Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 89


__ADS_3

     Setelah sampai di ruangannya, ia langsung duduk seorang diri di atas sebuah sofa panjang usai menutup pintu pintu ruangan tersebut. Itu adalah ruangan pribadinya, berseblahan dengan ruangan Manajer.


     "Krekkk!"


     Suara gagang pintu yang terbuka mulai terdengar hingga membuatnya buru - buru membenarkan posisi duduknya.


     Tepat seperti dugaannya, jika yang datang itu adalah suaminya. Para pekerja lain mana berani menginjakkan kaki mereka keruangan ini, jika bukan ada masalah besar. Bahkan Manajer saja sangat segan.


     "Eh! mas... Kamu akhirnya datang juga," ucapnya basa basi.


     "Ya seperti yang kamu lihat aku sudah datang," ucapnya dingin lalu duduk di kursi kerjanya.


     "Mas! sudah lama kita menikah! apakah kamu benar - benar tak ingin mempunyai momongan dariku?" tanyanya sedikit memelas.


     "Belum saatnya," hanya itu yang ia jawab sambil membuka laptopnya.


     "Iya tapi kapan mas?" tanyanya merasa tak sabar.


     "Aku juga tidak tau," jawabnya lagi.


     "Terus jika begini apa untungnya menikah begimu?" tanyanya merasa heran.


     "Ya karna kamu mencintaiku," jawabnya.


     "Lah! memangnya mas sendiri selama ini gak cinta sama aku?" tanyanya merasa sedih.


     "Cinta," jawabnya singkat, padat, jelas.


     "Terus kalau kamu cinta kenapa kamu bersikap begitu dingin kepadaku? apakah aku kurang cantik dimatamu?" tanyanya sambil memanyunkan bibirnya.


     "Aku masih sibuk," jawabnya.


     "Kalau dibilang sibuk ya setiap hari kamu memang sibuk, apakah tak ada waktu semalam pun yang dapat kamu habiskan denganku?" tanyanya.


     "Aku lelah," jawabnya yang masih saja tampak sangat acuh dengan jari tangan yang tak berhenti mengetik diatas keyboard.


     "Huh! bilang aja aku masih belum mampu memikat hatimu! itu aja susah! aku lelah mas! jika harus menunggu lama, jika kamu tidak ingin memiliki momongan dariku tapi aku berbanding terbalik denganmu. Karna aku ingin memiliki momongan darimu," jelasnya yang tak habis pikir dengan sikap suaminya.


     "Terserah kamu," jawabnya.


     "Kok terserah aku sih mas," ucapnya putus asa.


     "Kan kamu yang mau," responnya.


     "Tapi mas! a-" belum sempat ia menyelesaikan ucapannya suaminya langsung memotongnya.

__ADS_1


     "Bukankah aku sudah bilang jika aku sekarang sedang sangat sibuk? harusnya kamu paham! kalau kamu terus saja berceloteh, lalu kapan aku bisa istirahat?" tanyanya yang berhasil membungkam mulut istrinya.


     "Ya sudah kalau begitu, lebih baik aku tidur sekarang, pusing aku dengan sikap dingin mas yang gak pernah berubah! aku lebih suka keramahanmu sebum ikatan suci kita terjalin," ungkapnya merasa sedikit sesak.


     Ia pun langsung masuk kekamarnya yang memang dibuat khusus untuknya saat berada di ruangannya, tanpa ia sadari air mata mulai mengalir dari matanya.


     "Mas... Aku benar - benar mencintaimu... Tapi kenapa kamu begitu sulit membuka hatimu untukku setelah aku bersusah payah mendapatkanmu? aku tau caraku salah! jika kamu mengetahuinya kamu pasti akan lebih dingin dan jijik saat menatapku. Tapi aku telah buta dengan pesonamu mas," batinnya merasa lelah.


     Diluar kamar pak Askari hanya mampu memegang dahinya yang sedikit berkedut dengan satu tangannya.


     Ia kembali membuka ponselnya, tampaklah dilayar utamanya terpampang foto istrinya yang sedang tersenyum manis disana.


     "Rosalia! sampai sekarang aku sebenarnya masih belum bisa melupakanmu. Aku pikir dengan aku menikahi orang yang mencintaiku, aku bisa dengan mudah melupakanmu. Tapi ternyata tidak, itulah yang membuatku selalu menghindarinya." ucapnya dengan nada pelan.


     Matanya mulai berkaca - kaca namun sekuat tenaga ia menahan linangan air mata yang memaksa keluar dari dalam bola matanya.


     Matanya kini sudah memerah. Ia sebenarnya juga sangat merindukan sosok putrinya. Kini, entah bagaimana nasib kehidupannya. Ia merasa sangat gagal menjadi sosok ayah, harusnya jika ia bisa mengontrol emosinya saat malam itu, ini semua pasti tidak akan terjadi.


     Putri kecilnya. Bidadari kecil yang selalu memancarkan senyuman. Memberi kebahagiaan pada orang tuanya dan tak memiliki salah apa pun kini harus pergi entah kemana saat kejadian yang sangat menekan batin anak - anak kecil.


     Karna kehadirannyalah rumah terasa hidup. Dia juga bukti nyata buah cinta diantara ia dan istrinya yang kini hanya bisa disebut mantan istrinya.


     Tak ada siapa pun yang bisa menggantikan posisi istrinya dihatinya. Ia hanya ingin membuat istrinya sadar dan merasa sangat cemburu dengannya. Tapi sampai sekarang, dia tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Nomornya saja sudah diblokir olehnya dari kontaknya.


     Ia tau istrinya memiliki sifat pemarah yang cukup tinggi. Tapi dibalik itu semua, rasa sayangnya terhadap keluarga begitu besar. Entah kenapa ia jadi berubah seperti itu beberapa hari sebelum kejadian naas tersebut terjadi.


     Memang apa yang dikatakan oleh istri keduanya itu benar, tapi tangannya tidak mampu menggapainya meskipun hanya sekedar mengelus puncak kepalanya.


     Seperti ada tarikan yang terus menahannya untuk melakukan hal manis terhadapnya.


     Ia tidak tau harus berbuat apa lagi. Ia hanya pasrah untuk saat ini. Yang ia lakukan hanya berdoa agar nanti bisa dipertemukan kembali dengan anak dan istrinya dulu.


     Jika Tuhan masih mengizinkan ia bersama lagi, ia sangat ingin membangun kembali kepingan - kepingan kenangan yang telah hancur lebur bahkan hangus tak tersisa bagai dilahap bara api.


     "Tok!"


     "Tok!"


     "Tok!"


     Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan lalu ia pun menjawab "masuk saja."


     Tak berapa lama kemudian pintu pun terbuka dan terlihatlah seorang pria tampan memakai seragam rapi dengan seorang wanita culun disampingnya.


     "Assalamualaikum pak," ucapnya.

__ADS_1


     "Wa'alaikum salam," jawabnya lalu menggeser laptopnya ke samping agar lebih jelas melihat kearah lawan bicara.


     Ia menyatukan kedua jari tangannya lalu menompangnya dibawah dagunya.


     "Maaf pak! kedatangan saya kesini hanya untuk memperkenalkan seorang Mandor baru yang baru saja saya terima kemarin," beritahunya.


     "Lalu?" tanyanya sambil mengangkat satu alisnya.


     "Ya bagaimana menurut bapak? apakah bapak setuju dengan keputusan saya kemarin? tapi kualitas buah yang dikontrol olehnya menjadi sangat bagus pak, padahal itu baru sehari." jelasnya.


     "Kok bisa?" heran pak Askari.


     "Saya sendiri juga masih tidak terlalu mengerti bagaimana cara ia melakukan hal tersebut secepat ini," jawabnya yang ikut merasa heran.


     Miftah yang baru pertama kali bertatap muka dengan papanya hanya mampu menahan bendungan kristal yang ingin mengalir dari matanya, itu menjadi bukti dan saksi segitu besarnya rasa rindunya pada sosok yang kerap kali ia panggil papa.


     Ia sekarang sudah benar - benar yakin, jika ini adalah kebun milik papanya yang pernah ia kunjungi dulu. Dan wanita sombong itu adalah istri keduanya yang membuatnya sedikit jengkel dengan kelakuannya.


     "Andai kala papaku sudah tau kalau aku ini adalah anaknya, ketika aku memintanya untuk memecat mu sebagai seorang Manajer sekaligus mandor tingkat tinggi ia pasti akan menyetujuinya tanpa berpikir," batinnya.


     "Baiklah! saya juga tidak merasa keberatan dengan keputusanmu itu. Kalau begitu, kalian sudah boleh istirahat karna aku juga harus kembali berkerja untuk menyelesaikan beberapa misi," putusnya.


     "Oke! kalau begitu kami permisi dulu yah pak," ucap pak Abraham sedikit membungkukkan tubuhnya lalu menarik tangan Miftah untuk ikut keluar beriringan dengannya.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...

__ADS_1


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2