
Kini Firdaus sudah pulang kerumahnya kembali, rasa cemas masih saja memenuhi kepalanya. Jantungnya saja masih tak berhenti berdebar saat ia melewati ruang tamu.
"Firdaus! duduk, papa sama mama mau berbicara padamu." perintah papanya.
"Nanti aja ya pa... Ma... Firdaus capek banget sampai gak bisa mikir," tolaknya.
"Firdaus! papa bukannya nyuruh kamu kerjain soal matematika, jadi kamu gak usah pasang tampang begitu! cepat duduk." ucap papanya yang benar - benar tak ingin dibantah.
Akhirnya, mau tidak mau Firdaus pun mulai menuruti keinginan papa nya itu yang pasti ingin membahas masalah pernikahannya dengan gadis itu.
"Bagaimana? apakah dia mau? jika mau maka besok juga kamu harus menikah dengannya! masalah biaya kamu tidak perlu memikirkannya, karna papa dan mama sudah mempersiapkannya." ucap papanya sambil menyesap kopi hitamnya.
Firdaus lagi - lagi dibuat terkejut dengan ucapan sang papa, rasanya ia ingin berteriak sekeras - kerasnya tapi ditahan.
"Pa... Menerima cinta seseorang itu bukannya segampang membersihkan debu diatas baju! jadi tolong berikan aku waktu dalam Minggu ini saja untuk mendapatkannya karna aku tidak mau memaksa seorang wanita mencintai ku secara paksa," dustanya.
"Tapi - " belum sempat sang papa bicara mamanya langsung memotong.
"Apa yang di ucapkan Firdaus ada benarnya juga pa... Jadi kita turuti aja dulu kemauannya... Papa kan juga tidak boleh terlalu menekannya, jadi berikan ia kesempatan ya pa..." ucap sang mama.
Setelah menghembuskan nafas kasar papa Firdaus dengan berat hati akhirnya menyetujui kemauan istrinya, hingga membuat sang korban yang sudah tegang dapat merasa sedikit tenang.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu sudah boleh kembali ke kamar! tapi jika dalam seminggu ini kamu tidak berhasil juga mendapatkan cintanya, maka jabatanmu akan menjadi taruhannya." ancam sang papa yang langsung membuat bulu kunduk Firdaus merinding ketakutan.
"Iya pa... Firdaus paham kok... Firdaus janji... Dalam waktu seminggu ini wanita itu akan menerima Firdaus dengan setulus hati," ucapannya bangkit lalu pergi meninggalkan orang tuanya menuju kamarnya yang tempatnya dilantai dua.
Sesampai dikamar, tiba - tiba ponselnya berbunyi.
"Halo! ada apa?" tanyanya tegas.
"Maaf pak! ini saya mata - matanya bapak! Alhamdulillah saya sudah mendapatkan informasi mengenai gadis tersebut dengan jelas, jadi kapan saya bisa berjumpa dengan anda?" tanyanya sopan.
"Hmm... Besok kamu datang saja ke kantorku, aku akan menunggumu disana! aku harap apa yang kau sampaikan besok mampu membuatku puas! jika tidak, kamu juga akan tau sendiri akibatnya." ucapnya hingga membuat suara lawan yang berbicara diseberang sedikit bergetar.
"Kalau begitu saya tutup dulu yah pak," sambungnya.
"Oke! tutup saja," responnya lalu langsung menaruh ponselnya diatas meja kecil disamping kasurnya setelah sambungan ponselnya benar - benar mati.
_____________________________________
__ADS_1
Hai kaka semuanya... 🤗
Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇
"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"
Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote, favorit bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊
Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄
Dimana bulan disitu bintang 😀
Dimana gelap disitu terang 🤣
Terima kasih bila tlah datang 😆
Star beri ucapan salam sayang 😘
Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...
Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃 🙏🙏🙏 🍃🍃🍃🍃🍃