Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 179


__ADS_3

     Jannah sudah bingung sekarang, ia tidak tau harus menjawab apa. Dalam hati ia benar - benar sudah membenci dirinya karna tak dapat mengontrol emosinya.


     Namun untuk sekarang rasanya sudah tak mungkin baginya untuk mengelak setelah mengutarakan apa yang di rasakan oleh hatinya.


     Akhirnya ia mencoba menurunkan tangan yang sempat ia gunakan untuk memegang kepalanya yang terasa begitu berdenyut.


     Air mata tanpa sadar juga sudah mengalir di pipinya, tapi cepat - cepat ia menghapusnya kembali.


     "Mbak, sebelumnya saya ingin mengingatkan mbak terlebih dahulu. Saya tidak mau jika sampai mbak nanti malah menyesal dengan keputusan mbak," ucapnya berusaha tegar.


     "Enggak mbak, saya karna sudah sangat yakin dengan keputusan saya untuk kedepannya setelah mendengar langsung apa yang sebenarnya." responnya mantap.


     "Baik jika memang ini yang mbak inginkan, jujur saya sama sekali tidak berniat untuk menghancurkan keharmonisan mbak sama suami mbak. Tapi saya juga tidak bisa menahan hati saya yang begitu teriris setelah sejak lama menahan kerinduan yang dahsyat. Saya minta maaf ya mbak," ucapnya sambil menunduk dalam.


     "Sudahlah mbak... Saya tau mbak pasti punya asalan di balik itu semua, jadi tolong katakan pada saya dan jangan hiraukan larangan suami saja ya." harapnya.


     "Baik mbak," angguknya lalu mulai menceritakan semuanya hingga Miftah hampir saja pingsan saat mendengarnya.


     "Astaghfirullah! jadi kau sudah di permainan perasaan selama itu? dan sampai sekarang kau tak kunjung mendapat jawaban yang pas darinya?" tanyanya Miftah begitu terkejut lalu memeluk Jannah.


     Ia berniat memberikan kekuatan pada gadis itu dan Firdaus masih tak berani melangkahkan kakinya mendekat karna ia benar - benar sudah tau letak kesalahannya.


     "Maafkan aku ustazah, aku denganmu sebenarnya lebih layak kamu yang menjadi pasangannya. Sejak dulu aku memang hanya menjadi pelapiasannya saja, aku yakin sekali. Ia menikahiku hanya untuk membalaskan dendamnya dengan cara lembut tapi menyakitkan."


     "Ia berikan aku racun cinta agar aku tak dapat jauh darinya, setelah itu ia akan meninggalkan aku begitu saja untuk menikah denganmu. Percayalah itu! disini bukan kamu sebenarnya yang terluka tapi aku, sekarang yang aku pinta hanyalah-" ucapan Miftah terhenti.


     Ia melepaskan pelukannya, tangannya mengarah ke arah jari manisnya yang tersemat cincin pernikahan yang menjadi bukti jika ia sudah menjadi milik seorang Firdaus Alfajar.

__ADS_1


     "Eh! mbak mau apa? tolong mbak jangan melakukan hal ini, mbak kan sudah menjadi istri akhi Firdaus. Allah kan tidak suka pencerain mbak," cegah Jannah.


     "Tolong kamu jangan pikirkan aku. Sebelum aku menikah dengannya ia memang sudah berniat untuk membunuhku, namun segala caranya selalu gagal. Hingga menikahiku mungkin adalah cara yang lebih mudah untuk ia hancurkan raga dan pikiran bahkan hati kecilku." jelasnya dengan isak tangis yang sudah tak tertahankan.


     Firdaus turut merasakan rasa sesak di dadanya. Tidak sedikit pun ia berniat untuk menghancurkan Miftah di pernikahannya kali ini, ia tulus ingin membahagiakan Miftah sebisanya sampai hembusan napas terakhirnya.


     "Tapi mbak-" lagi - lagi ucapannya terpotong.


     "Tolong jangan menolak, menikahlah dengannya dan bahagiakan dia. Jangan pikirkan aku, aku sudah biasa kok meminum pil pahit dalam kehidupanku yang entah kapan bisa terasa bahagia. Setiap kebahagiaan itu hadir, pasti ujungnya ada saja luka yang menghampiriku." resahnya yang kini sudah melepas cincin pernikahannya.


      Dengan tubuh bergetar ia mengambil satu tangan Jannah dan menaruh cincin pernikahannya dengan Firdaus lalu menutupinya dengan jari - jarinya.


     "Jaga cincin ini, jadikan mahar untuk kalian. Aku serius! kalau aku tidak butuh semua ini," jelasnya lalu berlari pergi.


      Jannah juga tak dapat membendung tampungan kristalnya, ia tau jika gadis yang memberikan cincin nikah padanya secara cuma - cuma sangat memiliki hati yang tulus dan tidak egois sama sekali.


      "Sayang! ku mohon sayang dengarkan dulu penjelasan aku sayang, jangan pergi gitu aja. Aku benar - benar gak bisa hidup tanpa kamu sayang. Kamu satu - satunya wanita yang saat ini paling aku cintai sayang, jadi aku mohon." cegah Firdaus sambil merentangkan kedua tangannya.


     "Plak!"


     "Plak!"


     "Plak!"


     Firdaus hanya mampu memegang sebelah pipinya yang menjadi pusat tamparan Miftah yang terdengar begitu keras saking kuatnya tenaganya.


     "Cukup mas!!! cukup!!! mulai sekarang aku gak mau lagi jadi wanita bodoh ya!!! yang terus terusan terlena dengan semua ucapan manis yang kamu berikan untukku dan ternyata itu semua hanyalah omong kosong mas!!! omong kosong agar kamu kedepannya dapat dengan mudah mencampakkan aku yang hanya bisa mengemis cintamu jika sudah benar - benar di butakan dengan pesonamu mas," sedihnya yang sudah menumpahkan unek - unek yang ada di hati kecilnya.

__ADS_1


     "Dan aku baru tau, kalau kamu hanyalah laki - laki keji yang tak memiliki perasaan hingga mudah mempermainkan perasaan wanita dan itu bukan hanya aku saja tapi dia mas!!!" unjuknya pada Jannah yang masih menangis melihat adegan adu mulut mereka.


     "Aku gak habis pikir ya mas sama kamu, mungkin ada beberapa wanita lain juga yang sudah kamu permainkan bahkan hancurkan sampai tak berbentuk lagi perasaannya di luar sana mas! sakit hati aku mas!!! sakit!!! kamu kira aku ini robot apa mas yang tak bisa merasakan perasaannya sendiri? enggak mas!!! aku ini masih seorang manusia biasanya yang juga memiliki perasaan sama kayak kamu mas," unjuknya di dada Firdaus hingga ia hampir jatuh di atas tanah.


     "Mulai detik ini jangan anggap aku istrimu lagi, aku akan menunggu ucapan talak dari bibirmu untukku mas! aku udah jijik mas sama kamu, hancur banget udah hatiku ini mas! setelah aku berikan kepercayaan padamu ternyata ini balasanmu untukku," geramnya.


     "Dan jika memang tujuan awalmu hanya untuk menghancurkan ku, kenapa kau malah membuatku dengan mudah memberikan kehormatanku padamu mas? kenapa? tega kamu mas," resahnya sambil mengepalkan kedua tangannya geram.


     Firdaus yang tak terima dengan kata talak yang di lontarkan oleh Miftah kembali mengangkat suaranya.


     "Enggak sayang! enggak, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau untuk bercerai sama kamu. Aku hanya ingin kamu tetap menjadi istriku, yang temani aku sampai rambutku memutih semua." harapnya.


     "Hahaha emang gila ya kamu mas, dalam situasi yang jelas - jelas sudah memperlihatkan kesalahanmu masih sempat saja kamu menggombal dengan kata - kata manismu mas. Kamu pikir itu akan membuatku luluh hah? enggak akan mas," ucapnya tak habis pikir.


     "Tapi bagaimana jika kau nanti hamil anak kita sayang? apakah kamu tega membiarkan ia tumbuh tanpa hadirnya sosok ayah?" tanyanya masih tak menyerah membujuk Miftah.


     "Semoga saja aku enggak hamil anakmu mas! dan seandainya aku hamil anakmu aku gak akan biarkan dia tau kalau ayahnya itu adalah kamu, si pria brengsek yang ingin membunuh istri nya sendiri." jawabnya penuh penekanan.


     Kini tidak ada lagi harapan bagi Firdaus, semuanya sudah tampak suram. Ingin mencoba menahan Miftah kembali dalam keadaan yang masih berapi begitu rasanya sudah tak mungkin lagi. Miftah pasti sudah menulikan pendengarannya dari ucapan Firdaus.


      Kini hanyalah rasa penyesalan yang paling dalam ia tujukan pada dirinya sendiri hingga membuatnya begitu frustasi pada malam hari ini. Malam yang ingin ia nikmati dengan penuh kebahagiaan, malah berbalik menjadi malam yang begitu mengerikan dengan terungkapnya suatu kebenaran yang menguras air mata bahkan mengundang perpisahan yang tak pernah di harapkan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2