
Dipagi hari yang cerah, Miftah sudah sibuk dikebun belakang rumahnya sejak habis sholat subuh dan mengganjal perutnya dengan sedikit nasi dan lauk pauk.
Keringat sudah mengalir dengan deras melalui pelipisnya, tapi itu tak membuatnya berhenti untuk bekerja.
"Alhamdulillah selesai juga," ucapnya senang setelah kebunnya bersih kembali dan tak terlihat berantakan.
__ADS_1
Semua pohon yang telah patah dan berserakan sudah ia kumpulan menjadi satu untuk dibakar karena memang sudah kering.
Setelah selesai, ia memilih masuk untuk mengambil korek untuk membakar sampah dan semua dahan pohon juga dedaunan yang merusak pemandangan kebunnya.
Setelah mengambil satu baskom terong yang sudah matang, ia memilih duduk dikursi panjang belakang rumahnya tak lupa membawa sebuah pisau agar mudah baginya untuk memisahkan antara daging dan kulit terongnya.
__ADS_1
Usai memisahkan biji dan daging terong, lalu ia memilih biji yang bagus untuk dijemur diatas triplek yang terkena sinar matahari. Ia memang sering menggunakannya untuk menjemur biji terong.
Tujuan penjemuran adalah untuk menurunkan kadar air hingga 20 %.Sambil menunggu kadar airnya turun, Miftah memutuskan untuk melaksanakan sholat Dhuha terlebih dahulu.
__ADS_1