
Dua hari setelah selesai acara gugatan cerai di pengadilan agama dan kembali melangsungkan pernikahan sehabis masa Iddah, akhirnya Askari dan Rosalia sudah resmi menjadi suami istri kembali karna talak yang sempat Askari jatuhkan padanya adalah talak satu.
Kini mereka sudah berada di rumah masa lalu mereka yang dulu tak pernah berniat untuk di jual sebelumnya.
"Mas... Aku senang sekali, akhirnya kita sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri lagi." ucap Rosalia sambil memeluk satu lengan suaminya.
"Kamu benar Rosa, aku juga sangat senang! dan hal tadi mengingatkanku pada saat kita baru pertama kali menjadi pengantin baru." responnya sambil tersenyum dan Rosalia membalas senyumannya.
Di depan rumah terlihat seorang satpam yang bergegas membukakan pintu saat melihat mobil merah Askari.
"Selamat datang tuan! maaf saya agak lalai tadi," ucapnya merasa tak enak setelah berjalan ke arah kaca mobil.
"Sudah... Tidak apa - apa pak," responnya sambil membuka kaca mobil.
"Makasih banyak tuan," ucapnya merasa lega sekaligus senang.
"Sama - sama pak," responnya lalu kembali melajukan mobilnya untuk ia bawa masuk kedalam.
Miftah sengaja tidak ikut pulang kerumahnya malam ini dengan alasan bahwa ia sedang ada hal penting dengan Firdaus, padahal ia hanya tidak ingin mengganggu kebersamaan orang tuanya yang baru bersatu kembali.
Sesampai di pekarangan rumah, tepatnya di depan rumahnya. Askari langsung turun dan menyuruh para bodyguard yang sejak tadi berjaga di pintu depan rumah untuk memasukkan mobilnya kedalam bagasi, sedangkan sisanya mengangkat koper sampai ke kamar mereka.
Rosalia yang hendak turun ketika membuka pintu mobil malah di tahan oleh Askari.
"Tunggu!" cegahnya dan Rosalia hanya menatapnya dengan sorot mata penuh tanda tanya.
"Kenapa Askari menahanku ya?" batinnya bingung sambil mengerutkan dahinya.
Askari malah mengacuhkan raut wajah Rosalia yang masih tetap pada ekpresi awal.
Ia memilih turun dan berjalan ke arah pintu mobil tempat Rosalia keluar nantinya.
Dengan hati - hati ia membuka pintu mobil layaknya seorang sopir yang sangat handal dalam hal itu hingga Rosalia jadi terkekeh dibuatnya.
"Ya ampun mas... Kamu ada - ada saja sih!" ucapnya tak berhenti tertawa sambil menutup mulutnya.
"Tuan putri! apakah anda bersedia di bopong oleh pangeran sampai ke dalam Istana?" dramanya sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Rosalia dengan tubuh yang sudah sedikit di bungkukkan.
Rosalia jadi semakin merasa geli dengan sikap suaminya ini, hingga ia merasa ada banyak kupu - kupu yang terus menggelitiki perutnya di dalam sana.
"Mas... Kamu kenapa sih mas? aneh banget deh! gak kayak biasanya," tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya.
Askari sebenarnya sedikit jengkel dengan sikap Rosalia yang tak membalas dramanya.
Seandainya mereka sedang melakukan adegan film, pasti Rosalia sudah di tegur oleh sutradara yang bertugas mengatur kegiatan mereka selama rekaman di buka akibat tidak bisa fokus.
__ADS_1
"Tuan putri! apakah anda bersedia di bopong oleh pangeran sampai ke dalam Istana?" tanyanya lagi.
Rosalia yang sudah paham jika Askari sangat ingin di balas dramanya mulai menjawab "Suatu kehormatan bagi saya jika pangeran benar - benar ingin membopong saya."
Dalam hati ia sebenarnya sudah berusaha mati - matian untuk menahan rasa geli yang terus menggelitiki perasaannya.
Bahkan para bodyguard yang tak sengaja melihat drama tuannya langsung mengalihkan pandangan mereka kearah lain akibat takut terciduk.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari Rosalia, tanpa ba bi bu Askari langsung membopongnya tanpa menunggu Rosalia keluar terlebih dahulu.
Rosalia yang terkejut sontak tanpa sadar sudah mengalungkan tangannya di leher Askari, tatapan mereka jadi bertemu beberapa saat dengan hidung yang sudah saling bersentuhan.
Seorang bodyguard yang ingin mengatakan jika hiasan yang di pesan oleh Askari telah selesai jadi merasa malu sendiri saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
"Maaf tuan! ruangan yang perlu di hias su-" belum selesai ia berucap, ia langsung berbalik badan kebelakang dengan wajah yang sudah bersemu merah.
"Anggap saja saya tidak mengatakan, bahkan melihat apa pun!" sambungnya bergegas pergi.
Askari tampak acuh, sedangkan Rosalia sebenarnya sudah merasa sangat tersipu saat Askari untuk pertama kalinya memperlihatkan keromantisan mereka di depan bodyguardnya sendiri tanpa rasa malu.
Dan itu juga tak luput dari pengawasan pak satpam yang terus melihat ke arah mereka tanpa berkedip sedikit pun.
Tanpa pikir panjang Askari mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah, sedangkan Rosalia sudah membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya.
Sesampai di dalam, baru Askari menurunkannya usai menyuruh bodyguard menutup pintu depan rumahnya.
"Mas..." ucapnya terharu dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
"Iya Rosalia... Apakah kau suka?" tanyanya sambil menatap kearah istrinya.
"Sangat mas... Sangat... Ini bahkan sangat indah... Aku tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya," ungkapnya sambil membekap mulutnya dengan air mata yang sudah jatuh dari pelupuk matanya.
"Ayo! aku masih punya kejutan untukmu," ajaknya sambil menarik tangan Rosalia.
Rosalia hanya menurut kemana pun suaminya mengajaknya.
Langkah mereka berhenti saat sudah tiba di depan pintu kamar.
"Tutup matamu Rosalia," pintanya dan Rosalia menutupnya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan di buka ya! sebelum aku bilang boleh," peringatnya.
"Iya mas..." responnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah! sekarang kamu sudah bisa membuka matamu," ucapnya setelah membuka pintu kamar mereka.
"Masya Allah! mas! ini semua idemu?" tanyanya tak percaya.
"Iya Rosalia! ini semua adalah ideku, dan aku hanya menyuruh beberapa orang untuk menghiasnya sesuai apa yang aku inginkan." jelasnya.
Rosalia kembali melihat banyaknya kelopak bunga di setiap kamar, dengan keharuman alami yang masuk ke rongga hidungnya membuatnya begitu rileks.
Ia kini sudah berjalan ke samping kasur lalu duduk di atasnya.
"Mas... Terima kasih ya untuk semua kejutan ini. Aku sampai gak tau harus ngomong apa lagi sama kamu, karna kamu ternyata masih terus memperlakukanku sama saat kita masih menjalin hubungan bersama." ucapnya sambil menatap dalam ke arahnya.
Askari hanya tersenyum lalu ikut duduk di sampingnya dan memberikan sebuah pelukan hangat sambil mengelus rambut istrinya yang memang masih belum siap untuk memakai hijab.
"Sudahlah Rosa... Lagian hal itu bukan sepenuhnya salahmu... Yang penting sekarang kita sudah kembali bersama kan?" tanyanya sambil mengecup puncak kepala istrinya yang sudah mengadahkan wajah.
"Iya mas... Aku sangat bersyukur kepada Allah yang sudah meridhoi hubungan kita untuk terjalin kembali," responnya girang.
Dengan ragu - ragu Rosalia mencoba mencium pipi suaminya sambil berkata "aku mencintaimu mas! dan aku janji! mulai besok aku akan menutup mahkotaku ini, hingga hanya kau yang boleh melihatnya seorang."
Askari sangat terharu ketika mendengar apa yang Rosalia katakan, hingga ia tanpa sadar sudah memeluknya begitu erat.
"Mas... pelukanmu mas! aku gak bisa napas," peringatnya pada Askari yang sering sekali melakukan hal itu padanya.
"Hehe! maaf sayang... Aku terlalu bahagia tadi, lebih baik ayo kita tidur sekarang." ajaknya sambil mengecup bibir istrinya pelan.
Rosalia hanya menunduk sambil menyembunyikan rona merah yang kembali muncul dari pipinya.
"Sudah... Tidak perlu di tutupi gitu napa," goda Askari sambil terkekeh.
"Iss... Udah ah mas! diam!" dengusnya yang masih menutupi rasa malunya sekaligus gugup saat mendapatkan ciuman dari Askari kembali.
Tanpa membuang - buang waktu ia pun bergegas untuk mengganti pakaian dengan baju tidur yang dingin, begitu pun Askari.
Setelah selesai dengan urusan mereka yang tak akan tidur sebelum acara ritual menyikat gigi usai, baru mereka berjalan hendak menghempaskan diri di atas kasur yang empuk.
"Good night sayang... Jan lupa baca doa," peringat Askari.
"Iya sayang... Kamu juga ya," responnya lalu lampu kamar mereka pun di matikan, dan tanpa menunggu waktu lama mereka sudah tenggelam kedalam mimpi indah masing - masing dalam keadaan saling berpelukan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇