
Kini mobil Werdan sudah berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah dan pastinya itu di miliki oleh keluarga Alterio.
"Oh! jadi ini rumah si perebut wanita ku itu?" ucapnya geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Hmm... Jangan kau pikir hanya karena kau mempunyai harta kau bisa dengan mudah mengambil Permata dariku," geramnya lagi.
Tanpa pikir panjang ia menyuruh anak buahnya untuk masuk kedalam rumah tersebut.
Suara bising pagar sangat jelas terdengar, pak satpam yang melihat banyaknya pria yang berbadan kekar langsung panik dan bertanya pada mereka.
"Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sedikit bergetar.
"Cepat buka pintunya," perintah mereka dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan, saya tidak bisa membiarkan tuan masuk jika tuan tidak mengatakan perihal tuan untuk masuk kesini." tegasnya.
"Heh! umurmu masih di bilang tidak terlalu tua ya! apa kau sudah mau mati duluan?" tanyanya dengan ancaman senjata tajam.
"Ba-baiklah tuan, akan saya bukakan." patuhnya tak dapat berbuat apa - apa.
Rangga dan Sekar yang baru saja tiba di depan rumah usai melihat kebun terong di belakang langsung menghampiri pak satpam yang sudah bergetar begitu hebat.
"Ada apa ini?" tanya Sekar.
"Iya ada apa ini?" Rangga malah ikut bertanya hal yang sama.
Pak satpam yang melihat kedatangan Sekar dan Rangga langsung saja bersembunyi dibelakang mereka.
"Sekar... Rangga... Tolongin bapak ya..." Pintanya menutup mukanya dengan topi.
"Pak! lebih baik bapak kedalam saja dan bilang sama bos Firdaus jika kita membutuhkan bodyguard tambahan," suruh Sekar.
"Ba-baiklah," ucapnya terbata - bata.
"Bagus," responnya.
Kini tanpa rasa takut Rangga dan Sekar mulai membukakan pintu pagar dengan tenang.
Saat pintu sudah terbuka Rangga langsung mengangkat suara.
"Hey! kita ini sesama bodyguard, jadi jangan langsung main serang - serangan terlebih dahulu." peringatnya.
"Lalu untuk apa juga kami kesini kalau bukan untuk itu hah? kecuali jika kalian menyetujui keinginan kami," ucap salah seorang bodyguard yang paling sangar.
__ADS_1
"Kau!" ujuk Sekar.
"Jangan kau pikir karna tubuhmu paling gempal kau merasa lebih kuat hah? cih! tak semua orang yang memiliki tubuh sepertimu juga memiliki kekuatan yang sebanding dengan apa yang di lihat dari luar," remehnya.
"Arrgg... Berani sekali kau meremehkan ku hah? apa kau sudah bosan hidup?" tanyanya lalu menembakkan peluru ke arahnya tapi Sekar berhasil menghindar.
"Hahaha ternyata hanya segitu saja keahlian menembak mu? sungguh tubuh besar tidak berguna," hinanya lalu berlari kearahnya dan tanpa ba bi bu mulai menendang wajahnya hingga ia jatuh terpental.
Kepala bodyguard itu menjadi sangat pusing dan ia pun jadi pingsan di tempat.
"Wah! lumayan pistol gratis," senangnya lalu mengambil alih pistol yang awalnya berada di tangan pria itu.
Beberapa bodyguard mulai melangkah mundur karna takut tak bisa menandinginya.
Namun seorang bodyguard yang tubuhnya tak jauh beda dengan bodyguard yang sudah tergeletak pingsan itu mulai maju ke hadapannya.
"Hey semuanya! dengarkan aku, urusan kita datang kesini bukan untuk menyerahkan nyawa kita sendiri tapi hanya untuk menjemput nona Permata." beritahunya sedikit meninggikan suara.
"Jika mereka tidak mengizinkan kita membawanya secara baik - baik, baru kita mengeluarkan semua tenaga kita untuk mengalahkan mereka berdua." sambungnya dengan tatapan tajam.
"Maaf! sepertinya di rumah ini tidak ada yang namanya Permata," jelas Sekar.
"Kau tau apa hah? tuan kami baru saja kehilangan calon istrinya untuk acara pernikahannya besok," beritahunya.
"Huh! asal kalian tau ya! tuan kami dapat melacak kemana calon istrinya pergi dan petunjuknya telah membawa kami ke rumah tuan kalian," jelasnya.
"Jadi izinkan kami memeriksanya secara baik - baik, tapi jika kau tidak mengizinkannya maka cara paksaan adalah jawaban tepatnya." sambungnya sambil tersenyum miring.
"Tunggu! biar kami dulu yang memeriksa di dalam, jika ada tanda - tanda nona kalian kami akan langsung memberitaukannya." jelas Sekar hendak melangkah masuk tapi di tahan pria itu.
"Hahaha kalian pikir aku bodoh apa? gerak gerik kalian saja tampak sekali mencurigakan, pasti ada sesuatu jika kalian tidak mengizinkan kami masuk." tebaknya.
"Aku tidak suka jika terlalu lama membuang waktu! jadi lebih baik! pengikutku semuanya, dengarkan pemandu kalian ini!!!" sambungnya berteriak keras.
"Masuk saja ke dalam dan cari nona Permata sampai ketemu," perintahnya.
Tanpa menunggu waktu lama puluhan bodyguard mulai berpencar ke seluruh arah.
Sedangkan gerakan Sekar dan Rangga yang berniat menghalangi pintu langsung di cegah oleh pria itu.
"Kalian! mari! hadapi aku dulu!!!" tegasnya.
Sekar dan Rangga hanya bertatapan sebentar lalu menganggukkan kepala secara bersamaan tanda setuju.
__ADS_1
Lagian percuma saja mereka mencoba menghindar, mereka tidak akan sempat apa lagi mampu dengan pria yang ketika di uji oleh mereka memiliki kemampuan yang lumayan tinggi dari tandingan mereka yang pertama.
Susana rumah Firdaus tampak berantakan, sang papa yang baru saja keluar dari kamar sangat terkejut saat melihat ada banyak orang yang berpakaian hitam sedang mengacak - acak rumahnya.
Tak tinggal diam papa Firadaus langsung menyerang mereka.
"Kurang ajar! siapa kalian? berani - beraninya kalian membuat kegaduhan di sini," tanyanya berapi - api.
Sang mama yang juga baru keluar ikut terkejut juga di buatnya. Dengan cepat ia kembali masuk dan mengunci dirinya di dalam.
"Gawat! sebenarnya ada apa ini?" tanya mama Firdaus pada dirinya sendiri.
"Ah! aku tidak mungkin membuat suamiku terluka, aku harus membantunya untuk saat ini! dia pasti akan memaklumiku," putusnya.
Sudah lama sang mama tidak menggunakan ilmu bela dirinya, ia dulunya terkenal cukup kejam juga pada orang yang berani ikut campur dalam urusan keluarganya.
Namun, semenjak hadirnya Alterio kehidupannya yang begitu begis jadi berubah sedikit demi sedikit hingga mampu menjadi gadis sekaligus mama yang sangat lemah lembut pada anak - anaknya.
Satu persatu bodyguard tumbang karna tendangan atau pun tinjuan yang telah di berikan oleh papa Firdaus.
Melihat sang istri yang sudah datang mendekat membuatnya langsung mencegahnya.
"Ma! jangan ke sini ma... Udah mama di kamar aja," suruhnya.
"Enggak pa! mama pasti akan bantuin papa," kekehnya.
"Tap-" ucapan papa terpotong.
"Sudah pa! tidak ada tapi - tapian! papa masih ingat kan? kalau bersatu teguh bercerai rubuh," sempat - sempatnya ia mengingatkan suaminya.
"Iya mama... Papa tau... Tapi ini gak bagus bagi mama..." ucapnya berusaha memberitau istrinya agar mau mendengarkannya.
Beberapa bodyguard ada yang sudah naik keatas dan papa Firadaus yang mengetahui jika nantinya putrinya akan terancam langsung bergegas untuk menyusul mereka.
Tangan Bodyguard hendak membuka pintu satu tapi terkunci dari dalam, jadi ia terus saja mendobraknya hingga pintu terbuka.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1