Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 26


__ADS_3

    Jam telah menunjukkan pukul sebelas, sedangkan mereka masih saja sibuk memupuk kebun terong yang hampir selesai.


"Oh iya! bukannya kalian hari ini akan melakukan tantangan kemarin?" tanya Miftah yang baru saja teringat kembali.


     "Hahaha... Kaka kira kamu udah lupa," respon Zamrud.


"Ya enggaklah kaka..." ucap Miftah sambil terus menaruh pupuk ke kebun yang sudah ia buat bedengan.



"Nah... Ini kan udah mau siap, jadi... Kaka sama Zaldira istirahat aja sebentar. Jam dua belas nanti kan udah mau Dzuhur, jadi Kaka sama Zaldira bisa memulainya lebih cepat," sambung Miftah.

__ADS_1


     "Terus yang bantuin kamu tanam biji yang sudah disemai siapa? kan gak mungkin kamu kerjain ini semua sendiri," komen Zamrud tak terima.


"Kaka tidak perlu memikirkan aku, karena aku udah biasa... Lagian kan masih ada kak Wahyu yang gak ikutan tantangan, jadi kakanya kan bisa bantuin aku... Iya kan kak Wahyu," ucap Miftah sambil melihat kearahnya.


     "Bener banget kamu Miftah... Mentang - mentang udah deket, yang lain gak dikasih deketan juga." ceplosnya lalu ketika sadar langsung membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.


     "Apa? apa? kamu jangan macam - macam ya kawan... Kamu gak ingat kejadian kamu dulu ya? saat kamu sudah berani menantangku," peringat Zamrud yang langsung membuat Wahyu beku sesaat.


     "Hei.. Hei.. Kaka ini dasar aneh! ngapain coba tarik - tarik tangan aku. Kan sakit. Emang gak punya perasaan sama cewek, yang lembut sama cintanya doang." cibir Zaldira.


"Diem, aku bukannya apa. Cepat kita istirahat biar nanti mulainya dapat lebih awal! kalau aku gak tarik kamu buat istirahat juga, nanti kamu malah kecapean dan gak sanggup buat lakuin tantangan kita kemarin! jadi kamu nurut aja sebelum aku tak lagi menggunakan cara tarik! kamu paham," dengus Zamrud tanpa melepaskan genggamannya.

__ADS_1


     "Oke - oke terserah Kaka, tapi lepaskan tanganmu dari tanganku." geram Zaldira lalu menghempaskannya.


"Lain kali bilang aja, jangan main diseret terus! kaka kira aku ini anak kecil apa yang semuanya harus dipaksa! ya enggaklah," omel Zaldira.


    "Terserah kamu! sekarang kamu gembok aja mulutmu dulu, karna aku sudah muak mendengarnya." pinta Zamrud.


"Aku juga sudah muak melihat tingkah Kaka yang semena - kena pada orang lain," dengus Zaldira sambil melipat kedua tangannya kebawah dada.


     Zaldira pun kini hanya memilih menurut dan terus mengikutinya dari belakang, sedangkan Miftah dan Wahyu hanya mampu menggeleng - gelengkan kepala mereka kesana kemari saking tak habis pikir.


Mereka sangat berharap semoga setelah melakukan tantangan kali ini hubungan Zamrud dan Zaldira jadi sedikit membaik dan tidak terlalu bertengkar lagi.

__ADS_1


__ADS_2