Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 140


__ADS_3

     Malam ini adalah malam yang sudah di rencanakan oleh Miftah dan keluarga Firdaus. Usai acara makan malam, mereka berniat untuk mempertemukan Rosalia dan Askari di sebuah restoran teman mamanya Firdaus.


     "Gimana rencananya?" tanya Miftah saat sudah keluar dari kamarnya.


     Firdaus yang berada dihadapannya sejak tadi hanya mengancungkan ibu jarinya sambil menjawab "beres..."


     "Kak coba lihat ke bawah deh!" unjuk Miftah pada mama Firdaus yang baru saja keluar dari kamarnya.


     Terlihat Rosalia yang sudah lebih dulu menunggu kedatangan mama Firdaus di sofa ruang tamu.


     "Eh Rosalia! ternyata kamu sudah siap duluan ya? lama gak nunggunya?" tanya Dahra padanya.


     "Enggak kok Dahra... Gak lama kok!" jawabnya sambil tersenyum.


     "Ya sudah... Kalau beneran lama aku minta maaf ya sama kamu," responnya balas tersenyum.


     "Iya Dahra... Biasa saja, kita sama - sama jadi mantu nantinya!" ucapnya sambil terkekeh pelan.


     "Hehe! iya kamu bener banget," responnya sambil memukul sebelah bahu Dahra pelan.


     Saat Dahra hendak menarik tangan Rosalia untuk keluar, tiba - tiba gerakannya terhenti karna di tahan oleh Rosalia.


     "Tunggu dulu," cegahnya.


     "Kenapa Rosalia?" tanyanya bingung.


     "Kamu udah minta izin dulu belum sama suami kamu?" peringatnya dan Rosalia hanya tertawa.


     "Kenapa kamu malah ketawa?" sambungnya sambil mengerutkan dahinya.


     "Kamu ini ya Rosalia... Ada - ada aja deh! aku tuh kalau kemana - mana udah pasti harus minta izin sama suamiku dulu... Kalau enggak nanti dia malah ngamuk kayak macan," jawabnya.


     "Oh... Kirain! bagus deh kalau gitu," responnya sambil mengangguk.


     "Oke! berangkat sekarang, udah telat soalnya aku ini." ajaknya kembali menarik tangan Rosalia.


     "Aduh... Pelan - pelan Dahra..." ucapnya berusaha menyeimbangkan langkah kakinya saat berjalan di belakangnya.


     "Lagian kamu kalau gak aku tarik lama sih!" komennya.


     "Ya lagian aku hanya mencoba mengingatkan kamu aja," responnya.


     "Hmm... Baiklah - baiklah," ucapnya tak mau ambil pusing.


     Sedangkan Firdaus dan Miftah sudah ketawa sejak tadi ketika melihat pertengkaran kecil mereka.


     "Ya ampun... Mamaku sama mama kamu ternyata lucu juga ya," ucapnya sambil terkekeh.

__ADS_1


     "Ya lucu dong... Mereka kan dua mama kita yang paling hebat," responnya.


     "Kaka benar! semoga aja pertemuan mama dan papa kali ini benar - benar berjalan dengan lancar," harapnya.


     "Iya Miftah... Kaka juga berharap hal yang sama sepertimu kok," ucapnya sambil tersenyum ke arahnya.


     "Iya Kaka," responnya.


                 🍃 Diluar rumah 🍃


     "Dahra, emangnya kita mau kemana sih malam - malam begini?" tanya Rosalia.


     "Ini lho Rosalia... Aku itu mau ke apotik kesayangan aku," jawabnya.


     "Apotik kesayangan? untuk apa kesitu?" tanyanya lagi semakin bingung.


     "Ya ampun... Kamu emang gak perhatian ya sama aku," dengusnya memulai akting meskipun ada benarnya supaya Rosalia tak curiga terhadapnya.


     "Kamu lihat gak sih kalau wajahku ini agar memar?" tanyanya.


     "Oh... Aku paham, kamu pasti mau obatin luka kamu kan disana? ditempat kepercayaan kamu." tebaknya.


     "Pinter kamu Rosalia," responnya.


     "Tapi-" belum sempat Rosalia menyelesaikan ucapannya Dahra langsung memotongnya.


     Rosalia hanya pasrah untuk saat ini, sebenarnya ia dapat merasakan sesuatu yang janggal sejak tadi cuma ia mencoba untuk berpikir positif.


     Saat mereka sudah masuk kedalam baru sang supir mengantar mereka ke tempat tujuan.


                 🍃 Di dalam mobil 🍃


     "Oh iya Dahra! sebenarnya kamu ajak aku ke apotik untuk beli obat memar agar menghilangkan luka kamu apa ke salon kecantikan aja? atau pun dua - duanya dobel - dobel," ucap Rosalia kembali membuka suara.


     Dahra yang mendengar ucapan Rosalia hanya mampu menghembuskan napas panjang.


     "Ya ampun Rosalia... Pertanyaanmu ternyata segudang juga ya... Aku sampai bingung harus jelasin gimana lagi, ku akui kalau aku mau bohongi kamu lumayan sulit ternyata." batinnya resah sambil memegang dahinya.


     "Eh! eh! Dahra! kamu kenapa? kepala kamu sakit ya?" tanya Rosalia panik saat Dahra hanya menghembuskan napas beberapa kali sambil memegang dahinya dengan kondisi kepala yang terus menunduk.


     Sebuah ide yang lumayan kejam terlintas di kepalanya.


     "Aha! lebih baik aku pura - pura sakit aja biar dia mau nurut sama aku. Ples... Gak banyak nanya lagi," batinnya girang.


     "Baiklah! mari kita berakting diriku," batinnya lagi.


     "Aduh... Rosa... Kepalaku sakit banget ini Rosa... Kayak mau terbelah dua ini kepalaku," rintihnya sambil mengeluarkan air mata palsunya.

__ADS_1


     "Disebelah mana yang sakit Dahra?" tanyanya sambil melihat di setiap bagian kepalanya.


     "Aku gak tau Roda... Eh! maksudnya Rosa iya! bukannya roda..." jawabnya kikuk.


     "Iya, pasti ada bagian yang kamu rasa paling sakit itu dimana?" tanyanya lagi.


     "Hadeh... Rosalia kamu malah makin banyak nanya," batinnya menjerit.


     Tanpa pikir panjang Rosalia menyuruh pak supir untuk mengantar mereka ke salah satu rumah sakit terdekat, tapi niatnya di cegah oleh Dahra.


     "Eh! jangan pak, kita jalan aja sampai ke tempat tujuan ya." pintanya yang hanya di angguki oleh sang supir.


     "Lho! itu kamu kok kayak sehat?" selidiknya.


     "Ya aku emang sehat Rosalia... Aku cuma memar dikit doang kok di wajah sama di bagian lain hingga aku harus ke salon kecantikan segera," jawabnya.


     "Maaf! tadi aku cuma nipu kamu doang, habisnya kamu rewel banget sih." jujurnya sambil mendengus kesal.


     "Is! kamu bikin kaget aku aja, ya udah lebih baik aku diem aja udah," putusnya.


     "Bagus itu," responnya setuju.


     Hingga akhirnya mobil taxi itu berhenti disebuah restoran yang disampingnya terdapat sebuah salon kecantikan.


     "Nah Rosalia kita sudah sampai," ucap Dahra setelah membayar ongkos taxi.


     "Ayo kita masuk kedalam sana dulu," ajaknya pada Rosalia.


     Rosalia tampak bingung saat uluran tangan Dahra mengarah ke restoran, bukan ke salon kecantikan.


     "Lho! kok ke restoran Dahra? bukannya kamu ingin mengobati wajahmu?" tanyanya mulai curiga.


     "Enggak Rosalia... Aku sudah lapar karna tadi nafsu makan ku menurun jadi gak puas deh," jawabnya terpaksa berbohong.


     Rosalia tanpa berpikir sejenak, dan memang benar sih tadi Dahra hanya memakan sedikit makanannya.


     "Huh! untung tadi aku bisa menahan sedikit nafsu makanku, padahal aku lapar banget usai bertarung. Tapi demi rencana ini berjalan dengan lancar dan mantuku senang aku gak masalah sih..." batinnya berusaha sabar.


     "Ya udah ayo kita makan dulu, lagian nafsu makanmu pasti jadi lebih menurun selesai menahan sakit saat di obati." putusnya lalu menarik tangan Dahra kedalam restoran.


     Raut khawatir dan penuh kecurigaan kini hilang dalam sekejap. Yang ia pikirkan saat ini adalah membawa Dahra untuk makan lebih banyak agar cepat membaik sebelum mood nya menghilang lagi.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2