Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 130


__ADS_3

Permata hanya bisa memandang punggung Werdan dari dalam mobil, lalu ia menghembuskan napas kasar sambil menghadap kedepan.


     "Tok! tok! tok," suara ketukan kaca mobil disampingnya membuatnya terkejut lalu melihat kesamping.


     "Kamu," ucap permata sambil menatap ke arah orang yang mengetuk.


     "Iya ini aku... Cepat kamu keluar," pintanya.


     "Untuk apa?" tanyanya bingung.


     "Udah kamu keluar aja selagi mereka sibuk sendiri," pintanya lagi.


     "Oke," responnya sambil mengangguk.


     Saat Permata sudah keluar, tanpa ba bi bu Fahman langsung menarik tangannya untuk ikut kedalam mobilnya.


     Entah kenapa saat tangannya bersentuhan langsung dengan tangan Fahman detak jantungnya langsung tak beraturan.


     "Kenapa jantungku berdetak begitu kencang?" batinnya merasa resah sambil memegang dadanya.


     Saat udah sampai di samping mobilnya, Fahman yang melihat ekspresi Permata yang terus memang dadanya merasa cemas.


     "Kamu kenapa? apa aku menarikmu terlalu kencang tanpa jeda hingga kamu sulit untuk bernafas?" tanyanya.


     "Eh! enggak sama sekali kok," jawabnya gugup.


     "Syukurlah kalau begitu," ucapnya.


     "Iya," responnya sambil memaksakan senyuman.


     "Oh iya! kamu langsung duduk aja di depan ya," pintanya.


     "Baik," ucapnya menurut.


     Fahman yang telah melihat Permata masuk langsung bergegas untuk masuk ke mobilnya juga sebelum mereka menyadarinya.


                 🍃 Didalam mobil 🍃


     Sepanjang perjalanan mereka masih saja membisu, tak ada yang berani untuk membuka suara terlebih dahulu.


     Mereka masih sedang menyesuaikan detak jantung mereka masing - masing.


     Permata sebenarnya sangat penasaran dengan Fahman, bagaimana dia bisa menemukannya begitu cepat.


     Karna sudah tak dapat lagi membendung rasa penasarannya ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Fahman.


     "Maaf," ucapnya.


     "Iya ada apa Permata?" tanyanya sambil memalingkan wajahnya kearahnya.


     "Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" tanyanya.


     "Tentu saja! apa pun yang ada di pikiranmu kamu boleh kok mengatakannya padaku," tawarnya.


     "Makasih ya," ucapnya sambil tersenyum dan itu membuat Fahman tertegun beberapa saat.


     "Senyuman yang indah," batinnya tak berhenti menatap Permata.

__ADS_1


     "Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanyanya yang sontak saja membuat Fahman tersadar lalu kembali mengarahkan pandangannya kedepan.


     Jantungnya sudah berdetak tak beraturan.


     "Duh... Kenapa sih ketika aku berada gak jauh darinya aku jadi merasakan hal yang seperti ini lagi," batinnya merasa resah.


     "Oh iya! katanya kamu mau tanya, kenapa gak katakan aja." ucapnya berniat untuk membalik topik pertanyaan yang sudah Permata lontarkan.


     "Hahaha kamu kok lucu banget sih," tawa Permata.


     "Maksudmu?" tanyanya bingung.


     "Ya kamu terlihat gugup benget... Dan pipimu juga agak memerah gitu," jawabnya blak - blakan.


     Fahman jadi semakin tak dapat berkata - kata lagi usai Permata berkata hal seperti itu padanya.


     "Hahaha mungkin itu perasaan kamu aja kali," elaknya sambil mengibaskan tangannya dihadapan wajahnya.


     "Kan aku cuma nebak aja... Gak perlu makin grogi juga kali... Biasa aja sama aku... Aku orangnya agak ebrek sedikit sih... Apa lagi kalau sama orang yang aku rasa nyaman," jujurnya.


     "Nah... Kamu kan bisa ebrek kan sama aku... Berarti kamu merasa nyaman dong kalau dekat sama aku..." ucapnya yang langsung membuat Permata menunduk.


     "Tuh kan bener," ucapnya sambil terkekeh pelan.


     "Udah ah... Jangan bahas itu lagi oke..." pintanya memohon.


     "Baiklah - baiklah! sekarang jadi gantian kan," ucapnya sambil tersenyum.


     "Lah! gantian dalam hal apa?" tanyanya bingung.


     "Ih... Gak usah buat aku tegang napa," resahnya.


     "Tapi kamu sempat bilang kalau pipi aku merah... Sekarang gantian yang merahnya jadi-" ucapan Fahman jadi terpotong.


     "Oke - oke! aku paham kok, udah gak usah di sambung lagi ucapannya." cegahnya.


     "Oke deh," responnya.


     "Yaudah kamu mau tanya suatu hal kan ke aku? tanya aja," sambungnya mengingatkan.


     "Iya kamu benar," responnya.


     "Jadi aku hanya ingin bertanya, bagaimana kamu bisa dengan mudah menemukan aku?" tanyanya sambil menatap Fahman.


     "Oh... Aku juga gak tau... Setelah beberapa jam aku hanya berputar - putar tak tentu arah untuk mencarimu yang gak kunjung ku temukan akhirnya aku berhasil," jawabnya.


     "Itu karna aku melihat kamu dan calon suami kamu yang baru saja keluar dari sebuah toko baju gaun," sambungnya.


     "Iya... Dia memaksaku untuk memilih gaun hari ini juga, padahal aku masih sangat syok dengan kejadian tadi." ungkapnya merasa sedih.


     "Aku juga gak tau harus bagaimana, aku sangat ingin menyelamatkan ambuku." jelasnya.


     "Kalau aku gak terima tawaran dia pada hari itu mungkin aja ambu gak akan di bawa kerumah sakit, meskipun itu terjadi karna ulahnya juga." beritahunya.


     "Saat itu aku juga gak dapat berpikir jernih, keadaan seakan menekanku untuk merima permintaannya hingga aku hanya mampu untuk pasrah saja." resahnya.


     "Permata! kamu gak boleh main pasrah - pasrah aja," ucap Fahman.

__ADS_1


     "Lalu aku bisa apa? aku gak punya sesuatu untuk di korbankan selain diriku sendiri," responnya merasa sedih.


     "Kamu sadar gak sih? kalau ambu itu gak ridho dengan hubunganmu dengan Werdan, ia sudah tau persis seluk beluk Werdan." jelasnya.


     "Kamu juga tau namanya?" tanyanya terkejut.


     "Tentu saja aku tau, karna ambumu telah menceritakan semuanya padaku." jawabnya.


     "Hal apa saja yang sudah ambuku ceritakan padamu?" tanyanya lagi.


     "Sebelum penceraiannya terjadi sampai pertemuan kamu dan Werdan," jawabnya.


     "Ambu benar - benar menceritakan semuanya padamu?" tanyanya seakan tak percaya.


     "Iya permata... Dan asal kamu tau jika pria yang rela untuk kamu nikahi itu adalah penipu online! ada banyak korban yang berusaha melacak keberadaannya yang sangat sulit untuk di temukan," beritahunya.


     "Benarkah? aku gak nyangka! ternyata dia masih saja merasa gak cukup dengan apa yang udah dia punya bahkan rampas secara paksa dari ambuku juga," geramnya yang kini sudah mengepalkan kedua tangannya.


     "Makanya itu aku ingin kamu memikirkan lagi masalah pertunanganmu dengan dia," pintanya.


     "Kalau masalah itu sebenernya tadi aku sempat ingin membatalkannya sih... Cuma dia masih bersikeras untuk mempertahankan aku... Padahal kekasihnya aja banyak benget... Tadi aja yang datang ke rumahnya ada tiga orang," beritahunya.


     "Jadi yang sejak tadi berdiri dihadapan dia kekasihnya?" tanyanya tak percaya.


     "Iya! aku awalnya sempat kira mungkin itu hanya karyawannya, ternyata malah kekasihnya yang meminta pertanggung jawabannya." jawabnya.


     "Dan gara - gara hal itulah kepercayaanku kepadanya jadi sedikit berkurang," ungkapnya.


     "Tapi aku heran ya sama ambuku,' gumamnya.


     "Heran kenapa?" tanyanya.


     "Ya heran aja gitu sama ambu, udah tau kalau suaminya itu seorang penipu! tapi kenapa masih di pertahankan sih? apa jika masih sangat cinta akan sulit untuk memihak pada kebenaran?" jawabnya.


     "Setidaknya di laporin aja perbuatan yang gak telah merugikan banyak orang itu," sambungnya.


     "Iya... Aku awalnya sempat berpikir kayak kamu juga... Bahkan aku udah bilang langsung sama ambumu... Tapi ambumu malah bilang kalau dia masih gak bisa melakukan hal itu... Dia belum punya keberanian," beritahunya.


     "Hmm... Sulit juga yah kau begitu," resahnya.


     "Iya sih..." responnya.


     "Yaudah lebih baik sekarang kamu tenangin diri kamu aja dulu ya... Nanti kamu akan ketemu lagi dengan ambumu kok," sambungnya.


     "Oke! sekali lagi makasih banyak ya udah mau memberi pendapat pada setiap pertanyaanku, kamu asyik." ucapnya sambil tersenyum lebar.


     "Sama - sama... Kamu juga asyik kok," reaponnya balas tersenyum lebar.


     Akhirnya mobilnya melaju dalam keadaan tenang tanpa ada satu katapun yang keluar dari bibir mereka.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2