Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 204


__ADS_3

     Hari sudah menjelang petang, Miftah yang ikut membantu membereskan semua perlengkapan usai pernikahan di rumah Zaldira pun berniat untuk pulang juga kerumah.


     Beruntung ia sempat membawa baju ganti, satu untuknya dan satu untuk Firdaus. Tak lupa Fajar kecil yang masih asyik memakan kue bulu di atas kursi para tamu.


     "Fajar... Sejak tadi kamu makan kue terus memangnya gak sakit perut? kan banyak banget lagi," cemas Miftah.


     "Enggak kok Ummi, kan Fajar lagi gak mau makan nasi. Sebab kue ini enak banget mi," beritahunya sambil memperlihatkannya pada Miftah.



     "Iya sayang, habiskan saja ya." leganya karna Fajar memang tadi tidak menyentuh nasi sedikit pun.


     "Tapi nanti waktu di rumah jangan lupa makan nasi ya, sedikit aja gak papa." peringat Miftah.


     "Siap Ummi," responnya hingga Miftah mulai memberikan kecupan di dahinya.


     Miftah lebih dulu menghampiri Firdaus yang baru siap membantu juga, ia sedang menikmati segelas kopi yang di buat oleh Zaldira sekalian untuk Zamrud juga.


     "Mas, ini sepertinya sudah hampir gelap. Kita pulang yuk," ajak Miftah.


     "Iya sayang, tapi mama sama papa kita kemana?" tanya Firdaus sambil menyeruput secangkir kopi hitam.


     "Is mas, gak usah panggil sayang - sayang di depan Kaka ih. Aku kan malu mas," protes Miftah hingga membuat Zamrud terkekeh pelan.


     "Hehe, gak papa Miftah. Wajar dia memang tukang bucinan orangnya, akibat terlalu banyak makan micin." gurau Zamrud.


     Zaldira yang sedang berdiri di pintu rumah Zamrud jadi ikut terkekeh di buatnya.


     "Oh iya Zamrud, kalian nanti tetap akan tinggal di sini?" tanya Firdaus.


     "Untuk sekarang iya, karna mama juga kasian kalau di rumah sendirian terus. Lagian kalau Zaldira tinggal di sini ia jadi lebih mudah bolak balik ke rumahnya sendiri jika memang rindu," jelasnya yang di angguki oleh dua pasangan itu.


     "Ya ampun Zaldira, Kaka gak nyangka kamu sekarang sudah sebesar ini juga. Waktu pertama ketemu sempat kaget, malah jadi lebih tinggi ya. Hampir ngalahin kak Zamrud lagi," ledek Miftah sedikit berbisik.


     "Ya ampun adekku ini ya..." ucap Zamrud pura - pura marah.


     "Hehe, ya maaf Kaka... Kan Miftah cuma bercanda," responnya sambil terkekeh pelan.


     "Ya kan Kaka juga becanda Miftah," ucap Zamrud yang akhirnya tertawa.


     "Oh iya! aku punya satu pesan sama kak Firdaus nih," serunya sambil menatapnya serius.

__ADS_1


     "Apa tuh?" tanya Firdaus.


     "Kamu jangan lupa jaga adekku, kalau sampai kamu ya... Paham kan pasti, karna istriku masih belum tau itu. Jika sampai terulang lagi, maka aku pastikan besok kepalamu tidak menyatu lagi dengan lehermu." ancamnya.


     "Hahaha udah berani banget kamu ya," tawa Firdaus sambil memandangnya dengan senyuman miring.


     "Serius amat mas," akhirnya Zamrud kembali bergurau.


     "Iya - iya gak bakal lagi aku kayak gitu, dah kapok deh. Nanti aku akan ceritakan perjuangan aku saat hendak menemuinya kembali," ucapnya.


     "Alah! kalau perjuangan ma pasti di ceritakan, coba aja kalau kesalahan. Auto kabur pasti itu," ledek Zamrud sambil terkekeh pelan.


     Firdaus jadi malu sendiri saat mendengarnya, tapi mereka kembali berbicara lagi setelah diam sejenak karna belum ada yang membuka suara.


     Tiba - tiba Fajar datang dengan tangan yang masih memegang sepotong kue bolu coklat.


     "Ummi... Katanya Ummi mau pulang, kok gak jadi - jadi? Fajar udah capek Ummi," keluhnya.


     "Ya ampun anak Ummi, kamu capek kenapa sayang? makan ya?" gurau Miftah.


     "Hehehe iya nih Ummi, mulut Fajar pegel waktu makan ini terus. Tapi enak mi, makanya gak mau berhenti juga ini." jujurnya yang sontak saja membuat semua orang yang ada di situ tertawa dengan nada bicaranya  yang begitu menggemaskan.


     "Yaudah kita pulang sekarang ya? salam dulu tapi sama Om dan Tante ya," suruh Miftah.


     "Tante, Fajar sama Ummi dan Abi mau pulang dulu ya... Soalnya udah mau magrib," pamitnya.


     "Iya sayang, hati - hati di jalan ya." ucap Zaldira sambil mengecup dahinya.


     "Iya Tante," responnya yang kini berjalan ke arah Zamrud.


     "Oom seru! Fajar mau pulang dulu ya... Nanti sampai rumah Fajar masih boleh telponan sama Oom kan?" tanyanya.


     Zamrud hanya terkekeh saat melihat Fajar yang tampak tak bisa lepas dengannya.


     "Fajar kan ada Abi, emangnya gak mau ngobrol sama Abi aja? gak bosen apa ngomong sama om Zamrud terus?" tanya Firdaus sedikit cemburu.


     "Gak bosen kok Abi, kan om Zamrud orangnya seru banget. Sering beliin Fajar es krim, terus ajak Fajar naik perosotan sama naik mobil odong - odong." jelasnya.


     "Ya kan Fajar bisa juga ajak Abi," ucap Firdaus.


     "Tapi Abi akhir - akhir ini lagi sibuk di kantor, Fajar pulang sekolah sendirian. Ummi kadang sibuk masak sama nenek, pas mau ajak Abi main Fajar gak mau nanti Abi malah tambah capek. Kalau kakek kadang udah pergi keluar," jujurnya yang membuat Firdaus terharu sekaligus gemas karna Fajar sangat pengertian kepadanya.

__ADS_1


     "Ya Allah... Anak Abi udah dewasa banget ya ternyata," ucapnya lalu menggendong Fajar dan memberikannya pelukan erat sambil mengelus punggungnya.


     "Abi minta maaf ya karna terlalu sibuk, sampai jarang ada waktu buat Fajar. Tapi Abi janji, setiap hari Sabtu sama Minggu kita akan pergi jalan - jalan lagi hanya ada Fajar, Abi dan Ummi." beritahunya.


     "Wah... Yang benar Abi? asyik... Makasih banyak ya Abi," girangnya yang semakin erat memeluk leher Firdaus.


     "Iya nak sama - sama," responnya hingga membuat Miftah dan yang lainnya tersenyum.


     Setiap orang bisa melihat sikap dewasa dari Fajar yang sejak tadi tidak pernah rewel hingga Miftah dan Firdaus dapat serius membantu.


     "Oh iya, mama sama papa Kaka mana?" tanya Miftah.


     "Tadi udah pergi sebentar, nanti kalau mau nitip salam biar Kaka sampaikan aja." tawarnya.


     "Yaudah kalau gitu kami pamit dulu ya kak, jangan lupa salamnya." peringat Miftah.


     "Iya Miftah," responnya sambil mengangguk.


     Setelah melambaikan tangan sebentar mereka kini menuju ke mobil mereka dan masuk ke dalamnya.


     Terlihat Zamrud dan Zaldira masih melihat mereka dari teras yang ada di depan rumah.


     "Sampai jumpa Oom seru!" ucap Fajar dari kaca mobil.


     "Sampai jumpa juga Fajar pinter," respon Zamrud hingga membuat Fajar tersenyum saat mendengarnya.


     Tak perlu menunggu waktu lama Firdaus langsung menyalakan mobilnya dan mulai membelah jalanan yang sudah hampir gelap, untung saja mereka telah melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar di rumah Zamrud.


     Sampai di rumah nanti meraka hanya tinggal melaksanakan sholat magrib setelah membersihkan diri. Perjalanan mereka di dalam mobil juga tak berhenti di hiasi oleh canda tawa yang begitu menyenangkan.


     Dan apakah ada yang tau tentang Jannah? setelah sehari kepulangan Firdaus kerumah, ia dan Jannah langsung mengurus surat penceraian mereka dan berpisah secara damai tanpa keributan.


     Karna saat selesai mengantarkan Firdaus ke pelabuhan Jannah langsung pamit untuk pulang dan tinggal di rumah orang tuanya saja, sekalian menjelaskan semuanya.


     Hubungannya dengan Miftah juga terbilang masih baik - baik saja, orang tua Jannah juga sangat memaklumi akan hal itu sebab Firdaus juga tak melakukan KDRT terhadap putri mereka.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2