku... Jangan dibawa serius napa," resahnya sambil menghembuskan nafas kasar.
"Iya deh iya... Maaf! maklum baru pulang kerja. Lelah dan panas kayak abis dipanggang kayak ikan asin didekat lautan," ucapnya dan Firdaus hanya tertawa mendengarnya.
"Kamu gak cepek emang? kan baru pulang kerja," tanya Firdaus memastikan.
"Enggak kok kak... Lagian buat jus kan gak lama," elaknya mencoba meyakinkan.
"Makasih ya udah mau buatin untuk Rajamu ini," ucap Firdaus senang.
"Sama - sama Kaka..." responnya.
"Kok Kaka sih... Sekali - kali panggil Rajaku napa," komennya.
"Malas," hanya itu yang Miftah ucapkan.
"Dari pada aku suruh panggil sayang kan?" ucapnya yang langsung membuat Miftah buru - buru menjawab "iya - iya Rajaku... Kalau begitu Miftah mau turun ke dapur dulu ya, Assalamualaikum." ucapnya lalu langsung menutup panggilan.
"Wa'alaikum salam," jawab Firdaus.
Setelah itu Miftah langsung memakai jilbab kurungnya sebelum keluar kamar lalu langsung bergegas menuju dapur untuk membuat jus naga yang di inginkan oleh Firdaus.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇