
Dimalam hari, Miftah baru saja usai melaksanakan sholat Isya dan mengaji sebentar lalu seperti biasa ia mulai mengambil handsetnya dan menghubungkan pada ponsel kesayangannya.
"Kaka aku akan datang lagi..." ucapnya sambil tersenyum, ia mulai membuka aplikasi Mangatoon dan segera menuju ketempat event.
Nama catroomnya tertulis dubing bersama. Saat ia telah masuk, seperti biasa Kaka host yang memang sudah sangat dekat dengannya mulai menyapa kehadirannya.
"Selamat datang dek... Ayo langsung duduk," sambut host.
"Iya kaka... Makasih..." respon Miftah tanpa mensunyikan suara.
"Hai! ada ratu terong tuh," ucap kursi no 1.
"Hei iya ya... Hai ratu terong, gak mau kenalan sama rajanya ya?" tanya kursi no 4.
"Hah? raja ?" tanya Miftah bingung.
Ia memang merasakan ada hal aneh disini, walau pun setiap malam orang yang masuk kedalam catroom kakanya berbeda - beda tapi suasana sekarang agak lain.
Tak biasanya kakanya menggunakan layar yang suasananya romantis, ditambah lagi orang - orang yang masuk profilnya sudah dipakaikan kostum bunga yang indah kecuali satu akun yang tetap biasa.
"Hai ratu terong... Aku boleh kenalan gak?" tanya nya dengan suara berat.
"Hahaha ya... Boleh saja sih... Kaka ini kok perasaanku agak aneh," ucap Miftah.
"Gak Mif... Hari ini Kaka sedang merayakan hari ultah pernikahan Kaka dengan suami Kaka..." beritahu nya.
Miftah sangat terkejut dengan apa yang sudah didengarnya, seakan seperti sebuah mimpi tapi nyata. Karna seingatnya saat ia berkenalan dengan kaka ini di cetan Mangatoon sang Kaka memang belum menikah dan terkenal tidak pernah pacaran menurut apa yang telah disampaikan oleh sang Kaka.
"Oh... Ta- " belum selesai Miftah mengucapkan kalimatnya akun raja terong langsung menyambar.
"Katanya tadi boleh kenalan... Kenapa sekarang malah diam hmm? apakah kamu malu ya kalau harus kamu yang duluan?" tanya akun tersebut.
"Aku tau orang sepintar dan selembut kamu pasti sangat gengsi untuk memulai percakapan pertama dengan pria," sambungnya lagi.
"Enggak kok," elak Miftah tak terima.
"Kamu jangan marah ya cantik... Aku tau suara kamu itu lembut... Jadi akan mahal walau hanya ingin berbicara saja, tapi kalau aku harus membayar agar... Dapat berbicara denganmu aku rela kok..." gombalnya.
"Ekhem... Ekhem... Ekhem... Ada yang lagi digodain..." nyanyi akun no 5 dengan nada lagu 'e.. E.. E ada yang lagi godain aku...' Dengan semangat.
__ADS_1
"Ea... Ea... Ea..." sambung yang lainnya sambil memetik gitar pula, hingga Miftah jadi merasa sangat malu.
Ia tapi tidak bisa keluar dari tempat Kakanya, karna ia sudah berjanji jika ia ada waktu maka ia akan bermain disitu selama setengah jam sambil berlatih dubing.
"Perkenalkan, namaku Miftahul Jannah! aku tinggal di pedesaan," ucapnya yang langsung membuat sang pemain berhenti.
"Oh Miftahul Jannah... Nama yang bagus! artinya pasti kunci surga kan?" ucap akun raja terong.
"Bener banget..." balas kursi no 6.
"Benar sekali," respon Miftah berusaha menikmati permainan.
"Kalau aku namanya Firdaus... Kita cocok kan?" tanyanya.
"Hedeh... Baru ketemu udah cakcok aja," respon Miftah hingga membuat orang lain tertawa dan memberikan masing - masing tiga hati untuknya.
"Hei... Kalian gak boleh ada yang kasih hati buat ratu terongku... Cukup sang raja yang berhak memberikannya." geram akun itu.
"Hahahaha sang raja cemburu nih.. Takut ratunya jatuh hati sama kami ya.." goda kursi no 8.
Sebenarnya Miftah sangat ingin keluar dari tempat ini, tapi mau bagaimana lagi karna janji sudah terlanjur ia ucapkan, dan kini ia harus menahan malu dengan jantung yang tak berhenti berdebar kencang. Pipinya saja sampai bersemu merah walau mereka tidak melihatnya.
Tak tanggung - tanggung Firdaus memberikan 99 hati untuk Miftah.
"Kok cuma sembilan puluh sembilan sih? Kenapa gak genapin aja... Dasar pelit ini raja..." Komen kursi no 7.
"Kalian tau gak kenapa?" tanyanya.
"Enggak..." jawab mereka serentak.
"Seandainya 99 itu adalah hal yang aku miliki, maka aku rela hanya menyimpan satu hal saja untukku demi dia dan memberikan 99 hal untuk menyenangkannya." ucap Firdaus.
"Aaaa..." riuh akun cewek, sedangkan Miftah benar - benar sudah dibuat sangat panas disitu.
"Kenapa aku bilang cocok... Ada yang mau tau lagi gak?" tanya Firdaus.
"Mau dong..." respon yang lainnya serentak, dengan suara tawa yang sudah menggema dimana - mana.
"Karna emang cocok kan kalau dilihat dari segi nama... Aku kan surganya, kalau dia kan kuncinya... Pintu kan gak akan ada lebih berguna tanpa sebuah kunci," jelasnya yang langsung membuat suasana yang awalnya riuh jadi semakin riuh.
__ADS_1
"Maaf ya udah buat kamu gak nyaman... Rajamu ini ingin minta maaf, tapi takutnya sang ratu gak mau maafin..." ucapnya lembut.
"Kok diem aja sih? apakah ratuku udah mati ya?" tebaknya.
"Enak aja aku dibilang mati! aku ini masih hidup tau... Aku hanya merasa ya... Entah lah abaikan." ucap Miftah yang kini sedang berusaha menahan rasa malunya.
Miftah sudah lama tidak pernah merasakan hal seperti ini lagi, karna terakhir kali ia mendapatkan perhatian manis hanya dimasa SMA. Jika di catroom kan tidak selalu tertuju padanya, tapi kali ini ia merasa bahwa gombalan ini hanya tertuju untuk nya seorang dari banyaknya akun yang hadir.
"Apa aku salah masuk event ya? ini punya Kaka bukan sih? tapi kalau emang ia, kenapa banyak sekali yang ahli menyanyi? bukannya ahli dubing," batinnya resah.
"Oh iya ratu terong! kamu mau gak temenan sama aku? sang raja terong..." tanyanya dan Miftah hanya diam.
"Ya ampun... Aku cuma mau berteman sama kamu lho... Bukannya nembak kamu..." ucap Firdaus sambil terkekeh pelan.
"Duh... Kenapa jantungku malah berdebar gini sih? siapa lagi itu orang, PD banget dah dari tadi! yang digoda cuma aku lagi, tapi gak papa waktuku gak lama lagi." batinnya sambil merasakan dengupan jantungnya yang cukup keras.
"Ah! lagian dia cuma minta berteman ini... Aku terima aja deh," ucap Miftah lalu setelah mengucap Bismillah baru ia mengikuti kembali si raja terong yang sudah lebih dulu memfollownya.
"Nah... Kan enak gini, udah diterima. Lagian pengikutmu banyak benget, tapi yang diterima kok cuma satu?" tanya Firdaus.
"Ya kan aku Kaka tersayangnya, dan dia adek tersayangku juga." jawab host perempuan itu.
"Hei.. Hei.. Hei... Aku gak tanya sama kamu yah! aku cuma mau tanya sama ratu terong kesayanganku," ucapnya.
"Baru kenal udah sayang - sayang aja," respon host.
"Je... Suka - suka aku dong!" balasnya lagi dan host hanya mengacuhkannya.
"Dan sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau menerima ku sebagai temanmu, maka aku akan memberikan hadiah dengan menghiburmu." ucap Firdaus merasa senang tapi untungnya Miftah tidak curiga sedikitpun karna Firdaus saat berbicara disini sudah lebih dulu berusaha untuk mengubah suaranya agar tak diketahui Miftah. Kalau nama ia sangat tidak keberatan, karna sebelum nya ia dengan Miftah memang belum pernah berkenalan.
"Lha! gak papa kok," elak Miftah merasa tidak enak hanya karena diterima saja.
"Tenang... Hadiahnya cuma sebuah lagu doang kok, yang dimainkan oleh mereka disini." jelasnya hingga membuat Miftah benar - benar yakin bahwa ini bukanlah sebuah kebetulan tapi memang sudah direncanakan sejak awal oleh pria itu yang belum jelas ia ketahui.
"Musik..." ucap Firdaus, lalu petikan gitar pun mulai menggema dalam cetroom itu.
Sebuah lagu romansa yang sangat indah, hingga membuat Miftah benar - benar merasa bahagia bahkan rasa kecurigaan nya saja sampai sirna begitu saja.
"Raja terong... Makasih untuk hari ini," ucap Miftah senang.
"Sama - sama ratuku," respon Firdaus yang tanpa ia sadari kata - katanya yang barusan langsung membuat pipi Miftah jadi merona hingga jantungnya mulai berdetak lebih kencang dari sebelumnya kembali.
Miftah duduk dikursi nomor dua, sedangkan Firdaus dikursi nomor tiga. Nomor satu di isi oleh penyanyi laki - laki sedangkan empat perempuan, jika yang dibawah lima dan enam laki - laki sedangkan tujuh delapan perempuan.
__ADS_1