Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 27


__ADS_3

     "Nah! mereka udah pada pergi nih Miftah! jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Wahyu sambil tersenyum.


"Oh... Sekarang kita tinggal tanam bibit yang sudah disemai deh," jawabnya balas tersenyum.


     "Berapa meter nih jaraknya?" tanya Wahyu lagi.


"Kalau jarak antar lubang tanah 60 cm kak! sedangkan jarang antar baris 70 cm... Tapi karna tumbuhan terong cenderung tidak bisa tahan dengan kekeringan, jadi sebelum ditanam siram dulu bedengannya." jelas Miftah.


     "Oh... Gitu... Tapi bedengan itu apa ya artinya?" tanya Wahyu.

__ADS_1


"Bedengan adalah tempat tumbuhnya tanaman budidaya dengan cara meninggikan tanah dan memberikan perlakuan khusus juga ditambah pupuk dasar seperti apa yang telah kita lakukan tadi," jelasnya lagi dan Wahyu yang sudah sangat mengerti hanya mengangguk sambil berkata "aku sudah paham."


     "Oh iya Kaka! kalau mau buat lubangnya dengan kedalaman lima meter ya..." beritahu Miftah.


"Siap... Beres..." respon Wahyu sambil mengacungkan kedua jempol nya yang sudah berlumuran tanah dan pupuk.


"Tenang aja... Aku gak bakal capek kok... Aku kan kuat," bangga Wahyu dan Miftah hanya tersenyum sambil menggeleng - gelengkan kepalanya kesana kemari.


     "Pantas saja Zamrud sangat mencintaimu Miftah! kamu adalah wanita kuat yang baik dan ramah," batin Wahyu dengan pandangan yang tak berpaling dari wajah Miftah.

__ADS_1


     "Kaka... Kenapa Kaka terus melihat ku seperti itu? apakah ada yang salah ya denganku? maaf, mungkin aku terlalu mengatur Kaka ya?" tanya Miftah bertubi - tubi disertai kata ucapan maaf.


     "Eh! enggak kok... Gak papa... Gak ada yang salah... Aku tadi hanya sedang ingin melihat kearahmu aja... Takutnya ada cacing lompat ke jilbabmu," alasan Wahyu yang pipinya sudah bersemu merah karna terciduk memerhatikan Miftah begitu dalam.


     "Hahaha... Kaka ini ada - ada aja. Yasudah Kaka lanjutin aja kerjaannya oke," ucap Miftah.


"Baiklah! akan aku lanjutkan ya..." respon Wahyu yang sudah kembali fokus pada bibit tanaman dengan pikiran yang masih saja memikirkan Miftah.


     Ia jadi tak merasa keberatan membantu Zamrud agar menyelesaikan permasalahannya Miftah, si gadis baik hati dan sangat ramah pada orang yang lain meskipun ia baru mengenalnya sebentar.

__ADS_1


__ADS_2