
"Woy! bangun! udah bro... Bukannya baca komik kamu malah tidur! dasar pembohong! padalah kamu cuma mau enak - enakan dan menghindarkan?" dengus Zamrud yang baru saja duduk dikursi mengemudi.
"Eh! eh! anakonda - anakonda," ucap Wahyu refleks karna saking terkejutnya saat mendengar suara bak gemuruh petir diudara.
"Enak aja aye dibilang anakonda, lu kadang ya baru aja ketemu sama anakondanya dialam mimpi." merasa geram lalu langsung melajukan mobilnya untuk menuju kerumah Miftah.
"Ya maaf! kan aku gak tau," responnya.
"Pembohong," hanya itu yang keluar dari bibir Zamrud.
__ADS_1
"Enak aja aku dibilang pembohong! aku sebenarnya udah baca komik sepuluh part. Cuma karena mataku gak sanggup lagi ya mendingan aku tidur lah dari pada maksain, yang ada sakit." jelasnya.
"Terserah lu! aye ma bodo mata," ucapnya acuh tak acuh.
"Bodo mata - bodo mata! bodo amat kali! benar - benar kamu ini," perbaiki Wahyu.
"Suka - suka ayelah! mulut - mulut aye, jadi... Gak ada urusannya sama lo..." geramnya.
"Aneh! kamu yang tegur, giliran aku jelasin biar kamu gak salah paham agar gak bilang aku pembohong malah aku yang kena juga! suek banget punya teman," ucapnya yang lagi - lagi sudah tak dapat menghendel dirinya akibat asal jeplak ketika berbicara.
"Aku gak peduli, lebih baik kamu diam sekarang juga! kalau enggak, aku pastikan kamu nanti akan patah tulang karena kudorong keaspal jalanan," ancam Zamrud yang sukses mengunci mulut teman dekatnya itu rapat - rapat.
__ADS_1
"Bagus! tetaplah begitu hingga kita sampai kerumah gadisku," ucapnya sambil tersenyum puas sedangkan Wahyu sudah semakin menderita akibat temannya ini.
Tapi mau bagaimana pun sifatnya, Wahyu tetap saja memperlakukan Zamrud dengan baik karena ia tau sifat asli Zamrud.
Zamrud sudah agak mulai berubah semenjak cintanya ditolak berapa kali oleh Miftah. Sifat lembutnya jadi berubah menjadi kasar, tapi ia tidak pernah terlihat jenuh untuk menembaknya berulang kali meskipun pulang tanpa memperoleh hasil apa pun dari perjuangannya.
Walau pun begitu, kini ia sudah paham karna Miftah pasti memiliki alasan untuk menolaknya dan alasan itu masih belum bisa untuk diungkapkan olehnya dengan mudah kepadanya.
Jadi tugas Zamrud sekarang hanya menunggu dan masih berusaha untuk mengetuk pintu hati Miftah berulang kali tanpa henti agar mau menerimanya dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan.
Karna zamrud bukanlah tipekel laki - laki yang suka memaksakan kehendaknya jika menginginkan sesuatu agar menjadi miliknya. Ia lebih memilih berjuang dari pada berbuat hal - hal yang membuatnya terus dihantui rasa bersalah seumur hidup jika semuanya terbongkar.
__ADS_1
Sepintar - pintar ia menyembunyikan bangkai, aromanya pasti akan tercium juga hingga ia masih berusaha untuk membuat dirinya menerimanya kenyataan jika suatu hari nanti Miftah masih belum dapat menjadi takdirnya juga.