Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 165


__ADS_3

     Di sisi lain Zaldira yang sudah siap - siap menggunakan baju berwarna merah dengan rok hitam tak lupa kerudung hitam hendak keluar rumah untuk menuju ke suatu tempat.


     "Lho! Zaldira kamu mau kemana nak?" tanya ibunya merasa heran.


     Pasalnya Zaldira baru saja selesai membantu ibunya memasak dan beres - beres rumah, bukannya istirahat sebentar ia malah langsung pergi.


     "Oh maaf ya Bu, Zaldira ada urusan sebentar." jawabnya kembali melanjutkan langkahnya usai menyalami punggung tangan ibunya dan menciumnya.


     "Apa kamu ingin bertemu Zamrud sayang?" tanya ibunya yang sontak saja membuat Zaldira terkejut, jantungnya saja sampai berdetak kencang.


     "Kok ibu tau bu?" tanyanya bingung.


     "Bagaimana ibu tidak tau sayang... Di saat ibu bangunin kamu untuk sholat subuh, ibu sering banget liat notifikasi hp kamu yang baru saja terkirim pesannya untuk menyuruhmu bangun juga. Dan itu asalnya dari Zamrud," beritahu ibunya hingga membuat pipi Zaldira jadi bersemu merah.


     "Yah... Pas Kaka kirim malah pas ada ibu lagi, kan jadi ke baca deh! mana taruhnya di samping bantal tidur." resahnya sambil memegang dahinya pening.


     "Terus ibu sempat ketawa aja sih, gak nyangka kalau kamu itu bisa suka sama cowok. Dulu kan kamu itu tomboy banget Zaldira... Sedikit aja ada cowok yang gombalin kamu langsung kamu tendang aja, paling ringan kamu pukul kan?" peringat sang ibu mengenang masa lalu putrinya.


     "Hehe! ibu ini bisa aja, ya kali Zaldira sukanya sama cewek juga. Ya gak normal lah Bu." responnya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya kesana kemari.


     Ia menunda keberangkatannya lalu malah duduk di sofa yang ada di hadapan ibunya.


     "Tapi Bu, ayah udah tau belum kalau Zaldira dekat sama kak Zamrud?" tanyanya serius.


     "Ya tau dong... Kan ibu ada cerita juga ke ayah... Ayah malah ketawa juga kayak kamu," jawab ibunya sambil tersenyum.


     "Ya ampun ibu... Kan Zaldira jadi malu banget sama ayah... Iss... Ibu gitu banget deh sama Zaldira," keluhnya.


     "Gak papa atu Zaldira kalau ayahmu tau... Jadi ayahmu gak cemas lagi kalau kamu itu benar - benar tidak ingin menikah nantinya," ucap ibunya.


     Zaldira heran dengan ibu dan ayahnya yang terlalu jauh berpikir tentang ketomboyannya.


     Meskipun Zaldira cewek yang tomboy, ia tetaplah seorang perempuan yang masih bisa menyukai pria untuk saat ini.


     Dulu sebelum ia mengenal Zamrud ia sempat suka dan dekat dengan pria. Namun, ia sedih karna pria yang ia sukai mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya ada terselip rasa cinta dan ia juga yakin jika pria itu balas mencintainya.

__ADS_1


     Ia tau saat umurnya masih di bilang sangat muda dan itu biasanya di sebut cinta monyet yang belum jelas benar apa tidaknya. Namun, meskipun begitu kenangan indah itu terasa begitu nyata.


      Mereka adalah dua insan yang saling mencintai dalam diam, tak banyak kata - kata sayang yang di lontarkan dari lisan tapi pembuktian lah yang lebih berpihak di antara hubungan mereka.


     Itulah sebabnya Zaldira sempat mengatakan jika Zamrud adalah pria pertama yang berani mengungkapkan perasaannya padanya secara terang - terangan tanpa takut jika di tolak nantinya.


     Kehadiran Zamrud dalam hidupnya jadi mengingatnya pada sosok pria yang ia kenal dulu. Jika di lihat - lihat ia persis seperti Zamrud, sama - sama tinggi juga anak basket.


     Hanya saja Zamrud adalah pria yang jauh lebih tampan hingga para fans nya saja begitu banjir melalui media sosial.


     Padahal di salah satu akunnya ia hanya menaruh tiga foto saja tapi cukup banyak menarik orang lain untuk mendekat.


     Zaldira sempat merasa minder saat berdekatan dengan Zamrud akibat masalah ekonomi yang jauh juga paras yang tak begitu cantik menurutnya.


     Padahal paras Zaldira juga bisa di bilang imut, tapi kepercayaan diri yang kurang membuatnya harus membuang jauh - jauh rasa percaya dirinya itu.


     Ibu Zakia yang sempat melihat putrinya melamun mencoba menyadarkannya dengan melambaikan tangannya kehadapan wajahnya.


     Tapi Zaldira masih saja mematung hingga akhirnya ibu terpaksa berbicara sedikit keras.


     "Kamu ini kok malah bengong sih sayang? gak bagus itu nak... Cepat kemasukan nanti," nasihat ibunya.


     "Iya Bu... Zaldira minta maaf," responnya lalu memilih pamit kembali dan ibunya hanya mengangguk sambil menjawab hati - hati kepadanya.


     Zaldira bergegas mengambil motor Vario pinknya, lalu setelah menyalakan motor dan menunggu sebentar baru ia melajukannya ke jalan setapak sebelum menuju ke jalan raya.


     Ia mengendarai dalam keadaan hati yang tidak tenang, ia benar - benar cemas saat ini karna takut jika Zamrud akan kecewa dengan apa yang ia katakan.


     Tanpa sadar, ia kini sudah hampir melewati taman yang ia tuju untuk pertemuannya dengan Zamrud.


     Usai memarkirkan motornya di tempat parkiran ia langsung menuju ke kursi taman yang biasa ia duduki bersamanya.


     Dari kejauhan Zaldira dapat melihat lambaian tangan seorang pria yang tampak tersenyum lebar kearahnya, siapa lagi kalau bukan Zamrud.


     "Hey Zaldira! kenapa kamu bengong aja sih? ayo cepat kesini, aku sudah lama menunggumu tau..." teriak Zamrud berpura - pura marah dan itu sukses membuat Zaldira sedikit tergesa - gesa.

__ADS_1


     "Maaf ya Kaka kalau udah buat Kaka nunggu lama... Kaka gak marah kan sama Zaldira?" tanyanya yang kini sudah duduk di samping Zamrud.


     "Siapa bilang Kaka gak marah hmmm? Kaka ini lagi marah banget tau sama kamu," geramnya.


     "Kan Zaldira udah minta maaf tadi sama Kaka, masih mau marah juga?" sedihnya sambil memanyunkan bibirnya hingga Zamrud jadi gemas di buatnya.


     "Hahaha kamu ini lucu banget sih... Kaka gak marah kok... Orang Kaka hanya becanda sama kamu," responnya sambil terkekeh pelan.


     "Ihhh... Kaka ma tega ya sama Zaldira," dengusnya sambil melipat kedua tangan di bawah dada.


     "Hehe! Kaka kan cuma mau becanda sama kamu Zaldira... Kan mana tau nanti Kaka gak bisa lagi kayak gini sama kamu," ucap nya yang sontak saja membuat jantung Zaldira berdetak kencang.


     "Hahaha iya ya! Kaka benar juga," jawabnya kikuk setelah beberapa menit hanya mematung akibat ucapan Zamrud.


     "Oh iya! tapi kalau emang Zaldira akan pergi jauh... benget. Apakah Kaka akan setuju?" tanyanya ragu - ragu di iringi dengan nada candaan.


     "Ya gak mungkinlah... Kan kamu udah pernah bilang untuk tidak meninggalkan Kaka," jawabnya sambil tersenyum.


     "Oh... Gitu ya?" tanyanya pura - pura lupa sambil mengangkat pundaknya acuh.


     "Iya Zaldira... Kok tumben sih kamu kayak orang lupa gitu? pasti ada apa - apa ini," tebak Zamrud sambil menatapnya dalam dan Zaldira langsung menunduk.


     "Tuh kan langsung nunduk! gak berani tatap mata Kaka kayak biasanya, wah! ada yang di sembunyikan ini pastinya. Ayo apa coba? katakan saja... Gak papa kok," pintanya memohon.


     "Ya ampun... Harus bagaimana aku ini? aku benar - benar gak rela jika nanti raut wajah kak Zamrud yang awalnya ceria malah jadi murung saat tau jika dua hari lagi aku akan terbang ke luar negri." batinnya berkaca - kaca.


     Sekarang ia mencoba mengangkat wajahnya untuk membalas tatapan mata dari Zamrud yang masih setia menunggu jawaban yang keluar dari bibirnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2