
Rosalia hanya diam saat mendengar responan Askari, ia bingung untuk berkata apa lagi sekarang.
Air matanya masih terus mengalir untuk membasahi pipi indahnya.
Askari yang kebetulan membawa tisu kecil di saku jasnya langsung mengambil dan menyerahkan beberapa lembar kepada Rosalia.
"Ini! ambillah dan hapuslah air matamu, jangan pernah kamu tangisi pria yang tak memiliki hati nurani itu." serahnya sambil memberikan senyuman termanisnya.
Rosalia awalnya hanya menatap hingga akhirnya ia mulai meraih tisu tersebut.
"Makasih mas," ucapnya masih dalam keadaan menunduk usai menatapnya sekilas.
"Mas... Aku sebenarnya masih cinta sama kamu. Jujur! meskipun aku sudah menikah dengan Werdan, tetap saja rasa cintaku yang paling besar hanya untuk kamu mas!" jujurnya tanpa ada keraguan sedikitpun.
Askari sangat senang saat mendengar apa yang Rosalia katakan, berarti ia masih punya kesempatan untuk kembali bersamanya nantinya.
"Aku juga masih sangat mencintaimu Rosalia, aku bahkan sangat ingin jika kita kembali membangun rumah tangga kita yang sempat hancur untuk kebahagiaan bersama dan buah hati kita satu - satunya yang tak lama lagi akan segera menikah." responnya sambil meraih satu telapak tangan Rosalia yang ada atas meja.
"Deg!"
"Deg!"
"Deg!"
Jantung Rosalia jadi berdebar tak beraturan.
"Apa? mas Askari ternyata juga masih mencintaiku? tapi bagaimana dengan keluarganya nanti?" batinnya bingung.
Rosalia jadi bingung sekarang, rasa bahagia dan sedih bercampur menjadi satu seakan mengombang - ambingkan hatinya ke sana kemari.
Satu sisi, itu juga suatu hal yang ia rasa mustahil bisa ia gapai kembali. Tapi di satu sisi lagi, saat ia ingin menerimanya ia merasa tak pantas karna sudah pernah membagi kehormatannya dengan pria lain yaitu Werdan.
Namun, sampai saat ini mereka belum di karunia anak meskipun sudah beberapa kali melakukan suatu hal yang biasa di lakukan oleh orang yang sudah menikah.
Askari jadi heran saat Rosalia menarik tangannya dari genggamannya.
"Askari! aku sebenarnya sangat senang mendengar keinginan tulusmu, yang ingin rujuk kembali denganku untuk membangun keluarga kita yang sempat hancur karena adanya adu domba." ucapnya tak berani menatap wajahnya.
"Tapi aku bukanlah wanita satu - satunya lagi yang hanya di sentuh olehmu, aku juga telah menyerahkan kehormatanku pada pria jahat itu." sambungnya sambil menahan rasa sesak didadanya.
__ADS_1
Askari yang paham betul tentang kondisi Rosalia memutuskan untuk bangkit dan berjalan ke arah kursinya.
Ia berdiri sedangkan Rosalia masih duduk di kursinya dalam keadaan tubuh yang sudah berbalik menghadap kearahnya.
Askari mulai menaruh dua tangannya di pundak Rosalia.
"Rosalia! aku gak peduli berapa pun orang yang sudah menyentuhmu selagi ia masih menjadi mahrammu atau imam penggantiku, itu tidak memberatkan ku sama sekali." responnya.
"Tapi selagi kau sudah menjadi milikku kembali, baru aku akan marah jika kau melakukan hal di luar ikatan suci." sambungnya.
"Maksudmu?" tanya Rosalia masih bingung.
"Jadi begini Rosalia, aku ingin kau tidak permasalahkan masa lalumu lagi. Sekarang sudah ada aku yang siap menerimamu apa adanya, karna aku mencintaimu bukan hanya untuk pemuas kebutuhan biologisku saja. Tapi untuk pendamping yang hanya akan selalu menyayangi, mengerti dan menyemangati antara satu dan yang lainnya." jelasnya.
Roslia jadi tak mampu lagi membendung rasa harunya, hingga tanpa sadar ia bangkit untuk memeluk tubuh mantan suaminya dan kembali menangis deras di dada bidangnya.
"Mas... Aku gak tau mau ngomong apa lagi, sejak dulu memang kau satu - satunya pria yang sangat mengerti tentang perasaan aku. Tapi aku dengan bodohnya malah termakan umpan agar kita jadi bertengkar malam itu, di hari kebahagiaan anak kita lagi!" keluhnya menyesal.
Askari yang masih mematung saat Rosalia memeluknya jadi tersadar setelah mendengar apa yang Rosalia katakan.
"Iya... Bukan hanya kamu saja yang bodoh kok! aku juga sama, cepat memutuskan sesuatu saat itu hingga kita sampai menyiksa anak kita sendiri." responnya semakin mengeratkan pelukan.
Untung suasana di tempat itu sangat sepi, jadi mereka bisa leluasa bersama tanpa ada rasa canggung sedikit pun.
"Tapi bagaimana dengan keluargamu yang sekarang mas? begitu pun anak - anakmu," tanyanya.
"Kalau masalah anak! kami masih belum punya, karna aku tidak pernah menyetujuinya Rosalia." jawabnya.
Rosalia jadi terkejut saat mendengarnya.
"Lho! kok bisa gitu? terus apa tujuanmu untuk menikah? jika tak mau menyentuhnya untuk saling merajut kasih agar dapat tumbuh lebih besar dengan hadirnya buah hati," tanyanya lagi.
"Aku juga gak tau Rosa! dulu aku aku hanya berniat untuk menikah dengan orang yang sangat mencintaiku. Tapi aku tidak! aku pikir dengan aku menikah dengannya, aku dapat melupakan semua kenangan ku denganmu." jawabnya.
"Ternyata itu tidak sama sekali, itu hanya membuatku lebih ingat kepadamu." sambungnya sambil menunduk.
Terlihat jelas wajah Askari yang sudah di selimuti dengan kesedihan dan sejak tadi ia sukses menutupnya hingga sampai ke detik ini.
"Baiklah aku paham mas! maafkan aku atas pertanyaan ku itu padamu hingga kamu jadi sangat sedih," responnya sambil menatapnya dalam dan pria itu hanya balas tatap kepadanya.
__ADS_1
"Tidak masalah Rosalia, jadi apakah kau masih mau kembali bersamaku?" tanyanya yang kini sudah merendahkan tubuhnya dengan satu lutut mencium lantai.
"Aku mohon Rosalia! aku benar - benar tidak bisa hidup terpisah denganmu, meskipun dulu aku sempat membencimu! tapi cinta yang masih bersemayam di lubuk hatiku ini hanya tetap setia untukmu." sambungnya tak berhenti menatap dalam kearahnya dengan sedikit memelas.
"Sudah Askari! kau tidak perlu merendah seperti itu, harusnya aku yang memohon kepadamu. Karna akulah yang dulu tak mau mempercayamu, akibat api kecemburuanku yang begitu besar." responnya.
"Sekarang bangkitlah! ada yang ingin aku katakan padamu," pintanya sambil mengulurkan satu tangannya yang di sambut hangat oleh Askari.
Saat Askari sudah benar - benar berdiri tegak di hadapannya, Rosalia jadi sedikit mengadahkan kepalanya karna tubuh Askari lebih tinggi beberapa meter darinya.
"Sekarang! apa yang ingin kau katakan itu Rosa?" tanya Askari sambil menaikkan satu alisnya.
Jantung Rosalia jadi kembali berdengup kencang. Lidahnya terasa kelu untuk mengatakan sebuah penerimaan kepada Askari.
"Rosa!" seru Askari hingga membuat Rosalia menjadi terkejut dan menjawabnya.
"Tentu saja aku ingin bahkan sangat ingin kembali kepadamu Askari, ku harap kita bisa membangun rumah tangga kita menjadi yang lebih baik lagi nantinya." jawabnya lancar.
Ia jadi menghembuskan napas lega setelahnya.
"Terima kasih Rosa," girangnya lalu memeluk tubuh wanita yang sudah lama ia rindukan itu dengan sangat erat.
Rosalia sampai dibuat sesak napas olehnya.
"Mas! kau memelukku terlalu erat! aku sampai tidak bisa bernapas," peringatnya.
Askari yang mendengatkan hal itu jadi tersadar dan melepaskan pelukannya, ia jadi menunduk karna merasa malu.
"Maafkan aku Rosa! aku terlalu bahagia," ucapnya.
"Tidak masalah mas!" responnya hingga membuat keduanya saling tatap sambil tersipu malu.
Kini mata mereka jadi tertuju pada satu arah karna mendengar bunyi suara tepuk tangan yang begitu riuh di bagian anak tangga.
Mereka sampai tak percaya saat melihat siapa yang datang sambil memberikan senyuman terindah mereka masing - masing.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇