Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 35


__ADS_3

Dipagi hari yang cerah, Miftah sedang asyik menyirami kebun terongnya yang sudah berbunga hingga membuat senyumannya tak berhenti merekah.



"Semoga saja kedepannya kalian mampu memberi ku buah yang banyak ya," ucapnya sambil terus menyirami tanamannya dengan penuh kasih sayang dari satu tempat ketempat yang lain.



Tak berselang lama Miftah akhirnya selesai juga, jam telah menunjukkan pukul delapan. Dengan senyuman yang tak pernah berhenti merekah, ia mulai masuk kedalam rumah untuk melaksanakan sholat Dhuha.



"Tok tok tok," suara ketukan pintu dengan jelas terdengar dari luar.



"Assalamualaikum... Apakah ini benar rumahnya Miftahul Jannah?" ucap suara dibalik pintu.



Saat mendengar namanya disebutkan, Miftah pun dengan secepat kilat bergegas untuk membukakan pintu dan alangkah terkejutnya ia saat seseorang itu membawa sebuket bunga mawar putih hidup yang sangat indah.



"Maaf ya kang! ada apa ya?" tanyanya.



"Oh! ini neng ada titipan," responnya sambil memberikan sebuket bunga tersebut.



"Tapi saya gak pesan bunga ini lho kang... Lagian jika dilihat - lihat ini pasti harganya sangat mahal," ucap Miftah berniat untuk mengembalikan tapi ditahan.



"Emang bukan eneng yang mesen, tapi ini pemberian dari seseorang yang katanya sangat mencintai eneng... Buktinya dikertas paling depan ada tulisan I LOVE YOU lagi," jelasnya.



Miftah sangat terkejut, ia bahkan langsung melihat kearah tulisan tersebut dan benar saja ia jadi merasa sangat malu.



"Mungkin ini salah alamat kang... Saya ma gak mungkin dapat kayak ginian... Pacar aja gak punya," elaknya.



"Mungkin ini kali neng..." Pikirnya.



"Apa kang?" tanyanya.



"Pengagum rahasia eneng... Mungkin eneng punya sesuatu yang dapat membuat daya tarik bagi orang lain tanpa eneng sadari.



"Hahaha! mungkin saja ya kang..." respon Miftah sambil berusaha untuk tetap terlihat tenang.



"Ya sudah... Kalau begitu saya mau pamit dulu ya neng... Ketempat kerja lagi," izinnya.



"Iya kang... Hati - hati di jalan ya kang..." ucap Miftah.



"Baiklah," responnya lalu langsung melajukan motornya menjauh dari pekarangan rumah Miftah setelah menghidupkan gasnya.



"Hmm... Kira - kira ini dari siapa ya? apakah dari kak Zamrud? tapi setauku kak Zamrud biasanya sering memberiku mawar merah hidup bukannya mawar putih, apakah ini cara Kaka untuk melupakan kejadian masa lalu dan menggantinya dengan hal yang baru." pikirnya.



"Kak Zamrud! apakah aku harus berusaha membuka hati untuknya ya? padahal kan kak Zamrud orangnya sangat baik... Cuma emosinya aja yang kadang suka meleset," renungnya.



"Telpon aja kali ya? buat ucapin terima kasih aja," tanyanya pada diri sendiri.

__ADS_1



"Ah! mana berani aku," ucapnya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya kesana kemari hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan bunga mawar putih ini.



Tiba - tiba terdengar suara notifikasi dari ponselnya, dan saat ia melihat siapa yang mengirim seulas senyuman muncul dari balik bibirnya yang tipis.



Setelah membuka aplikasi Mangatoon ia pun langsung masuk ketempat chat.


- Firdaus -


Assalamualaikum Ratuku... šŸ˜Ž


- Miftah -


Waalaikum salam 😊


- Firdaus -


Kamu lagi sibuk gak? šŸ™ƒ


- Miftah -


Ya enggak terlalu sih... Ada apa? ā˜ŗļø


- Firdaus -


Oh iya, kita belum kenalan kan?


- Miftah -


Lah... Bukannya udah?


Sambil menunggu balasan, Miftah mulai masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu.



"Plup,"



- Firdaus -


Kapan? yang dicatroom itu?


- Miftah -


Iya... Terus yang mana lagi šŸ˜…


- Firdaus -


Itu cuma nama... Aku ingin tau yang lengkap lah... Masak cuma sedikit sih... Kan gak seru šŸ˜‘


- Miftah -


Yasudah... perkenalkan namaku Miftahul Jannah 😊


Aku tinggal di pedesaan ( Jakarta )


Umurku 20 tahun šŸ˜‡


Agama ku Islam


- Firdaus -


Wah... Aku dari Jakarta juga lho...


Umurku 25 tahun šŸ˜‡


Agama nya ya sudah pasti sama dong... šŸ˜Ž kalau namaku kamu udah pasti tau kan?


- Miftah -


Aku gak tau ya... Kan Kaka gak pernah bilang yang lengkapnya šŸ˜… ternyata Kaka lebih tua dariku, ku pikir tidak. Maaf jika pernah aku panggil kamu šŸ™


- Firdaus -


Santai aja... Nama lengkapku adalah Firdaus Alfajar šŸ˜€


- Miftah -


O... 😯😮

__ADS_1


- Firdaus -


Ompong dong 🤣


- Miftah -


Hahahaha 😁 Kaka ada - ada aja šŸ˜†


Miftah yang baru saja tersadar bahwa dia harus malaksanakan sholat Dhuha langsung meminta berhenti pada Firdaus dengan alasan masih ada pekerjaan.



Walau pun ia terkenal narsis, tapi ia tidak pernah menunjukkan ibadahnya jika ia ingin melakukan ibadah sholat sunah.



Ketika sedang berbicara dengan orang lain, maka ia akan menggunakan alasan ingin melakukan pekerjaan terlebih dahulu.


- Firdaus -


Ya udah lanjutkan... šŸ˜„


- Miftah -


Maaf ya Kaka aku udah off duluan


- Firdaus -


Iya gak papa kok 😊 semangat terus ya... šŸ’Ŗ


- Miftah -


Makasih atas perhatiannya ya Kaka šŸ¤—


- Firdaus -


Sama - sama Ratuku...


Ya udah sana kerjain tugasnya biar cepat selesai ā˜ŗļø


- Miftah -


Oke šŸ˜‰


- Firdaus -


Oh iya, boleh minta no wanya gak? biar sang Rajamu ini mudah cetan sama sang Ratunya... šŸ˜‹


- Miftah -


Iya Kaka... Boleh kok, tapi jangan kasih siapa - siapa oke šŸ˜‰


- Firdaus -


Baiklah 😊


- Miftah -


08**********


- Firdaus -


Makasih ya Ratuku...🤣


- Miftah -


Sama - sama šŸ˜„ yaudah aku tutup dulu oke šŸ™‚


- Firdaus -


Sebenarnya lebih baik jangan, tapi yaudah bye bye ya šŸ¤—


- Miftah -


Iya 😊


Setelah mengirim pesan yang terakhir, Miftah pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.



Sholat Dhuha adalah sholat yang selalu Miftah utamakan jika memang ia sedang ada waktu luang karna itu dapat membuat Rezekinya lancar dan ia sangat ingin mengerjakannya secara terus menerus agar dosanya dapat diampuni walau pun sebanyak busa lautan.



Namun tak jarang ia harus melewatkannya karna kesibukannya dalam bekerja, tapi ia tidak mempermasalahkannya, yang terpenting baginya adalah berusaha mempertahankannya disaat ia masih ada waktu dan sanggup dalam mengerjakannya.

__ADS_1


__ADS_2