Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 110


__ADS_3

     Kini disebuah rumah sakit biasa tampak seorang wanita paruh baya sedang berbaring dalam keadaan lemah. Matanya masih sulit untuk dibuka meskipun ia sudah terbangun dari tidurnya.



     Dengan susah payah ia membuka kelopak matanya yang terasa begitu berat dan terlihatlah ruangan putih dengan bau obat yang begitu menyengat.


     Tiba - tiba pintu terbuka dan terlihatlah suster sambil membawa jarum suntik. Ia menyuntikkan cairan tersebut dari selang yang terhubung dengan jarum yang sangat tajam.



     Ada rasa perih meskipun jarum suntikan tidak menusuk kulitnya, sama saja itu mengalir ke dalam darahnya.


     "Sus..." ucapnya lemah.


     "Iya bu, apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


     "Apakah suster melihat suami saya?" tanyanya.


     "Oh... Pasti paman tampan itu kan?" tanya sang suster sambil tersenyum.


     "Iya sus," jawabnya.


     "Sepertinya sudah sebulan paman tampan tidak terlihat, padahal aku sangat ingin berbicara lagi dengannya." ucapnya sambil senyam - senyum sendiri.


     Sebenarnya wanita itu sedikit emosi saat melihat tingkah suster yang seperti ingin menggoda suaminya. Cuma ia berusaha berpikir positif karna tak ingin mencari keributan, ditambah lagi kondisinya yang sedang tidak memungkinkan.


     "Oh iya sus, bisakah anda mengambilkan minuman untukku?" tanyanya.


     "Minuman apa bu?" tanyanya.


     "Apa es doger? es campur? es - esan? atau mau ABCDnya uncle Muthu?" tanyanya lagi.


     "Ini si suster! apa sudah tidak waras ya? setelah aku tanyakan tentang suamimu malah dia yang ikutan kepikiran sampai gak fokus gitu, emang cocok dia aja deh yang jadi pelayan cafe." batinnya heran.


     "Bu! kenapa ibu tidak menjawab pertanyaanku?" tanyanya.


     "Dasar bodoh! masak orang sakit sepertiku malah kamu kasih minuman dingin," umpatnya dalam hati.


     "Ya sudah kalau gak mau jawab lebih baik aku lanjutin aktivitasku yang sebelumnya dulu ya," pamitnya tapi sebelum ia benar - benar hilang wanita itu langsung menjawabnya.

__ADS_1


     "Tolong ambilkan aku air putih saja ya," beritahunya.


     "Oke!" ucapnya kembali masuk kedalam dan menaruh air kedalam gelas kaca lalu membantunya minum.


     Usai dengan permintaan pasiennya ia pun pamit kembali dan wanita itu hanya mengangguk mengiyakan.


     "Mas... Sebenarnya kamu lagi dimana mas? aku sangat merindukanmu... Kenapa kamu gak jengukin aku lagi? kenapa mas?" batinnya merasa sedih dan tanpa ia sadari setetes air mata mulai mengalir dari matanya.


     Tak berapa lama kemudian terdengar ada seseorang yang kembali membuka pintu kamarnya dan itu sontak saja membuat senyuman wanita itu mengembang tat kala ia melihat dengan jelas siapa yang datang.


     "Mas," ucapnya senang.


     "Rosalia! aku ingin kamu menandatangani surat penceraian kita ini," pintanya tanpa basa basi sambil memberikan surat tersebut.


     Bagai terkena puluhan sambaran petir Rosalia hanya terdiam mematung, matanya masih setia memandang sebuah amplop yang berisi surat penceraian mereka.


     "Mas! sebenarnya salahku apa mas? kenapa kamu tega cerain aku hah?" tanyanya yang kini sudah berusaha untuk duduk dengan punggung yang masih menyender pada kepala ranjang.


     "Kau tanya alasannya?" tanyanya dengan tatapan tajam.


     "Ya aku sebagai istrimu berhak tau apa alasannya lah mas..." resahnya.


     "Kau sadar gak Rosalia? kamu itu udah tua! gak pantas buat aku yang wajahnya baby face! tanpa kamu pun aku dapat dengan mudah merebut wanita manapun yang aku sukai," jelasnya yang sungguh menusuk hati Rosalia yang sudah menumpahkan air mata.


     "Jika kamu merasa aku adalah wanita seperti itu kenapa sejak dulu kamu masih setia mengejarku hah? untuk apa juga semua ini," geramnya.


     "Aku gak peduli sama sekali! asal kamu tau Rosalia! sejak dulu aku hanya mencintai hartamu dan juga tubuh indahmu itu, tapi karna sekarang aku sudah puas aku menginginkan yang lebih dari dirimu itu." ucapnya yang kini sudah membuat kesabaran Rosalia habis dalam sekejap.


     Ia bangkit dari pembaringannya, entah kekuatan dari mana ia bisa berdiri dengan tegap lalu dengan kasar menarik selang infus dari tangannya hingga ada beberapa tetes darah yang tumpah diatas lantai.



     "Rosalia! apakah kamu sudah gila? kenapa kamu malah mencopot impusannya?" tanyanya khawatir.


     "Sudahlah! gak usah sok peduli denganku! toh! yang lebih kamu cintai bukan aku," resahnya berusaha tegar dihadapan pria itu.


     Berulang kali ia menghapus air mata yang mencoba mengalir sampai ke pipinya, tapi belum sempat air matanya mengenai dagunya ia langsung menghapusnya.


     "Mas! jika penceraian yang kamu inginkan! baiklah! aku akan memberikannya," ucapnya merasa geram.

__ADS_1


     "Tapi aku ingatkan sekali lagi yah mas! kalau kamu menikahiku waktu itu tanpa harus mengeluarkan uang seribu pun darimu, itu semua dariku." jelasnya.


     "Dan setelah kau puas dengan apa yang kau dapatkan hingga sangat berhasil diperkerjakan mu yang sekarang karena aku selalu membantumu, kau malah dengan mudah menceraikanku." sedihnya.


     "Mas! selama aku sudah menandatangani surat penceraian ini, aku ingin kamu melunaskan kembali semua utangmu padaku." ucapnya sambil melipat kedua tangan dibawah dada.


     "Memangnya aku pernah berhutang apa padamu?" tanyanya merasa geram.


     "Huh! dasar kakek pelupa," hinanya sambil menghembuskan nafas kasar.


     "Apa? berani kamu mengatakan hal itu padaku hah?" tanyanya yang kini sudah mendekat kearah wanita itu.


     "Berani kamu mendekat satu langkah saja maka aku akan menyeretmu kedalam penjara karna kasus penipuan," geramnya.


     "Heh! memangnya kamu punya bukti apa?" tanyanya sambil mengangkat bahunya acuh.


     "Kau pikir aku buta mas? sebelum menikah denganku ternyata pekerjaanmu hanya penipu online," ucapnya dengan tatapan tajam.


     "Bagaimana kau tau?" tanyanya merasa terkejut.


     "Kamu jangan main - main denganku mas! karna aku mempunyai buktinya," jawabnya.


     "Tapi aku bisa saja tidak menyerahkan bukti tersebut jika kamu tak lagi mengusik hidupku dan mengembalikan maharku yang dulu kau beri dengan mengutang uangku dan sampai sekarang kamu masih belum melunasinya," geramnya.


     "Oke! kalau begitu cepat kamu tandatangani ini," ucapnya pasrah meskipun ia tidak mendapat harta sedikit pun dari wanita itu.


     Setelah mendapatkan tanda tangan penceraian, tanpa pamit ia langsung pergi dari tempat itu sedangkan Rosalia yang sudah sangat frustasi memilih untuk kabur dari rumah sakit agar sampai kerumahnya sendiri.


     Disepanjang jalan ia hanya membiarkan air matanya mengalir deras, rasa sakit masih enggan pergi dari hatinya. Cuma ia harus kuat merima keadaan ini, dan teringat kembali sosok suami pertamanya yang selalu memperlakukannya dengan lemah lembut meskipun mereka sering bertengkar kecil.


     "Mas Askari! aku sadar sekarang, bahwa tak semua orang yang mengatakan cinta itu benar - benar cinta pada kita, dan orang yang tulus mencintaiku hanya kamu. Tapi kamu pasti sudah memiliki wanita lain hingga dapat lebih mudah melupakan aku," sedihnya sambil memegang dadanya yang begitu sesak.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


    


    


__ADS_2