
Disisi lain, tampak seorang wanita yang baru saja keluar dari rumah sakit bersama suaminya. Ia seperti nya baru selesai mengecek kandungannya yang sudah sangat besar bersama sang suami.
Senyum kebahagiaan tak pernah luntur dari wajah mereka karna beberapa hari lagi menurut perhitungan dokter anak mereka akan segera lahir dan dapat bertatap muka dengan mereka.
"Pa... Seperti nya Firdaus pasti sangat senang ya nanti jika mendengar kabar baik ini," ucap istrinya sambil mengelus sayang perutnya.
"Iya dong! Firdaus pasti sangat senang jika ia nantinya akan mendapatkan adik baru," respon sang suami ikut mengelus perut istrinya.
Seorang pria yang tak sengaja mendengar nama Firdaus disebutkan oleh dua sepasang suami istri tersebut pun langsung menghampiri mereka yang kini sudah keluar dari rumah sakit.
Ketika sang suami hendak membuka pintu mobil, tiba - tiba gerakannya terhalang saat mendengar suara sang pria yang menyapanya.
"Permisi pak, apakah benar Firdaus itu putra bapak?" tanya seorang pria padanya.
"Iya benar! ada apa ya?" tanyanya bingung.
"Saya harus berani, hanya dengan cara ini saya mungkin dapat membantu kerugian neng itu karna ia sudah benar - benar baik pada saya dan teman saya." batinnya.
__ADS_1
"Maaf! jika memang tidak ada apa - apa saya dengan istri saya akan segera pulang," ucapnya karna tak sabar.
"Eh! jadi begini pak. Putra bapak yang bernama Firdaus telah menyuruh saya dan teman saya yang bernama Gudara untuk menghancurkan kebun terong sigadis desa. Bahkan, ia juga berniat agar kami mencelakainya sampai nyawanya melayang. Tapi hanya gara - gara kerja keras kami tak sesuai harapannya ditambah lagi sang gadis masih hidup kami pun jadi tidak diberikan imbalan," jelasnya.
"Jadi apakah tujuanmu menceritakan hal tersebut untuk meminta imbalan kepada saya hah?" selidiknya dengan tangan yang sudah mengepal kuat.
"Tidak sama sekali pak! saya hanya berniat untuk membantunya saja. Karna korban jadi memiliki kerugian yang sangat besar. Tapi walau pun begitu gadis itu malah membantu kami para pelaku dengan membayar biaya rumah sakit keluarga kami yang sedang dirawat. Biayanya tidak sedikit, mungkin bapak bersedia untuk membantunya agar ia jadi tak sedikit terpuruk." jelasnya lagi yang langsung membuat papa Firdaus mengeraskan rahangnya. Ia kini benar - benar marah dengan putra pertamanya itu.
"Pa... Sudahlah nanti Ketika sampai ditumah kita bicarakan lagi baik - baik dengannya oke!" pinta istrinya sambil mengusap tangan suaminya.
Setelah menarik nafas kasar, suaminya pun menjawab " baiklah kalau begitu, tapi apakah gadis itu memiliki orang tua?" tanyanya.
"Saya juga kurang tau pak. Tapi setau saya, sejak dulu ia hanya tinggal bersama kakek dan neneknya sampai mereka meninggal." jawabnya.
"Maaf pak terima kasih! saya tidak mau menerima uang dari bapak! yang saya minta hanyalah tolong bantu sienengnya ya pak," tolaknya lalu langsung melangkah pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut yang merasa heran dengannya.
Setelah memasukkan uangnya kembali, mereka pun mulai masuk kedalam mobil dan menyuruh sang sopir untuk bergegas menyetir menuju kerumahnya mereka.
_____________________________________
__ADS_1
Hai kaka semuanya... 🤗
Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇
"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"
Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊
Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄
Dimana bulan disitu bintang 😀
Dimana gelap disitu terang 🤣
Terima kasih bila tlah datang 😆
Star beri ucapan salam sayang 😘
Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...
__ADS_1
Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...
🍃🍃🍃🍃🍃 🙏🙏🙏 🍃🍃🍃🍃🍃