
Puas berpelukan mereka pun melepaskannya.
"Maaf! karna tadi sudah memelukmu tanpa izin," ucap Karlina sambil menunduk.
"Tidak masalah Karlina, justru aku sangat bahagia jika dapat di peluk olehmu." responnya hingga membuat senyuman Karlina mengembang.
"Oh iya Karlina! tadi kan kamu sempat marah padaku, karna kamu tidak ingin sampai terjadi kesalahpahaman hingga membuat istriku marah." sambungnya.
"Jadinya?" tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Apakah kau tau Karlina? aku sebenarnya sampai sekarang ini masih melajang, dan belum pernah berpacaran dengan wanita manapun sebelumnya. Seandainya ada yang ingin mencari perhatianku, tapi tetap saja tak ada siapa pun yang mampu membuatku terpikat selain kamu." ungkapnya.
Blusssh
Pipi Karlina jadi bersemu merah saat mendengarkan kata - kata Karondra yang terdengar begitu manis di telinga.
"Ya ampun... kamu ternyata diam - diam mampu menggoda juga ya," ucapnya sambil terkekeh.
"Aku tidak berniat menggodamu kok," responnya.
"Itu barusan! apa yang kamu ucapin itu mirip dengan kata - kata gombalan tau," resahnya.
"Ya mungkin saja iya! tapi yang aku katakan tadi benar - benar tulus Karlina, ku harap kamu mau mengerti akan hal itu." harapnya.
"Jadi kamu beneran masih lajang sampai sekarang? kamu benar - benar gak pernah pacaran lagi?" tanyanya masih tak percaya.
"Iya Karlina, karna aku benar - benar hanya mencintaimu seorang dari dulu sampai sekarang." ungkapnya.
"Tapi aku rasa itu tidak mungkin sih! hubunganmu dengan suamimu pasti sudah sangat baik sekarang, ditambah lagi kau juga harus mempertahankan rumah tanggamu demi anak - anakmu."
"Mereka pasti akan sangat sedih Jika melihat perpisahan orang tua mereka, apa lagi jika masih kecil dan belum tau apa - apa." responnya.
"Ternyata kamu segitu pedulinya yah sama aku, bahkan sama anak - anak aku meskipun mereka belum ada." ucapnya terharu.
"Entah kenapa aku jadi yakin aja deh! meskipun aku sudah memiliki anak dari pria lain, tapi itu sepertinya tidak memberatkanmu sama sekali dalam memilikiku." tebaknya.
"Ya! kamu benar Karlina, karna aku sungguh mencintaimu tanpa syarat apa pun." responnya membenarkan.
"Baiklah! kalau begitu, bagaimana kalau besok kita menikah?" tanyanya yang sontak saja membuat mata Karondra membulat sempurna.
"A-apa? ka-kamu tidak lagi becanda kan?" tanyanya merasa heran.
Karlina hanya menggelengkan kepalanya kesana kemari.
"Tapi bagaimana dengan suamimu? apakah ia sudah menceraikanmu? begitu pun anakmu, apa tidak perlu meminta izin pada mereka terlebih dahulu?" tanyanya bertubi - tubi.
Karlina lagi - lagi hanya terkekeh di buatnya.
"Hahaha, kamu ini lucu banget deh Karondra! berarti kamu masih belum paham kayaknya sama ucapanku di bagian bahkan sama anak - anak aku meskipun mereka belum ada," peringatnya.
"Oh... Iya aku ingat! jadi kalian masih belum di berikan momongan dong?" tebaknya.
"Benar! selamat! anda mendapatkan uang tunai sebanyak 100 juta rupiah," lawaknya yang kini sudah tertawa sambil menutup mulutnya.
"Ya ampun Karlina... Ada - ada aja deh kamu," responnya sambil mengelus puncak kepalanya.
Matanya Karlina yang tak sengaja melihat ke arah jarum jam yang ada di dalam kamar Karondra langsung saja bangkit karna rasa sakit di kakinya sudah menghilang.
"Aduh Karondra! maaf banget ya, aku harus cepat pulang. Karna besok aku akan pergi ke pengadilan agama, untuk mengajukan gugatan cerai bersama suamiku." cemasnya.
"Benarkah? tapi apa kau keberatan jika aku yang akan mengantarkanmu?" tanyanya.
"Tidak perlu Karondra, aku bisa pulang sendiri kok dengan mobilku." jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalau enggak, aku mau jagain kamu lewat belakang aja ya dengan mobilku? gimana? soalnya ini udah larut banget." tawarnya.
"Eng-" ucapannya terpotong.
"Ku mohon Karlina," harapnya yang membuat Karlina menghembuskan napas panjang.
"Baiklah - baiklah," responnya lalu keluar dari kamar itu.
"Yes!" senangnya sambil mengepalkan satu tangannya yang sudah di hadapan wajahnya lalu turunkan kebawah.
Karlina hanya menggeleng - gelengkan kepalanya saat melihat sikap Karondra padanya.
"Ternyata begini nih rasanya sangat di pedulikan oleh seseorang," batinnya sambil tersenyum.
"Ya Allah, setelah apa yang aku lakukan! ternyata engkau masih memberikanku peringatan, bahkan tak segan - segan mendatangkan kebahagiaan yang tak pernah ku duga sebelumnya." batinnya lagi berkaca - kaca.
Kini ia sudah sampai di luar mall dan berjalan menuju ke parkiran, usai membayar uang parkiran pada seorang bapak - bapak dengan harga lebih ia pun masuk kedalam mobilnya.
"Neng! ini ma kebanyak neng," ucapnya terkejut saat menerima uang senilai satu juta rupiah itu.
"Tidak apa - apa pak, ambil saja. Lebih baik bapak pulang sekarang karna sudah malam, takutnya ada preman jahat yang berkeliaran di dekat sini pak." peringatnya.
"Baiklah neng! ya Allah... Sekali lagi makasih banyak ya neng! saya bingung mau berkata apa lagi, semoga saja neng jika belum bertemu jodohnya cepat di pertemukan dan di mudahkan segala urusannya ya." doa bapak yang umurnya sangat tua.
"Amiiin ya rabbal a'lamin... Makasih banyak ya pak doanya, doa yang terbaik juga buat bapak oke." respon sambil membentuk jarinya menjadi oke dan menyipitkan satu matanya.
"Oke neng," angguk sang bapak yang sudah berlinang air mata, tangannya sampai bergetar karna menerima uang sebanyak itu dari Karlina.
Setelah melambaikan tangannya pada bapak tersebut sebentar baru ia menutup kaca mobil untuk pulang kerumahnya. Ia yakin, jika Askari pasti sudah menunggunya di sana.
"Hem... Ternyata berbagi itu sangat indah ya! sayangnya dulu aku belum terlalu mengerti tentang hal itu, karna sibuk merebut hati seseorang tanpa paksaan." resahnya yang kini sudah melajukan mobilnya di jalan raya.
Ia sama sekali tak menyadari jika aksinya tadi sempat di lihat oleh Karondra yang hanya berdecak kagum kepadanya.
Akhirnya setelah beberapa jam melajukan mobilnya, ia pun sampai di depan rumahnya.
Dari dalam ia dapat melihat suaminya yang baru turun dari mobil pak Alterio yang sudah memutar haluan usai mereka berjabat tangan dari kaca mobil.
Karlina pun memilih turun, terlihat di belakangnya ada sebuah mobil berwarna hijau yang sejak tadi mengikutinya sampai tujuan dan siapa lagi kalau bukan Karondra.
"Kebetulan kita sampai bersama Karlina," ucap Askari, matanya sejak tadi menatap penuh rasa penasaran pada mobil yang ada di belakangnya.
"Emm... Karlina! tampaknya kau tidak pulang sendiri malam ini, dan siapa pemilik mobil hijau yang ada di belakangmu itu?" tanyanya sambil mengangkat alisnya.
Karondra tanpa di pinta langsung keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri pasangan suami istri itu.
"Hai! perkenalkan, aku adalah teman masa kecil Karlina, namaku Karondra." ucapnya sambil mengulurkan tangannya yang di sambut hangat oleh Askari.
"Ku harap anda tidak salah paham," sambungnya lagi.
"Oh... Tentu saja tidak! aku Askari." responnya sambil tersenyum dan Karondra membalasnya.
"Jadi kalian besok beneran akan bercerai?" tanyanya memastikan hingga membuat mata Karlina membulat sempurna.
"Ya ampun Kaka... Untuk apa kau menanyakan hal itu pada mas Askari?" tanyanya sambil memutar wajahnya pelan, ia berucap sedikit berbisik.
__ADS_1
"Wah... Sepertinya istri saya sudah benar - benar ikhlas di tinggalkan, karna sudah bertemu dengan cinta masa lalunya." ucapnya sambil terkekeh pelan.
Pipi Karlina sampai bersemu merah akibat menahan rasa malu.
"Berarti apa yang kalian katakan benar dong?" tebaknya.
"Iya... Kamu benar kok," respon Askari ramah.
"Ya ampun Karondra! apa hanya melalui ucapanku saja tidak cukup?" resahnya mendengus kesal.
"Ya cukup sih Karlina, tapi kan aku memerlukan bukti yang lebih jelas agar kita benar - benar dapat menjalani pernikahan kita." responnya yang semakin membuat Karlina hanya beristighfar beberapa kali.
"Hadeh..." ucapnya sambil memegang dahinya yang sedikit berdenyut.
"Yaudah Karondra, ini kan sudah malam dan aku pun sudah sampai! lebih baik Kaka pulang aja ya..." pintanya yang langsung di cegah oleh Askari.
"Eh! entar dulu! aku sedang ada urusan dengannya, jadi kalau kamu sudah benar - benar lelah lebih baik kamu saja yang istirahat terlebih dahulu Karlina." tawar Askari.
Karna tak ingin pikir panjang Karlina hanya menurut, lalu masuk kedalam mobil untuk ia bawa ke depan garasi. Nanti sampai di sana ada bodyguard yang akan memasukkannya.
Kini tinggallah dua orang pria yang tampak berumur berbeda.
"Hai! tampaknya kau tiga tahun lebih muda dariku," ucap Askari membuka topik pembicaraan.
"Mungkin saja kau benar," responnya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
"Jadi ada urusan apa kau denganku?" tanyanya santai.
"Aku hanya ingin berkata jika kau sungguh pria yang akan menikahi Karlina nantinya, tolong jaga dia! karna dia adalah seorang perempuan yang sangat baik." ucapnya sambil menepuk sebelah pundak Karondra pelan.
"Tak perlu berbasi - basi! aku sudah tentu akan menjaganya baik - baik, dan tak akan pernah menyia - nyiakan nya seperti apa yang telah kau lakukan padanya." responnya sambil menatap Askari tajam.
"Kau tampaknya sangat marah padaku, kami berpisah sudah tentu karna ada beberapa alasan dan kau jangan asal berpikir negatif jika kau belum tau sebabnya." peringatnya.
"Kalau begitu aku minta kau membuktikannya," pintanya.
Askari yang mendengar permintaan Karondra dengan senang hati menceritakan semuanya, bahkan sampai menjelaskannya secara detail supaya tidak terjadi salah paham sebelumnya.
"Jadi, kau sama sekali belum pernah menyentuh Karlina dan itu sebabnya kalian berpisah?" tanyanya terkejut.
"Kamu benar Karondra! kau pasti tau kan bagaimana rasa sakitnya di pisahkan oleh anak dan istrimu sendiri? bahkan sampai terjadi adu mulut dasyat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya." jawabnya.
"Iya aku pasti tau, aku turut merasa sedih saat mendengar ceritamu. Aku mewakili Karlina untuk meminta maaf untukmu," ucapnya.
"Tidak masalah, Karlina pun sudah meminta maaf sendiri padaku." responnya.
"Kalau begitu saya izin masuk kedalam dulu yah! kamu hati - hati di jalan, terima kasih sudah mau mengawasi Karlina hingga sampai ke tujuan." ucapnya sambil tersenyum.
"Sama - sama, kalau begitu sampai jumpa yah! semoga besok penceraian kalian berjalan dengan lancar tanpa ada kendala." doanya.
"Amiiin... Terima kasih banyak, semoga pernikahanmu dengannya juga berjalan dengan lancar ya..." respon Askari.
"Amiiin... Semoga saja iya," harapnya lalu berjalan ke arah mobil.
Mereka pun berpisah dengan arah yang berlawanan untuk menuju ke tempat masing - masing.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1