Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 60


__ADS_3

   "Papa sama om Anggara pasti mau menyelam secara free diving kan?" tebak Firdaus dan mereka hanya terkekeh saat mendapati pertanyaannya.


     "Hahaha! tau aja kamu putraku," ucap sang papa sambil mengacak rambut putranya.


     "Bener! kamu pasti tadi sempat diberitahu oleh papamu ya" tebak om Anggara.


     "Iya om! tadi memang papa udah cerita sama Firdaus! gara - gara papa ceritain tentang sertifikat free diving itu, semangat Firdaus jadi makin tinggi agar nanti juga bisa memilikinya," jawabnya sambil tersenyum.



     Om Anggara membalas senyuman Firdaus, karna mereka setelah menaiki kapal sudah lebih dulu mengganti baju biasa mereka dengan baju khusus untuk menyelam.


     "Oh iya Firdaus! kan kamu udah pernah nyebur berapa kali kelaut kan menggunakan alat ini saat melakukannya secara Scuba deving! otomatis kamu sudah paham dengan kegunaannya," ucap om Anggara.


     "Enggak temanku... Firdaus anakku saat menyelam dia ngekor plus nurut aja sama orang yang membawanya, seperti seekor anak anak ayam yang baru menetas pasti kan nempel terus sama induknya," ledek sang papa sedikit mengejek.


     "Kau tau kenapa? karna dia itu orangnya paling males bertanya apa lagi membaca! cuman entah mengapa semenjak keluar dari pesantren ketika ia menginjak kelas satu SMA ia jadi banyak perubahan," sambung papanya lagi yang membuat Firdaus sedikit terpancing emosi karna ia jadi teringat kembali dengan cinta pertamanya.


     "Papa! sudahlah pa... Kita kan kesini buat bersenang - senang dan memperlajari banyak hal tentang menyelam! bukannya malah mengorek kisah masa lalu yang tiada habisnya," komennya disertai hembusan nafas kasar.


     "Hahaha!" tawa mereka bersamaan sedangkan Firdaus hanya membuang muka kearah lain sambil melipat kedua tangannya dibawah dada.


     "Kan papa cuma penasaran putraku," ucap papanya.


     "Tapi Firdaus gak suka kalau papa ingatin tentang masa lalu," geramnya sedikit mengepalkan tangannya.


     "Ya kalian intinya sama... Papa kamu juga kalau om ingatin masa lalunya dengan mamamu pasti akan marah juga," ungkapnya.


     "Ya seperti yang kamu lihat tadi," sambungnya lagi.


     Papa Firdaus yang merasa sudah tidak tenang saat temannya mengungkit kembali masalah tadi langsung menjawab secepatnya agar temannya tidak semakin jauh ketika berbicara.


     "Ya sudah, lebih baik kamu pakai aja alatnya sambilan om Anggara jelasin kegunaannya," ucap sang papa dan Firdaus hanya menurut, ia juga tidak ingin jika nanti papanya malah kembali kepo dengan masa lalunya.


     "Ini pasti Masker renang," ucap Firdaus.


     "Kalau fungsinya ini mah Firdaus udah tau sendiri... Karna penglihatan didalam air cukup buruk jadi kita membutuhkannya agar penglihatan kita lebih jelas lalu terlindungi dari iritasi air, cara kita memakainya pun jangan terlalu ketat karena sewaktu kita menyelam kita akan mendapatkan tekanan hidrostatis, oleh karena itu sebelum kita masuk kedalam air kita harus selalu melakukan equalisasi agar tekanan udara dirongga telinga seimbang sehingga gendang telinga kita tidak pecah," jelasnya panjang lebar.


     "Waw! sampai serinci itu yang kamu taunya! om sampai gak nyangka! kalau kamu seperti itu terus... Pasti kamu bakalan mudah dapat sertifikat free diving asalkan harus selalu ada keyakinan," ucap Om Anggara merasa kagum dengan putra temannya.


     "Itu sebabnya kaca mata renang tidak dapat dipakai untuk menyelam dan kekurangan Masker renang adalah gambar yang dilihat akan terlihat lebih besar atau terasa lebih dekat," jelasnya lagi.


     "Bener banget! kalau begitu om bakal ajarkan kamu satu - satu, sebelum kamu gunakan semua alat ini." jelasnya dan Firdaus hanya mengangguk sambil berkata "baik om," sambil tersenyum senang.


     "Untuk para perenang pemula, ia lebih baik memiliki 14 peralatan terbaik agar keamanannya lebih terjaga," beritahu om Anggara.


     "Apa aja itu om? perasaan Firdaus waktu berenang kemarin itu tidak memakai sebanyak itu deh," tanya penasarannya.


     "Oh... Iyalah karna kamu kan cuma ingin berenang dan melihat isi dalam laut saja... Tidak seperti para peneliti yang harus meneliti dibeberapa tempat gelap yang lebih beresiko," jelas om Anggara yang diangguki oleh Firdaus setelah paham saat mendengar penuturan darinya.


     "Yang pertama itu ada Maker renang" ucapnya.



     "Seperti yang Firdaus jelaskan tadi. " sambungnya lagi.


     "Kita lompat aja yah penjelasannya kealat yang lain lagi," usulnya untuk mempersingkat waktu dan Firdaus lagi - lagi hanya mengangguk sebagai tenda setuju.


     "Yang kedua itu ada snokel," beritahunya setelah mengambil benda yang ada didalam tas tersebut.



     "Snorkel ini merupakan salah satu peralatan penyelam berbentuk pipa. Yang digunakan bagi penyelam dipermukaan air saat melakukan skin diving, yang hanya menahan nafas selama beberapa detik saja didalam air lalu kembali lagi kepermukaan," jelasnya.


     "Snokel ini biasanya digantung diseblah kiri masker pada penyelam. Namun, ada juga yang menggantungnya diseblah kanan tergantung tipe snorkel tersebut, teknik nafas dengan snorkel yaitu dengan cara menghembuskan udara terlebih dahulu baru membuang nafas, hal itu berfungsi untuk menghindari adanya air yang masuk melalui ujung pipa yang terbuka," jelasnya lagi.


     "Oh... Jadi gitu... Pantas saja aku kadang suka sering kemasukan air kedalam pipa waktu pertama kali pakai," respon Firdaus.


     "Yang ketiga ada Fins atau biasa kita sebut kaki katak," beritahunya.



     "Nah! kalau yang ini Firdaus udah tau fungsinya!" serunya bersemangat.


     "Apa coba," uji om Anggara.


     "Ini adalah suatu peralatan untuk menambah daya kayuh hingga kemampuan daya kayuh didalam air menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan tanpa fins... Bukan berarti menambahkan kecepatan berenang," jelasnya.


     "Wah... Benar banget! dan teknik pemakaiannya dengan mengayunkan kaki perlahan namun kuat dan juga santai," senangnya saat dapat bercanda dengan anaknya yang terkenal garang.


     "Yang ke empat ada yang namanya Boots," beritahu om Anggara.



     "Itu sebenarnya fungsinya untuk apa sih om? kan kita niatnya mau berenang bukannya nyangkul dikebun! lagian itu jarang banget kayaknya dipakai, makanya Firdaus aja lebih sering pakai fins aja," tanyanya heran sambil terus berpikir mencari jawaban.


     "Hahaha! kamu ini... Boost ini kan bukan untuk berkebun... kamu kan bisa liat aja sendiri model dan bahannya bagaimana... Kan gak sama Firdaus... Kamu pernah liat gak orang menyelam untuk berburu hewan laut disekitar terumbu karang?" tanya om Anggara setelah menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


     "Oh iya om! Firdaus baru ingat! ada! mereka menyelam sambil membawa senjata runcing untuk menusuk hewan tersebut," responnya dan om Anggara lagi - lagi hanya tersenyum karna ingatan Firdaus begitu kuat walau hanya di ingatkan sedikit saja lalu kembali berbicara " fungsi boots ini untuk menghindari terjadinya kejang kaki  yang disebabkan kedinginan atau pun lecet sewaktu menyentuh dasar laut."


     "Nah! Om lanjut keperatan yang selanjutnya ya?" sambungnya meminta pendapat.


     "Iya om," semangat Firdaus.


     "Oh iya om lupa" ucapnya sambil memegang dahinya.


     "Kamu lupa apa Anggara?" tanya Papa Firdaus.


     "Ini aku lupa jelasin dikit lagi" jawabnya yang langsung mendapat pukulan ringan dibahunya oleh temannya.


     "Kamu ini! ku kira kenapa tadi," herannya.


     "Hehe... Biasa sob... Kan aku emang jagonya bikin panik" responnya sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal.


     " Jadi gini Firdaus... Kalau kamu mau pakai boost, kamu harus pilih boost yang sesuai dengan ukuran fins. Supaya ia jadi memiliki komposisi yang kuat agar minim terjadi cedera... Kalau kamu pakai boost yang makin tebal itu lebih baik tapi jangan ambil terlalu yang ketat," jelasnya.


     "Memangnya kenapa om kalau ketat? bukannya semakin baik? kan nanti dia jadi gak mudah lepas," heran Firdaus.


     "Iya... Tapi ketatnya jangan terlalu berlebihan... Takutnya nanti menghambat peredaran darah," beritahunya dan Firdaus hanya mengangguk tanda mengerti.


     "Sekarang apa lagi om?" tanya Firdaus yang sudah tak sabar untuk mengetahui fungsi benda yang lain.


     "Sabar... Sabar... Orang sabar disayang Tuhan," canda om Anggara sambil menaik turunkan telapak tangannya dan Firdaus hanya tertawa bersama papanya saat melihat ekpresi om Anggara.


     "Yang selanjutnya, yaitu yang kelima. Ada Rompi apung," ucapnya.



     "Nah! kalau ini mah Firdaus juga udah tau kegunaannya om," responnya senang.


     "Ya iya lah! orang kalau kita naik pesawat atau kapal laut ada," serunya.


     "Tapi kenapa dimobil angkutan kagak ada ya om?" pikirnya.


     "Emangnya kalau naik angkutan ketika kamu nabrak pohon kamu langsung kelelep apa? Tolong... Tolong... Aku tenggelam... Tapi sayangnya bajuku kebakaran... Tenggelam dalam kobaran api... Jadi aku minta rompi... tolong... eh tolong... rompiku malah ikut dimakan api dan tengggelam..." guraunya lagi yang membuat Firdaus dan papanya sampai sakit perut karna tak berhenti tertawa.


     "Hei sob! kau ingin membunuhku dan anakku dengan candamu ya? mati aku nanti! gara - gara sakit perut dashyat usai tertawa," tanyanya dengan tawa yang masih enggan pergi meninggalkannya.


     "Au ni si oom! perutku udah berputar kayak komedi ni om," sambung Firdaus ikut merasa lelah.


     "Ya itu sih nasibnya kalian kalau udah ketemu sama rajanya lawak! emangnya kayak papamu ini! serius banget ekpresi nya, bahkan kalau kulihat dia lebih sering menampakkan wajah sedatar papan saat disekolah dulu," beritahunya.


     "Huh! mana ada! kamu jangan asal bicara ya!"


     "Intinya itu tidak benar!"


Papa Firdaus mencoba mengelak.


     "Aku sepertinya punya sebuah bukti, yang mana jika aku ceritakan kejadian yang mencengkram saat seorang adik leting ingin berjumpa dengan seorang Kaka kelas tampan. Tapi langkahnya terhenti saat-"


     Papa Firdaus yang sudah tidak kuat lagi mendengar penuturan temannya hanya dapat memotongnya.


     "Sudah cukup! oke - oke! aku kalah! kamu memang sudah tau semua tentangku,"


     "Hahaha! sudah kuduga kamu tidak dapat mengalahkan kekuatan ingatanku."


     Sombongnya sambil terus menatap kearah temannya yang sudah memalingkan wajahnya kearah lain.


     "Udah ah! papa jangan merajuk lagi oke..." Firdaus mencoba untuk membujuk papanya hingga akhirnya setelah menghembuskan nafas kasar papa Firdaus akhirnya mulai menatap kearah temannya kembali.


     "Nah... Gitu dong. Kan jadi enak dilihatnya,"


     "Sudah jangan terlalu banyak bicara."


     "Terus kalau aku gak bicara gimana cara menjelaskannya?"


     " Hmm... Sepertinya ada yang sudah rindu merasakan aura yang sudah lama kututupi nih! lumayan, aku juga sedang membutuhkan mainan untuk kali ini."


     Om Anggara jadi membeku sesaat, tubuhnya bagai disetrum aliran listrik saat mendengar apa yang temannya katakan. Ia kini memberanikan diri untuk menatap bola mata penuh aura yang sudah siap dikeluarkan tapi masih ditahan.


     "Kamu sedang tak ingin membunuh temanmu yang baik ini kan?"


     "Menurutmu?"


     "Ya, lebih baik jangan lah... Kamu gak kasian apa sama temanmu ini?"


     "Aku malah berharap kamu ditelan hiu paus sekarang,"


     "Tega bener kamu!"


     "Hahaha, baru tau?"


     Om Anggara yang sudah tak mau lagi memperpanjang perdebatannya mulai kembali menjelaskan peralatan renang pada Firdaus.


     "Kita langsung masuk kepenjelasan alat renang yang keenam ya Firdaus."

__ADS_1


     "Iya om,"


     "Firdaus menurutmu apa fungsi pakaian yang sedang kamu gunakan itu?"


     Firdaus yang ditanya lansung melihat kearah bajunya, sambil memegangnya sebentar lalu baru ia mengangkat suara.



     "Baju ini fungsinya untuk menjaga tubuh penyelam agar tetap hangat dikawasan yang dingin. Bahan pakaian yang terbuat dari karet dan mempunyai gelembung busa berudara tidak dapat menyerap air. Tak hanya itu, baju ini dapat juga melindungi tubuh kita dari goresan maupun sengatan hewan laut,"


     "Bener banget itu,"


     "Pasti dong bener! orang tanyanya aja ke Embah!"


     Firdaus hanya terkekeh pelan sambil memetikkan jarinya, hingga menghasilkan bunyi yang nyaring.


     "Iyain aja deh! biar bahagia," respon om Anggara lalu kembali mengambil alat lain "ini."


     "Kalau ini namanya sabuk pemberat. Fungsinya agar tubuh kita mudah masuk kedalam air, hingga daya apung jadi lebih besar dari 5 sampai 25 pound."



     "Oh... Gitu ya om?"


     "Iya..."


     Setelah merespon perkataan Firdaus om Anggara kembali menjelaskan alat selanjutnya.


     "Eh - eh! om gak lagi becanda kan? masak ia om masih marah sama papa dan diam - diam ingin membunuhnya."


     Ia masih saja terus menatap kearah om Anggara yang merasa heran dengan tingkah Firdaus saat ia membuka pisau renangnya.


     "Kamu kenapa?"


     Om Anggara hanya bertanya dengan mata yang sudah tertuju kembali pada mata pisau yang tajam. Firdaus hanya mampu menghembuskan nafas berat, ia terus saja menatap kearah omnya untuk meminta penjelasan.


     "Kamu jangan salah paham," beritahunya yang sudah paham dengan pertanyaan Firdaus. Sedangkan orang yang ditanya malah merasa semakin kesal.


     "Terus itu buat apa juga om? mainan anak ikan untuk menuju sakaratul maut? om ini..." responnya sambil menggeleng - gelengkan kepala.


     "Ini adalah pisau selam! fungsinya untuk menolong, menggali dan juga pengukur bagi seorang penyelam."



     Firdaus yang mendengar penjelasan om Anggara akhirnya dapat menghembuskan nafas lega karna merasa tegang sejak tadi.


     "Sedangkan ini namanya sarung tangan renang! sarung tangan ini sangat dianjurkan bagi pemula, yaitu bagian dari tangan agar tidak tergores dan sebagainya. Tapi jika menggunakan ini tangan kita akan terlindung hingga menjadi lembut saat terkena air,"



     "Oh... Gitu... Lalu!"


     Om Anggara yang mendengar seruan Firdaus yang sangat bersemangat itu jadi ikut terbakar api semangat juga.


     "Selanjutnya Tas selam! dan kamu pasti sudah tau fungsinya. Tak lain dan tak bukan untuk menyimpan segara perlengkapan agar tidak tercecer selama diperjalanan atau pun dikapal."



     Lagi - lagi Firdaus hanya merespon dengan anggukan lalu kembali mendengar penjelasan selanjutnya.


     "Kalau ini namanya Gauges selam. Fungsinya untuk menunjukkan berapa jumlah oksigen yang terdapat didalam tabung, Gauges ini kegunaannya juga hampir sama dengan Dive conputer, yang digunakan untuk menunjukkan tekanan udara, kedalaman air, dan suhu udara."




     "Tapi bisa juga dipakai sebagai petunjuk berapa lama seorang penyelam dapat bertahan didalam air, benar kan?"


     Om Anggara yang mendengar pertanyaan Firdaus juga ikut mengangguk membenarkan.


     "Yang ketiga belas ini ada senter. Fungsinya untuk membantu penglihatan saat berenang kebagian dalam laut yang tentunya jika kita berenangnya semakin dalam maka semakin gelap juga,"



     "Terus yang terakhir ada yang namanya Tank atau biasa kita sebut tabung gas. Fungsinya untuk bernafas didalam air. Ia memiliki beragam ukuran, tergantung berapa lama penyelam akan melakukan penyelaman," jelasnya pada alat terakhir itu.



     "Nah! sekarang kamu sudah tau kan? jadi kamu tidak usah bingung lagi, apa lagi merasa penasaran..."


     "Iya om! makasih ya om! karna usaha mau jelasin fungsi alat ini pada Firdaus,"


     "Sama - sama."


     Setelah memberi jawaban untuk Firdaus, om Anggara mulai menyuruh mereka untuk bersiap - siap menggunakan peralatan tersebut. 


__ADS_1


__ADS_2