Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 202


__ADS_3

     Di sisi lain Zamrud yang sudah tampak ceria dengan baju kemeja kotak - kotaknya tampak tersenyum lebar. Bagaimana tidak? karna hari ini adalah hari di mana Zaldira akan pulang ke kampung halamannya.



     Ia sebenarnya sedikit kecewa, harusnya tahun lalu Zaldira sudah berada di sini. Namun karna ada tawaran pekerjaan langsung dari luar negri membuatnya harus menunda kepulangannya.


                🍆 Sedikit Kisah Zaldira 🍆


     Berkat kerja keras Zaldira yang memang tidak pernah berniat main - main di sana, akhirnya ia lulus dengan predikat yang sangat memuaskan. Sampai - sampai para dosen ikut kagum kepadanya.


     Di sana ada juga beberapa godaan yang membuat Zaldira hampir goyah. Rata - rata teman - temannya sudah memiliki kekasih, tapi tidak bagi Zaldira yang terus berusaha menjaga hatinya hanya untuk Zamrud seorang.


     Saat ada yang mengungkapkan perasaannya pada Zaldira, dengan tegas Zaldira langsung menolaknya mentah - mentah. Bayangan Zamrud jelas terus berputar dalam benaknya.


     Tapi yang menembaknya tampak tak pernah kapok, hingga ada saatnya emosi Zaldira memuncak dan tak dapat di kendalikan lagi.


     Tatapan matanya yang tajam, serta baju bagian lengan yang sengaja ia angkat ke atas memperlihatkan kulit putih susunya.


     "Ayo maju jika kau berani," tantangnya.


     Awalnya pria itu sempat ciut saat melihat api kemarahan dari wajah gadis tersebut, namun karna rasa di hatinya yang ingin memilikinya begitu dalam tak membuatnya ingin mundur dengan mudah.


     "Baik, ku harap kau tidak salah dalam mengambil keputusan Boy." ucap Zaldira sambil tersenyum miring.


     "Jangan banyak bicara, cepat serang aku dan kita akhirnya permainan ini dengan aku sebagai pemenangnya." putusnya.


     "Aku paling tidak suka memulai permainan, jadi lebih baik kau saja Boy." tawarnya pada laki - laki itu.


     "Oh... Baiklah, dasar gadis yang tak tau di untung. Aku adalah pria kaya yang memiliki banyak harta di tempat ini. Para gadis berbaris ingin mendekatiku, tapi kamu hanya wanita bodoh yang dengan mudah menolakku." hinanya hingga membuat wajah Zaldira sudah merah padam.


     Sejak tadi mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris di belakang kampus yang cukup sepi tanpa adanya murid - murid yang berkeliaran.


    Ia juga menyuruh beberapa bodyguardnya untuk berjaga di lorong masuk agar tak ada para mahasiswa yang berjalan ke mari.


     "Cih! kau pikir aku tertarik dengan hartamu? sungguh seperti pengemis nyata yang hanya menjilat saja. Dan asal kamu tau ya, aku itu paling tidak suka pria yang sombong dan pamer harta sepertimu."

__ADS_1


     "Kalau kamu merasa banyak wanita yang berbaris seperti kereta api, kenapa kamu tidak memilih salah satu dari mereka saja sebelum berjamur? dan berharap pada wanita yang bodoh sepertiku? sepertinya kalau begitu kamu yang lebih bodoh deh dengan otak konsletmu," balas Zaldira hingga membuatnya membisu dalam sekejap.


     "Kurang ajar, dasar gadis miskin murahan! berani - beraninya kau mengatakan hal itu padaku," geramnya lalu hendak melayangkan satu tinjuan pada wajah Zaldira.


     Zaldira hanya berdiri dengan tenang, matanya menatap tajam ke arahnya bak seekor elang.


     "Apa?" kagetnya saat Zaldira berhasil menahan tujuannya dalam kondisi tubuh yang masih tetap berdiri tegak.


     Tanpa babimu Zaldira langsung memutar tangannya hingga tubuh pria itu ikut berputar di udara lalu ambruk ke tanah.


      Tak cukup sampai di situ pria itu kembali menyerang Zaldira sampai membabi buta, tapi tak satu pun serangannya yang mengenai tubuh atau pun wajahnya.


     "Duh... Mulai lelah ya Boy? cek, cek, cek. Kasian banget sih kamu, sungguh miris lelaki yang suka menyombongkan diri ternyata hanya seperti irisan tomat yang terlihat menantang dari luar tapi lembek di dalam." ucap Zaldira dengan tatapan penuh penghinaan.


     "Permisi, sekarang giliran ku ya," sambungnya lagi lalu mulai memberikan tinjauan dan tendangan yang cukup mematikan ke arahnya.


     Darah segar sampai mengalir dari hidung dan mulutnya, kulitnya saja sudah lembam karnanya.


     "Sial, kenapa kau sangat kuat?" geramnya lalu menyuruh seluruh bodyguardnya untuk mengalahkannya.


     Dengan sekali putaran melayang Zaldira dapat menumbangkan seluruh bodyguardnya, hingga pria itu jadi menganga di buatnya.


     "Gawat, sepertinya aku sudah salah melangkah." batinnya saat melihat seluruh bodyguardnya tumbang dengan kondisi yang tak jauh berbeda dengannya.


     Beberapa masih belum puas menyerang Zaldira, tapi tubuh mereka sudah lebih dulu bergetar.


     "Sudah - sudah, tak perlu kau berniat untuk memukulku lagi. Cukup ajarkan saja tuanmu agar tak terlalu berkuasa di sini, karna tujuan kita ke sini itu untuk belajar. Bukan mencari pacar," tekannya di kata pacar karna benar - benar kesal saat mendengarnya langsung dari bibir pria itu.


     Dengan tubuh yang masih bergetar ia menjawab sampai terbata - bata dengan kata iya.


     Zaldira kembali menampakkan senyuman seramnya, lalu pergi keluar dari lorong yang sudah di berikan jalan oleh para bodyguard pria itu.


     Berkat kejadian itu pria itu jadi sadar akan kesalahannya, ia telah banyak berbohong pada orang tuanya untuk belajar rajin - rajin agar cepat tercapai prestasi. Tapi ia malah lebih banyak menghamburkan harta orang tuanya hanya untuk perbuatan yang tak seharusnya ia lakukan.


     Semenjak saat itu ia malah menjadi pria yang baik dan tak lagi menyuruh para bodyguardnya untuk mendampinginya. Ia benar - benar menjadi anak yang sangat mandiri dan sempat berterima kasih pada Zaldira.

__ADS_1


     Dan siapa sangka kini mereka menjadi teman yang cukup dekat, jika ada yang berani menyakiti Zaldira maka mereka harus melewatinya terlebih dahulu.


     Padahal Zaldira sudah berusaha menolak, tapi tetap saja pria itu selalu memaksanya dengan alasan berterima kasih.


               🍆 Kembali Ke Cerita Awal 🍆


     Zamrud tak ingin berpikir jauh lagi, ia mulai melilit Syal pemberian Zaldira di lehernya kembali usai mandi. Dan benar saja apa yang sempat ia katakan pada Zaldira, jika ia tidak akan melepaskan Syal itu sampai Zaldira kembali kepadanya.


     Sungguh suatu niat yang berhasil ia wujudkan hingga saat ini, Syal itu bagaikan sebagai jiwanya yang tak bisa untuk ia tinggalkankan.


     "Nak, apakah kamu sudah siap sayang?" tanya mama Zamrud sambil mengetuk pintu kamar putranya itu.


     "Iya ma, Zamrud sudah siap kok." jawabnya setelah menyemprotkan sedikit minyak wangi pada tubuhnya.


     Ia juga sempat kan diri untuk melihat penampilannya di kaca, setelah di rasa cukup hingga tak perlu di rapihkan lagi barulah ia keluar dari kamarnya.


     Mamanya menyambutnya dengan senyuman lebar.


     "Ya ampun anak mama bisa ganteng banget kayak gini ya ternyata," puji mamanya sambil memegang sebelah pipinya.


     "Iya dong ma... Kan kalau biasanya Zamrud sibuk di kandang burung, mana bisa berkemas sampai serapi ini jika ujung - ujungnya harus ikut terjun bersihkan kandang burungnya juga." jelasnya.


     "Yaudah kalau gitu yuk kita berangkat, papa udah nungguin kita dari tadi di dalam mobil." beritahu mamanya.


     "Yaudah yuk ma," responnya sambil merangkul mamanya hingga sampai di depan pintu mobil di samping tempat duduk pengemudi.


     Setelah mamanya masuk dengan sempurna barulah ia tutup dan ia berjalan ke pintu belakang lalu masuk dan duduk dengan baik.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2