Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 90


__ADS_3

     Miftah masih saja mematung, air matanya hampir saja terjun membasahi pipi keringnya, tak ada senyuman yang tampak semenjak ia membawa keluar kakinya dari ruangan tersebut.


     Setelah berpisah dengan pak Abraham, Miftah memilih untuk langsung pergi menuju keruangannya kembali. Dari kejauhan ia dapat melihat sosok Virgo yang sedang berjalan santai kearahnya.


     "Jannah! kamu kenapa? kenapa wajahmu jadi pucat begitu?" tanya Virgo merasa khawatir setelah ikut berjalan disamping Miftah.


     "Ah! tidak apa - apa kak, aku cuma gak enak badan aja," jawabnya terpaksa berbohong untuk menutupi kesedihannya akibat rasa rindu yang mendalam.


Entah kenapa, hatinya tiba - tiba merasa sangat sakit saat masuk keruangan tersebut dan keinginan memeluk sang ayah juga cukup besar.


     "Aku tau kamu pasti ingin memeluk papamu kan?" bisiknya tepat ditelinga Miftah.


     Miftah sangat terkejut saat mendengar penuturan dari Virgo yang tidak meleset sedikit pun.


     "Tidak kok," elaknya.


     "Kamu gak usah bohong. Aku dulu juga pernah berada diposisimu, saat hubungan ibu dan ayahku hampir di ujung tombak. Aku berusaha mencari cara agar mereka tidak pernah berpisah dan Alhamdulillah keinginanku itu terwujud dan aku merasa sangat bersyukur," ceritanya.


     "Benarkah?" tanya Miftah tak percaya, matanya menatap lekat kearah Virgo yang ikut balas menatapnya.


     Tampak jelas matanya sudah sangat berair bahkan berubah warna menjadi sedikit merah.


     "Iya... Jadi kamu gak boleh sedih lagi yah... Kalau Jannah mau berusaha menahan rasa kerinduan Jannah dan terus menguatkan diri Insya Allah pasti apa yang Jannah impikan akan terwujud," jelasnya.


     "Iya! Kaka benar! makasih ya kak Virgo," ucapnya dengan senyuman yang tak berhenti merekah meskipun air mata sudah tak kuat ia bendung lagi lalu pecah dalam sesaat.


     "Iya sama - sama! sudah dong... Hapus air matanya yah..." pintanya.


     "Siap kak! Miftah eh! maksudnya Jannah gak bakalan sedih lagi kok," ucapnya yang masih tak berhenti tersenyum.


     "Nah! itu baru namanya Jannah! orang - orang yang mau masuk kedalam Jannah kan harus bahagia bukannya sedih," ucapnya yang hanya diangguki oleh Miftah yang pandangannya kini sudah tertuju kedepan.


     "Oh iya! ini udah mau jam makan siang lho... Kamu mau makan apa?" tanya Virgo penuh perhatian.


     "Apa ya... Sepertinya selera makanku sudah hilang," jawabnya merasa bingung.


     "Ah! masak iya seorang Jannah yang ceria bisa hilang selera makannya dengan mudah," decaknya.


     "Iya - iya... Terserah Kaka aja deh!" responnya.


     "Lah! kok terserah Kaka sih?" herannya.


     "Aku sudah mau makan Kaka malah meminta ku memilih menu lagi. Sudah tau moodku sedang tidak baik, atau kalau enggak Kaka gak usah hiraukan aku aja." ambeknya lalu mempercepat langkahnya untuk menuju keruangannya yang terletak disamping ruangan pak Manajer.


     "Hadeh..." ucap Virgo sambil menghembuskan nafas kasar dengan kepala yang tak berhenti ia gelengkan kekanan dan kekiri.


     Diruangannya Miftah tampak asyik bersantai diatas sofa panjang, dengan Kaki yang sengaja ia luruskan karna terasa sangat pegal.


Meskipun ia sudah terbiasa berkebun, tapi jika seluas ini pasti juga sangat menguras tenaganya. Ditambah lagi ia harus mengatur para pekerja yang terkadang masih keliru dalam memilih pupuk bahkan buah yang sudah bisa dipanen.


     "Blup,"


     Sebuah notifikasi pesan mulai masuk dari ponselnya dan ternyata itu dari Firdaus.


     "Ada apa Kaka siang - siang begini mengirim SMS untukku? gak kayak biasanya," batinnya lalu bergegas membuka pesan tersebut.


     - Firdaus -


Assalamualaikum Ratuku 😇


    - Miftah -


Waalaikum salam kak


     - Firdaus -


Maaf ya soal tadi pagi 🙏


     Miftah dibuat bingung oleh sifat Firdaus yang tiba - tiba langsung meminta maaf, ingatannya terus berputar mencari penyebab dan ia akhirnya mengingat kembali sikap dingin Firdaus ketika diruang makan pagi itu.


     "Apakah Kaka merasa tidak enak karna mengabaikanku tadi pagi?" batinnya memastikan.


     - Miftah -


Kenapa Kaka meminta maaf? 😕 kan Kaka gak salah 😅


     - Firdaus -


Ya Kaka pasti salah lah 😔

__ADS_1


     - Miftah -


Iya tapi kenapa dulu kak... 😥


     - Firdaus -


Karna Kaka sudah mengacuhkanmu tadi pagi 😑


     "Tuh kan! bener seperti dugaanku! kak Firdaus pasti merasa tidak enak karna kejadian tadi pagi," batinnya.


     - Firdaus -


Kok diem? 😕 Kaka tau kamu pasti marah sama Kaka kan? 😢


     - Miftah -


Ya ampun... Miftah gak bakal marah Kaka... Lagian Kaka pasti lagi pusing aja makanya sikapnya begitu 😊


     - Firdaus -


Serius kamu gak marah? kamu sedang tidak ingin membohongi Rajamu yang penuh perhatian ini kan? ☹️


     - Miftah -


Hahahaha 😁 ya enggaklah Kaka... 🙃


     - Firdaus -


Ah! yang bener 😳


     - Miftah -


Iya Kaka... Sekaligus calon suami terbaikku... 😉


     - Firdaus -


Huh! untung kamu gak marah! aku bisa tenang sekarang 🤧


     - Miftah -


Ya udah kalau gitu! ini udah singa soalnya 😄


     - Firdaus -


     - Miftah -


Iiiih! ada singa ngamuk! serem... 😬 hahaha 😁 canda ya Kaka 🤣


     - Firdaus -


Iya deh iya... Kamu lucu banget sih 😂


     - Miftah -


Aku kan emang lucu 😚 Kaka aja yang selalu seram 😆


     - Firdaus -


Apa kamu bilang? 😡


     - Miftah -


Tuh kan - tuh kan! jiwa keseramannya muncul! 😶


     - Firdaus -


Lagian kamu 😒


     - Miftah -


Yaudah kau gitu nanti lagi yah Rajaku... Selamat makan siang and Jan lupa istirahat ya... Bye calon imam 🤗


     Miftah terpaksa memotong supaya tidak terjadi pertengkaran panjang.


     - Firdaus -


Oke deh 😉 kamu juga jangan lupa makan, kalau udah siap kerjaan langsung pulang kerumah ya, jangan keluyuran aja


     - Miftah -

__ADS_1


Iya Kaka... 🤗


     - Firdaus -


😇😇😇😇😇


     - Miftah -


Miftah tutup ya kak


     - Firdaus -


Iya Ratuku 😊


     Setelah keluar dari layar chat baru ia mematikan ponselnya.


     "Tok!"


     "Tok!"


     "Tok!"


     Suara ketukan pintu membuat Miftah bangkit dari posisi awalnya lalu bergegas membuka pintu.


     Terlihatlah seorang pria yang memiliki kepala licin alias gundul dengan tangan yang sudah penuh dengan tentengan.


     "Nih! makanan untukmu," ucapnya lalu menyerahkannya kepada Miftah dan Miftah menerimanya sambil berkata "terima kasih."


     "Lho! kamu mau kemana?" tanya Miftah saat melihat Virgo berjalan menjauh hendak meninggalkan ruangannya.


     "Pergi makanlah," jawabnya yang hanya memiringkan sedikit tubuhnya.


     "Makan dimana?" tanyanya lagi.


     "Ya dimana aja Jannah..." jawabnya merasa heran.


     "Kenapa kaka gak makan bersamaku aja disini?" tawarnya.


     "Saya hanya mata - mata dan gak pantas satu ruangan sama Jannah yang nanti bakal jadi nona muda tuan bos saya," ungkapnya.


     "Kaka ini apa - apaan sih... merendahkan diri kaka begitu didepanku! kita ini sama saja!" dengusnya tak suka dengan ucapan Virgo.


     "Apanya yang sama," heran Virgo.


     "Ya sama - sama manusialah! Kaka ini gimana sih," dengusnya sambil melipat kedua tangan dibawah dada.


     "Tapi kan derajat Ja-" belum habis Virgo berbicara Miftah langsung menarik tangannya untuk ikut masuk kedalam ruangannya.


     "Sudah! anggap saja kita ini teman akrab, jadi kaka gak perlu merasa segan denganku. Karna bos Kaka adalah calon suamiku jadi Kaka juga harus menuruti kemauan calon istrinya biar bosnya senang kan? jadi permintaan ku cuma satu. Jadilah temanku," ucapnya yang tak ingin dibantah.


     Virgo sebenarnya sangat terharu saat mendengar kata - kata Miftah, belum pernah ia diperlakukan sebaik ini oleh tuan - tuannya dahulu. Tapi, sekarang ia merasa sangat senang dapat menjadi mata - mata mereka dan berniat tulus untuk menolong Miftah.


     Akhirnya mereka pun menikmati makanan mereka masing - masing diatas sofa, tak jarang suara gelak tawa terdengar diantara mereka saat terjadi hal - hal lucu.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2