Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 8


__ADS_3

          Firdaus akhirnya tiba kembali kerumahnya. Dengan wajah yang dipenuhi oleh rasa gelisah ia pun ragu - ragu memasuki rumahnya. Ia berharap agar orang tuanya tidak mengetahui apa yang sudah ia perbuat pada gadis terong itu, jika sampai ketahuan ia tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi untuk kedepannya.


     Ketika ia melewati ruang tamu langkahnya terhenti saat mendengar suara papanya "Firdaus cepat kemari! papa ingin berbicara denganmu," perintahnya yang sontak saja membuat bulu kuduk Firdaus semakin merinding.


Inilah yang sangat ia takutkan dari tadi. Karna ia tidak akan pernah menang untuk membantah apa yang papanya ucapkan. Setiap kali ada perdebatan, selalu saja ia yang kalah.


     "Aduh! mati aku sekarang jika semua kelakuan jahatku itu terbongkar. Intinya jangan sampai papa menurunkan jabatanku sebagai seorang CEO diperusahaannya itu," batinnya gelisah.


     "Firdaus! apakah telingamu itu jarang dibersihkan hah? bisa - bisanya suara papa yang sebesar ini tidak terdengar ditelinga mu," ucapnya geram.


"Enak saja gak dibersihkan, padahal aku sering sekali perawatan." elaknya dalam hati.


     Setelah duduk, Firdaus semakin merasakan aura membunuh dari papanya yang tak henti - hentinya menatapnya seperti seekor singa yang sudah tidak makan beberapa hari.


     "Apakah kau tau kesalahan mu putraku?" tanya papanya dengan suara yang diusahakan selembut mungkin, tapi ditelinga Firdaus itu seperti suara bisikan malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya.


     "Kesalahan? seperti nya aku tidak melakukan apa pun! aku kan sibuk berkerja mengurus perusahaan papa!" elaknya berbohong.


"Benarkah? bagus! papa akan menghitung sampai lima. Jika kau tidak mau mengakuinya, maka kau akan tahu akibatnya." ucapnya penuh penekanan.


     "Satu," ( diam )


     "Dua," ( gelisah )


     "Tiga," ( berpikir )


     "Empat," ( bergetar )


     "Lima." ( mengabaikan )


     "Bagus sekali! kamu masih mempertahankan egomu rupanya. Kau lebih mempertahankan harga dirimu yang sebenarnya sudah sangat busuk ketimbang jujur dan meminta maaf agar semuanya cepat selesai." ucap papanya yang langsung menusuk hatinya dalam sekejap akibat kalimat itu.


     "Sudah aku bilang aku tidak merasa bersalah! kan papa tau sendiri dari kemarin ketika papa meneleponku aku selalu mengangkatnya dalam keadaan masih bekerja," elaknya.


"Oh! memang bukan kamu pelaku yang telah merusak kebun terong gadis itu, tapi kamulah bos yang telah mengarahkan dua pria tua yang sedang sangat membutuhkan uang untuk membiayai keluarganya yang sakit dan kamu tanpa rasa kasian malah tidak memberikan gaji hingga korban lah yang akhirnya menolong mereka! apakah masih ingin mengelak?" jelas papanya yang langsung membuat tubuh Firdaus seperti beku dalam sekejap.

__ADS_1


     "Gawat! ternyata hal yang paling aku takuti itu telah diketahui oleh papa! bagaimana ini!" resahnya dalam hati.


"Sudah beku juga yah?" tanya papanya dengan sebuah senyum miring yang muncul secara tiba - tiba.


     "Baiklah aku mengaku aku salah. Tapi ini semua gara - gara papa yang memintaku agar selalu datang ketempat  gadis gila itu untuk membeli terong padanya. Papa tidak tau seberapa narsisnya dia hingga membuatku begitu muak pa," jawabnya yang walau pun sudah tau penyebabnya tapi ia lebih memilih untuk menyalahkan wanita itu agar papa memahaminya, tapi ternyata setelah ia mengatakannya itu tidak terjadi sesuai harapan.


     "Masih berani menyalahkan gadis itu saat kamu dengan tidak punya hatinya hingga berniat membunuhnya! sebenarnya kemana etika yang selama ini papa ajarkan padamu hah?" tanyanya.


     Firdaus benar - benar bingung sekarang. Apa lagi setelah melihat wajah papanya yang sudah tak bersahabat lagi sejak tadi itu membuat semua ide untuk pengelakan jadi hilang semuanya.


     "Terus sekarang aku harus bagaimana papa? semuanya telah terjadi dan aku telah berdamai dengan wanita itu," ucapnya frustasi.


"Bagus kalau begitu," respon papanya hingga membuat Firdaus jadi bisa bernafas lega walau pun hanya sementara.


     "Tapi kau harus memenuhi satu syarat ini! jika kamu menolak, maka papa tidak akan segan - segan menurunkan jabatanmu dari perusahaan papa." sambungnya.


     "Memangnya apa syaratnya? jangan bilang aku harus menikahinya untuk menembus semua kesalahanku padanya," tebaknya yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari papanya itu.


"Bagus sekali! ternyata kamu sudah mengetahuinya. Jadi papa tidak perlu repot - repot lagi menjelaskannya," ucap papanya.


     "Tapi jika memang ini rencana papa, apakah mama juga akan menyetujuinya?" tanyanya tak terima.


"Tentu saja mama sangat menyetujuinya putraku. Lagian kamu juga sudah sangat matang jika menikah diusia segini," jawab mamanya yang benar - benar membuat Firdaus semakin kecewa.


     "Tapi aku tidak yakin pernikahan kami akhirnya akan berjalan dengan baik karena kami tidak saling mencintai," ucapnya.


"Kau kan belum mencobanya! bagaimana bisa kau bilang bahwa pernikahan kalian nantinya akan berjalan dengan tidak baik?" tanya papanya.


     "Terserah papa jika begitu. Aku memang tidak akan pernah menang Jika berdebat dengan papa." resahnya.


"Bagus jika kamu menerimanya, karna papa tidak peduli seberapa lama hubungan kalian bisa dipertahankan. Yang terpenting adalah, kamu harus menikahinya dan buatlah ia bahagia walau pun hanya sekejap saja." responnya sambil mengelus perut istrinya.


     "Sekarang apakah aku boleh pergi untuk beristirahat? aku benar - benar lelah," tanyanya acuh tak acuh.


"Pergi saja! lagian urusan kita sudah selesai," jawab ayahnya yang kini sudah bangkit berdiri sambil membantu istrinya.

__ADS_1


     Firdaus tanpa pikir panjang juga ikut bangkit dari tempat duduknya, lalu bergegas melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang penuh dengan ketenangan dan kenyamanan tersendiri baginya jika ia sedang dilanda frustasi.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


     


    


    


   

__ADS_1


__ADS_2