Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 6


__ADS_3

          Miftah kini sedang berjalan menuju kerumahnya. Tiba - tiba didekat sebuah hutan pedesaan yang sedang ia lalui itu terdengar suara yang sedang membahas sesuatu yang sangat menarik baginya.



     Karna penasaran ia pun memberanikan diri untuk mengintip dibalik pohon besar. Ia dapat melihat dengan jelas ada dua orang pria tua yang sedang berbincang dengan seorang pria muda yang sangat tampan. Sepertinya ia memiliki uang yang sangat banyak, itu  jelas terlihat karna ia menggunakan pakaian mahal yang begitu mencolok.



     "Maaf bos! saya baru bisa bertemu dengan anda sekarang karna istri saya sedang sakit, jadi saya harus membantunya menjaga anak - anak kami." ucap pria satu.


     "Iya bos! anak saya juga sedang sakit. Jadinya saya tidak bisa bertemu dengan anda pada waktu itu," sambung pria dua dengan raut wajah sedih.


     "Terserah! itu urusan kalian, bukan urusan saya. Yang saya inginkan adalah-- kalian menghancurkan kebun gadis itu sehancur hancurnya dan berusaha mencelakainya hingga mati." responnya angkuh.


     "Sudah bos! jadi bolehkan kami minta imbalannya sekarang bos?" tanya pria satu.


"Apa? imbalan? heh! kalian pikir kerja kalian itu udah bagus hah? jelas - jelas Kebun itu tidak terlalu hancur! kenapa kalian tidak membakarnya sekalian biar semua tumbuhan itu jadi abu!!! dasar bodoh!!! sama sekali tidak becus!!!" gertaknya.


     "Tapi bos! kami sudah berhasil membuat gadis itu masuk ke rumah sakit," ucap pria dua tak terima.


     Karna kesal dan geram pria kaya itu pun langsung melangkahkan kakinya menghadap kesipria dua.


"Kamu pikir itu sudah hebat? sayang sekali itu masih belum cukup untukku. Karna aku mendapat kabar dari pihak rumah sakit, bahwa pasien yang bernama Miftahul Jannah itu sudah sembuh dan bisa kembali lagi kerumahnya. Apakah itu yang dinamakan berhasil? benar - benar tidak tau malu," ucap pria kaya dengan penuh penekanan.


     Miftah yang sudah tak sanggup lagi mendengar perbincangan mereka langsung keluar dari tempat persembunyiannya .


     "Plak!"


     "Plak!"


     "Plak!"

__ADS_1


     Tiga tamparan mendarat dengan sempurna tepat dipipi kiri pria kaya tersebut. Pria yang sangat ia kenali karna beberapa hari yang lalu dia sempat membeli terong dikebunnya.


     "Kurang ajar!!! ternyata selama ini yang telah merusak kebunku adalah kamu!!! benar - benar pria berhati busuk!!!" gertak Miftah murka.


"Dan kalian!!! kanapa kalian mau berkerja dengan orang yang hatinya sudah tak berbentuk lagi seperti ini hah? jawab!!!" sambung Miftah dengan tangan yang sudah mengepal kuat.


     "Maafkan kami neng! kami gak sengaja. Kami terpaksa melakukan ini demi kemuarga kami yang sedang sangat sekarat. Kami bingung harus gimana, karna para saudara dan tetangga kami tidak ada yang sanggup membantu kami akibat biaya rumah sakit yang dibutuhkan untuk menyembuhkan keluarga kami sangat mahal," jawab pria satu.


     "Betul neng! kami minta maaf! kami sangat menyesal," sambung pria dua.


Miftah yang mendengarkan pengakuan dari para pelaku itu jadi merasa luluh. Tanpa rasa ragu ia meminta mereka agar memberi tau apa nomor rekening yang mereka gunakan.


     "Sebenarnya kami merasa tidak enak pada eneng, padahal kami telah membuat enang celaka," ucap pria dua sedih.


"Tidak apa - apa, yang penting sekarang kalian harus cepat pergi ke rumah sakit untuk melunaskan biayanya." respon Miftah setelah mentransfer uang yang ada ditabungannya untuk mereka.


     Firdaus yang merasa tak terima dengan perlakuan Miftah sontak membalasnya kembali. Tapi sialnya tangannya tidak mendarat sesuai harapan.


     "Dengar ya! aku sebenarnya sedang tidak ingin berdebat dengan siapa pun! tapi kamu berhasil membuatku menghilangkan keinginan itu," ucap Miftah dengan tatapan tajam.


"Asal kamu tau ya! aku melakukan ini karna aku muak melihat tingkahmu yang dengan PD nya menghancurkan martabat ku sebagai seorang CEO yang tampan, baik dan gagah. Tak lupa bijaksana. Semenjak aku membantu mu membuat video itu, aku jadi merasa jijik denganmu. Bahkan saat pulang, gara - gara buah terongmu yang jelek dan sangat buruk itu membuat mamaku jadi memintaku untuk selalu datang kekebunmu. Jadi aku berinisiatif untuk mengahancurkannya, agar mereka mengerti bahwa buah terongmu sudah tidak ada lagi. Rencana itu sangat membantu ku agar tak perlu datang lagi ke tempatmu," jelasnya panjang lebar.


     Miftah yang merasa ngilu dibagian punggungnya dengan susah payah bangkit dihadapan pria kejam itu.


"Baiklah!!! jika itu memang mau mu, aku akan memenuhinya. Mulai besok dan seterusnya kamu jangan pernah berkunjung kekebunku lagi bila ia telah tumbuh subur kembali," ucap Miftah dengan perasaan perih.


     "Aku merasa heran denganmu. Hanya gara - gara kebun dan sikap ku itu kamu tega bertindak tanpa bertanya apa alasanku! kalau memang kamu memiliki otak pintar harusnya kamu bekerja sama denganku agar kamu merasa tenang karna tak perlu memetiknya. Dengar ya! aku bukan tipikal cewek yang suka gatelan sama cowok cuma gara - gara dia itu tajir. Aku ingin membuat video itu sekali karna aku benar - benar memiliki alasan dan untuk kedepannya aku cuma ingin merekam kebunku beserta para pembeli saja. Kebetulan kemarin kamu yang datang, seorang CEO sepertimu belum pernah ada yang datang kekebunku. Makanya aku berinisiatif membuat satu Vidio bersamamu agar kebunku tenar. Hanya itu saja niatku. Sebenarnya aku sangat gugup saat itu, karna aku tidak pernah membuat vidio dengan pria manapun. Tapi aku menahan rasa maluku agar impianku itu tercapai. Puas kamu!!!" jelas Miftah dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


     Firdaus merasa sangat terkejut saat mendengar penjelasan gadis tersebut. Jujur. Sebenarnya dia menyesal akibat kesalahpahamannya.


"Aku minta-" , belum selesai Firdaus menyelesaikan kalimatnya Miftah langsung memotong ucapannya.

__ADS_1


     "Cukup! sudah cukup! aku sudah tidak ingin mendengarkan apa pun lagi darimu, padahal nenek dan kakekku hiks! sudah berusaha merawatnya dengan baik dari dulu hiks! dan saat kebun itu sudah dipercayakan padaku hiks! Kebun itu malah hancur hiks! sekarang lebih baik kamu pergi dari hadapanku dan jangan pernah tampakkan lagi wajah kejammu yang tak berperasaan itu! anggap saja aku sudah mati! apa kau mengerti?" dengus Miftah.


     "Tapi--" lagi - lagi ucapan Firdaus terpotong.


"Tidak ada tapi - tapi! cepat pergilah sebelum aku berteriak sekarang dan perbuatanmu akan dengan cepat diketahui oleh warga kampung ini," ancam Miftah.


     Dengan berat hati, Firdaus pun mulai melangkahkan kakinya untuk menjauh dari Miftah yang sudah jatuh terduduk sambil menangis deras. Ia kini sedang menelpon salah satu pengawalnya untuk menjemputnya kembali.


     Firdaus benar - benar merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia sudah salah menduga. Ia pikir setiap ia datang kesitu maka sigadis yang ia anggap gila tadi akan selalu meminta untuk membuat rekaman bersamanya agar para gadis - gadis lain iri melihatnya.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...

__ADS_1


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2