Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 147


__ADS_3

     Disisi lain Askari, Dahra, Fahman juga Permata masih menatap bingung ke arah sosok Werdan yang sudah menghilang pergi entah kemana.


     "Hmmm... Ia tampak begitu tergesa - gesa, sebenarnya ia mau kemana?" gumam Askari bingung sambil memijat dagunya pelan.


     "Ia sekarang pasti sedang menuju ke rumah salah satu wanita yang paling ia cintai dan tentunya sudah pernah ia hianati juga," ucap Karlina.


     Semua yang ada disitu jadi terkejut di buatnya.


     "Apa? bagaimana kau tau tentang itu?" tanya Askari.


     "Dia sendiri yang barusan mengatakan itu padaku, dan aku pasti sudah paham betul tanpa harus ia jelaskan secara detail." jawabnya.


     "Sebenarnya sejak dulu Werdan termasuk pria yang sangat playboy! ia tidak akan pernah bisa hidup apa lagi puas jika hanya dengan seorang wanita, itulah sebabnya ia mempunyai banyak kekasih yang tak terhitung jumlahnya." beritahunya.


     "Dan dari sekian banyaknya kekasih kalau tidak salah hanya dua orang yang sudah pernah di sentuh olehnya, tapi mereka melakukannya sebelum ikatan suci terhubung." sambungnya sambil menatap ke arah semuanya.


     Mereka jadi mengangguk mengerti.


     Permata yang sempat melihat sendiri kejadian ketika ia melarikan diri bersama Fahman menjadi tambah yakin dengan salah seorang dari tiga orang wanita yang datang ke rumah Werdan.


     "Bang! apakah kau ingat ketika kamu menjemputku waktu itu di rumah kak Werdan? saat itu ada tiga orang gadis yang sibuk beradu mulut dengannya," ucap Permata memperingatkan.


     "Kamu benar dek! Abang sangat ingat! tapi perasaan Abang mengatakan jika ia sekarang lebih memilih ke kekasih pertama di bandingkan kekasih kedua, meskipun mereka sama - sama mengandung anaknya. Abang gak tau! kenapa tiba - tiba yakin begitu," responnya.


     Mereka yang masih sibuk dengan pikiran masing - masing jadi terpecahkan saat Rosalia membuka suara.


     "Sudah - sudah! karna sekarang masalah sudah selesai lebih baik kita pulang saja, lagian keluarga Alterio pasti sudah lama menunggu kita di restoran." usul Rosalia yang di angguki oleh mereka.


     Akhirnya setelah izin pamit kepada polisi yang menjaga penjara mereka pun pergi menuju ke mobil masing - masing begitu pun Karlina.


     Kali ini wajahnya tampak lebih berseri karna merasa sangat bahagia saat Askari dengan suka rela menciumnya tanpa paksaan.


     Ia tak berhenti memegang bibirnya, dan mengusapnya perlahan.


     "Duh... Aku bersyukur banget malam ini, meskipun besok kami akan melakukan gugatan cerai tapi tetap saja aku senang! ini adalah ciuman pertamaku dengan pria mana pun dan aku bangga, karna orang pertama yang mengambilnya adalah orang yang sangat aku cintai." batinnya berkaca - kaca.


     "Aku ingin sekali untuk tidak membasuhnya dengan air sampai besok," batinnya lagi.


     Tiba - tiba ia teringat dengan amplop putih pemberian temannya yang sempat ia jadikan sebuah tipuan kepada polisi agar di izinkan bertemu dengan Werdan.

__ADS_1


     "Ya ampun Tirana... Kamu itu lho udah kayak di zaman dahulu aja, nomorku ada tapi masih aja suka kirimin aku surat setiap sebulan sekali. Kamu tau gak sih? aku itu mana sempat baca surat darimu, lagian agak malas juga harus pakai acara buka amplop segala." dengusnya merasa jengkel dengan sikap temannya yang sedikit aneh.


     "Hadeh... Karna malam ini aku lagi bahagia, aku bakal buka surat darimu Tirana dan bersiaplah menerima Teror Wa dariku nanti!" sambungnya sambil tersenyum miring.


     Tapi saat melihat tulisan dari kertas putih yang ada didalamnya ia jadi terdiam.


     "Lho! apa benar ini tulisan Tiara? kok bagus banget ya? kalau tulisan dia biasanya kayak ceker ayam! udah hafal aku ma," ucapnya sambil mengernyitkan dahi.


     "Ya meskipun tulisanku gak bagus - bagus banget kan mendingan nilainya di atas ceker ayam." sombongnya.


     Karna tak ingin ambil pusing akhirnya ia memilih untuk langsung membacanya saja.


     From : Karondra


     Kalina, sudah beberapa tahun lebih aku mengirim surat setiap bulan untukmu. Tapi sampai saat ini kamu tak kunjung juga membalas surat dariku.


     Apakah kisah masa kecil yang pernah kita rajut bersama telah kau lupakan begitu saja? dan membiarkannya menjadi mimpi tidur dan lupa saat kau bangun?


     Mungkin apa aku yang salah? terlalu berharap pada gadis yang mungkin tak mencintaiku sama sekali.


     Setiap malam ku pandangi langit yang gelap itu.


     Aku tau kau sudah menghindar dariku karna kau telah di jodohkan dengan pria lain oleh tantemu.


     Dan sejak saat itu pula aku mencoba menutupi perasaanku, berharap kau cepat hilang dalam bayanganku.


     Senyumanmu


     Tawamu


     Perlakuanmu saat masih berada disisiku.


     Aku rindu semua itu, sangat!


    


     Bahkan jika di izinkan, tak peduli kau sudah pernah di miliki oleh orang lain atau belum, tak peduli kau sudah memberikan kado terindahmu pada pria lain atau belum.


     Aku akan tetap bersedia menjadi tempat bersandarmu jika kau butuh. Aku bersedia Karlina!

__ADS_1


     Entah! apakah ada gunanya aku menulis surat sepanjang ini, mungkin aku sudah gila! ya! mungkin saja, karna aku sudah gila tanpa hadirnya kamu disisiku lagi Karlina.


     Tak peduli setelah aku lelah menulis rangkaian kata ini, akankah kau membuangnya atau tidak aku akan tetap menulisnya juga.


     Dan aku sekarang benar - benar menyerah Karlina, ini adalah surat terakhirku untukmu.


     Seandainya kau membacanya aku hanya ingin kau tau satu hal.


     Kau adalah bidadari yang paling aku cintai seumur hidupku dan itu tidak akan pernah berubah sampai rambutku memutih dan kekuatanku melemah.


     To : Karlina


     Karlina yang yang membaca kalimat terakhir dari surat tersebut sejak tadi sudah berkaca - kaca, napasnya kini juga sudah tidak beraturan. Air mata turut mengalir membasahi pipinya.


     "Ya ampun... Karondra! aku minta maaf! aku baru membaca suratmu sekarang, aku minta maaf!" tangisnya semakin kencang.


     "Ternyata nasib kita sama ya! tapi aku benar - benar gak tau kalau sebenarnya kamu itu suka sama aku," resahnya.


     "Harusnya kamu ungkapkan itu dari dulu Karondra! pasti tante ku tak akan menjodohkanku dengan pria itu dan sekarang kita sudah hidup bahagia bersama. Kenapa takdir sekarang bermain begitu kejam denganku? kenapa?" sedihnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan lalu menjatuhkan kepalanya mencium stang mobil.


     Tiba - tiba ia teringat tentang suatu tempat, suatu tempat yang membuat senyumannya kembali merekah.


     "Ya! aku ingat sekarang! semoga saja aku tidak terlambat," ucapnya sambil menghapus linangan air mata yang masih mengalir di pipinya.


     Setelah menghidupkan mobilnya baru ia melakukannya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


     Ya! begitulah sosok Karlina, saking handalnya ia mengendarai mobil ia jadi membuat orang yang tak sengaja sejalur kendaraan dengannya jadi berolahraga jantung.


     Ia dapat dengan mudah menyelip secara tepat tanpa membentur kendaraan lainnya. Tatapan tajamnya tak tinggal diam mengabsen setiap tempat yang di lalui olehnya.


     Untung kendaraan beroda malam ini tidak terlalu ramai, jika tidak! ia tidak mungkin mengambil resiko tinggi nantinya jika terjadi kecelakaan hanya karna ulahnya memacu mobil begitu tinggi.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2