Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 40


__ADS_3

               💢💗 Dipasar 💗💢


     Usai menjual terong yang ia bawa Miftah mulai berjalan menuju ke tempat penjualan baju yang memang sudah menjadi langganannya sejak dulu.


     "Eh dek Miftah! pasti datang mau beli baju yah..." tebak sang penjual yang sering dipanggil kak Ning.


"Iya kaka... Miftah kesini untuk membeli baju karna Miftah nanti malam mau ketemu sama seseorang," bisiknya.



     "Wah... Cewek apa cowok?" tanya kak Ning.


"Cowok kak, katanya dia berniat buat lamar Miftah makanya Miftah mau beli baju yang pas buat nanti malam. Biasa tapi bermodel lah sedikit atasan aja ya..." ucap Miftah.


     "Ya ampun... Jodohmu udah datang aja yah... Bagus kalau begitu, kemarin itu padahal baru aja kamu menghadiri undangan pernikahan Kaka... Sekarang Kaka yang akan menghadiri undangan kamu," senyumnya.


     "Itu sudah pasti... Kalau emang Miftah beneran dilamar dan akan menikah Kaka jangan lupa datang ya..." peringatnya.


"Insya Allah kalau untuk adek, Kaka akan diusahakan." responnya.



"Makasih ya Kaka udah baik selama ini sama Miftah," responnya sambil balas tersenyum.


     "Sama - sama... Kaka malah senang banget bisa dekat dengan adek yang baik seperti kamu," balasnya.


"Ah! Kaka bisa aja nih," ucap Miftah yang sudah tersipu.


     Kak Ning adalah Kaka kenalannya dulu, saat awal berbelanja kak Ning sangat nyaman ketika diajak komunikasi.


Kak Ning memang sangat sibuk akhir - akhir ini, jadi waktunya bermain kerumah Miftah juga sedikit ditambah lagi karna ia kini sudah berstatus sebagai seorang istri.


     "Miftah kamu udah sembuhan kan?" tanya kak Ning.


"Udah lama kok Kaka aku sembuhnya, ini aja aku udah bisa panen terongku." responnya semangat.



"Syukurlah... Maaf ya dek Kaka benar - banar gak tau insiden yang menimpa adek kemarin itu karna kaka sedang berlibur dikampung suami Kaka ini aja hari ketiga Kaka buka kembali toko kaka," jelasnya.


     "Benarkah? maaf ya Kaka... Miftah juga baru tau kalau Kaka baru buka kemarin itu," ucapnya sedih.

__ADS_1


"Gak papa kan kamu juga baru sembuh mana sempat keluyuran liat keadaan pasar, palingan kamu keluar hanya untuk menjual terong dan membeli makanan pokok." ucapnya.


     "Iya Kaka bener banget," senyuman kembali terpancar dari wajah manisnya.


"Oh iya! bukannya kamu mau membeli baju yah? mari Kaka bantu pilihin yang cocok buat kamu mumpung para pelanggan belum terlalu ramai jadi Kaka bisa fokus denganmu saja deh," ajaknya.


     "Makasih ya Kaka," responnya.


"Belum juga dipilih udah dibilang makasih! kamu emang sopan banget ya... Kaka salut sama kamu," pujinya.



"Enggak kok Kaka," elaknya.


     Setelah selesai dengan urusan pilih baju Miftah pun izin pamit pulang kerumah.


"Itu bajunya untuk kamu hadiah dari Kaka," tolaknya saat diberikan beberapa lembar uang sesuai harga baju yang ia beli.



"Tapi kak! kain baju ini sangat bagus dan harganya tidak murah lho... Apakah Kaka tidak merasa rugi? lagian pembeli ditempat Kaka masih terbilang sepi akhir - akhir ini," tanya Miftah merasa tidak enak.


     "Sudahlah... Sekali - kali kok, biasanya kamu selalu menolaknya sekarang harap terima ya... Please... Kan itung - itung Kaka dapat bantuin kamu buat acara pertemuan nanti malam... Semoga saja lancar ya..." harapnya.


     "Oke... Lagian kamu ini kan udah Kaka anggap kayak adek Kaka sendiri karna Kaka gak punya adek..." ucapnya balas tersenyum pada Miftah dan Miftah yang mendengar ucapan kak Ning merasa sangat terharu dan langsung memeluknya sambil mengucapkan terima kasih.


     "Udah kamu gak perlu sedih, hari ini anggap aja kamu dapat rezeki jadi kalau udah dapat rezeki gak boleh murung kayak gitu, kan adek Kaka jadi jelek nantinya mau ketemuan eh matanya malah bengkak ples merah." nasehatnya.


     "Baiklah Kaka, Miftah akan tersenyum nih." responnya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya yang berjejer rapi.


"Nah... Itu baru adek Kaka," ucapnya.



"Oke deh! kalau begitu Miftah pamit dulu yah kaka... Karna Miftah juga masih ada pekerjaan lagi dirumah, nanti kalau Kaka ada waktu jangan lupa main - main lagi yah Kaka sekalian nanti Kaka petik buah terong yang ada dikebun Miftah untuk dibawa pulang... Alhamdulillah hasil panen minggu ini bagus - bagus banget kak..." beritahunya.


     "Benarkah? ya sudah nanti kalau Kaka ada waktu pulang dari toko Kaka pasti akan main kerumah adek," balasnya.


"Tapi kalau mau pergi jangan lupa telpon Miftah dulu yah Kaka, takutnya nanti Miftah lagi gak ada dirumah." peringatnya.


__ADS_1


"Enggak ah! nanti adek malah sibuk karna kedatangan Kaka," ucapnya tak setuju.


     "Bukan gitu Kaka..." ucap Miftah.


"Intinya Kaka gak mau ya... Kalau Kaka ada waktu nanti tinggal Kaka datang aja ketika sampai depan rumah kalau emang gak ada adek kan baru bisa Kaka telpon..." responnya.


     "Apa mau sekalian Kaka antar pulang pake motor Kaka dek?" tanyanya.


"Hahaha Kaka ini ada - ada saja... Ini matahari udah terik banget Kaka... Nanti Kaka malah capek," tolak Miftah.



"Lah... Kan naik motor ini bukannya jalan kaki..." ucapnya sedih.


     "Udah gak perlu sedih Kaka... Itung - itung buat olahraga aja Miftahnya biar enggak gemuk kayak gajah," alasannya.


"Kamu ini bisa aja, mana ada kamu gemuk. Kamu kan badannya sudah bagus itu..." pujinya.



"Mana tau nanti kalau Miftah gak olahraga - olahraga jadi gak mirip lagi," elaknya.


     "Iya.. Iya... Kaka paham yaudah kamu pulang aja tapi hati - hati ya dijalan jangan sampai diseruduk lembu," candanya.


"Kaka bisa aja yang ada aku suka kesandung batu," ucapnya sambil menahan tawa.


     "Kalau mau ketawa, ketawa aja terus gak usah ditahan - tahan kasian itu pipi udah gembung aja." responnya.


"Hahaha," tawa Miftah.



"Tuh kan... Kamu emang dari tadi udah sibuk tahan tawa padahal kan hampir gak kuat tahan lagi," ledeknya.


     "Hahaha," lagi - lagi Miftah hanya tertawa lalu melambaikan tangan perpisahan pada kak Ning setelah berkata " ya sudah Miftah pamit dulu yah Kaka... Nanti kalau ada waktu Miftah bakal main ketempat Kaka lagi."


     Kak Ning juga membalas lambaian tangan dari Miftah lalu menjawabnya dengan senyuman yang tak pernah berhenti merekah dari bibirnya.


"Baiklah... Itu beneran ya... Awas aja kalau ada waktu senggang gak main ketempat Kaka... Kaka bakal demo sama kebun terongmu," candanya.


     "Hahaha! tenang aja kaka... Miftah gak bakal lupa kok... Kalau ada waktu senggang pasti Miftah bakal main ketempat Kaka oke," ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya lalu mulai berlalu hingga lenyap dari pandangan mata Kak Ning karna sudah ditutupi oleh mengunjung pasar lainnya yang juga datang membeli keperluan.

__ADS_1


     Pasar ini memang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat selain serba lengkap tapi kualitas barang yang dibeli memang selalu bagus dan tak pernah mengecewakan karena rata - rata penjual sayuran memang menjualnya dari hasil kebun mereka sendiri.


__ADS_2