
Kini mereka sudah sampai dipusatnya. Firdaus yang menyadari ada getaran yang cukup kuat dipermukaan air mulai melihat kearah air laut yang seperti meninggi, sebuah ekor besar mulai menjipratkan air kemana - mana lalu sosok ikan raksasa itu masuk kembali kedalam air.
"Hiu paus," ucap Firdaus terkejut.
"Wah... Kamu ternyata sudah tau duluan yah! meskipun baru melihat ekornya saja." respon temannya papa
"kamu seperti tak tau aja! kecerdasan Firdaus itu menurun dariku Anggara," bangga papa Firdaus sambil menepuk pelan sebelah pundak temannya itu, hingga membuat si pemilik tubuh berbelok badan kearah si pelaku.
"Dasar Alterio! kesombonganmu masih tak hilang juga yah," respon temannya sedikit terkekeh.
"Mentang - mentang dulu primadona sekolah kita sudah berhasil kau rebut! dia juga satu - satunya cewek bed girl yang berapa kali memenangkan balapan liar antar sekolah setiap malamnya. Jadi semenjak kau berhasil membuatnya berhenti melakukan hal yang mengancam nyawanya, kau jadi merasa bahwa kau itu pahlawan? hahaha! kau ini memang bad boy sekolah yang beruntung ya," cerita Anggara mulai mengungkit masa lalu, hingga membuat Firdaus yang baru pertama kali mendengar kisah papanya dulu jadi terheran.
"Sudahlah... Jangan kau bahas masa lalu lagi Anggara," peringat papa Firdaus yang kini merasa sedikit canggung jika temannya kembali mengingatkannya pada masa lalu.
"Jadi mama dulu beneran seorang bad girl ya pa?" tanya Firdaus dan papa nya hanya diam.
"Si papa kita tanya malah diam," dengus Firdaus lalu kembali melihat kearah lautan.
"Papamu itu emang gitu... Kalau di ingatkan tentang masa lalu ia merasa agak malu karna ada suatu kejadian yang membuat ia dan bad girl itu jadi bisa bersama bah- " ceritanya yang belum sempat ucapan katanya habis, mulutnya sudah lebih dulu dibekap oleh papa Firdaus.
"Kamu tuli apa - apa sih? kan aku udah bilang tadi! jangan bahas lagi..." geram sang papa tanpa berniat melepaskan bekapannya sedangkan Anggara sudah meronta - ronta minta dilepaskan sambil memukul telapak tangannya.
" Hah! hah! hah..." hembusnya tak beraturan saking pengapnya.
"Gila ya kau! gitu aja sampai kau bekap mulutku! untung aja teman! kalau bukan pasti aku udah suruh anak buahku untuk mengusirmu dari tempat ini," dengusnya dengan nafas yang masih naik turun tak karuan .
"Makanya jangan ngeyel," respon papa Firdaus sambil melipat kedua tangan dibawah dada.
__ADS_1
"Udah lah jangan pada ribut oke! nanti kita gak jadi scuba diving lagi," cegah Firdaus yang sudah hilang mood dengan pertanyaannya tadi.
"Bener juga ya," respon Anggara.
"Ya udah deh! kita lupakan aja masalah tadi," ucap papa Firdaus dan mereka hanya mengangguk sambil berkata "baiklah."
"Hiu paus! bukannya hiu paus ia adalah mamalia pemakan plankton dengan cara menyaring air laut? ia juga termasuk spesies ikan terbesar, sirip bagian atasnya lebih besar dibandingkan sirip bagian bawah dan itu pasti berkaitan dengan makanannya plankton dan biota laut kecil dipermukaan," gumamnya.
"Hahaha! kamu benar banget Firdaus!" kejut sang papa yang kini sudah berdiri disamping Firdaus.
"Is papa! bikin kaget aja papa ini! lha! teman papa kemana pa?" tanya Firdaus sambil terus melihat ke sekeliling untuk mencari sosok yang sempat ia tanyakan tadi.
"Oh! panggil aja om Anggara! dia lagi memperingatkan beberapa orang yang ingin terjun agar berhati - hati tadi, karna beberapa dari mereka kadang masih saja ada yang ngeyel karna ingin memegang hewan laut itu." jelas sang papa.
"Emang gak boleh ya pa? nanti takutnya dimakan ya?" tanya Firdaus yang tatapan matanya sedang tertuju pada penyelam yang baru turun dari perahu lalu mereka tanpa rasa takut sudah bermain bersama sang hiu paus .
"Oh... Jadi gitu yah pa! pasti Hiu bentang tidak dibenarkan untuk dipegang oleh peneliti Hiu," responnya sambil menatap sang papa yang masih sibuk menatap pemandangan ketika menjelaskan.
"Nah! itu kamu tau," seru sang papa yang kini sudah balas menatapnya.
"Hehe! Firdaus baru ingat pa!" responnya sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal.
"Ya sudah gak papa... Ini aja kamu udah tau banyak hal tentang mamalia ini," senang sang papa.
"Iya pa! itu pun Firdaus taunya karna sering membaca di goegle," jujurnya sambil tersipu malu.
"Bagus itu! biasanya kan kamu itu males banget dalam membaca! sekarang udah ada kemajuan aja! siapa sih yang menularkan sifat kutu bukunya padamu? papa jadi penasaran," ucap sang papa yang langsung membuat Firdaus membeku dengan pertanyaannya.
"Jannah." hanya itu sekarang yang terbesit dihatinya tapi Firdaus sedang tidak ingin mengingatkan dulu, pernikahannya saja sudah membuatnya sedikit habis harapan untuk membuat Jannah kembali menerimanya.
__ADS_1
"Hei! jangan melamun aja napa," tegur sang papa yang membuat Firdaus hampir terjungkal kebelakang.
"Papa ini! hampir aja Firdaus nyebur kedalam laut tadi," protesnya sambil mengelus dadanya yang kini sudah berdengup kencang.
"Hahahaha," tawa sang papa.
"Udah lah pa! jangan ketawa mulu! lebih baik kita keom Anggara aja... Lagian perlengkapan diving pun sudah kita bawa lengkap tadi," usul Firdaus dan papa hanya mengangguk tanda setuju.
Sebenarnya tujuan Firdaus berkata begitu tak hanya tertuju agar ia dan sang papa bisa cepat melakukan diving! tapi ia hanya tidak ingin sang papa mengorek semua tentangnya terlalu dalam.
"Anggara! kapan kita divingnya nih?" tanya papa sambil merentangkan tangannya.
"Oh maaf ya! tadi aku terlalu sibuk sama pengunjung lainnya sampai melupakan kalian! untung kamu temanku Alterio, kalau enggak kan gak enak nantinya." responnya yang mulai berjalan mendekati temannya dan anaknya.
"Huh! untungnya aku pengertian sama temanku, kalau bukan teman sudah aku komen pelayanan pantaimu ini," dengus papanya sedikit bergurau.
"Iya - iya dah! sifat sombong itu muncul lagi," resah temannya sambil mengusap wajahnya dengan satu tangannya.
"Sorry ya! udah keburu berdarah daging soalnya," lawak sang papa.
"Ya udah, hilangin lah sedikit demi sedikit jangan di biarin aja." komen temannya.
"Oke - oke!" respon papa Firdaus dengan tangan yang mengisyaratkan apa yang ia ucapkan.
Kini mereka pun mulai mengambil tas mereka satu persatu, untuk mengeluarkan benda - benda yang perlu mereka gunakan saat melakukan Scuba diving bersama.
Tapi sepertinya, hanya Firdaus yang akan menggunakan perlengkapan yang lengkap. Karna sang papa dan temannya adalah seorang free diving handal, yang sudah memiliki sertifikat resmi untuk menyelam tanpa bantuan alat.
Sebenarnya Firdaus boleh saja mengikuti sang papa sebab ia sudah memiliki pemandu, cuman karna ia belum siap ditambah lagi ini kali pertama ia berenang dengan hiu paus yang sedikit menantang membuatnya mengurungkan keinginannya.
__ADS_1