
Miftah kini sudah terbangun ketika azan Dzuhur telah berkumandang melalui ponselnya, rumahnya yang sedikit jauh dari tempat tinggal penduduk lainnya membuatnya kadang harus menyetel azan diponsel sendiri.
Saat bangun ia langsung melaksanakan sholat Dzuhur, matanya tak sengaja tertuju pada tumpukan mawar putih yang sudah ia masukkan kedalam Vas kaca selama seminggu ini.
"Aku tidak tau... Aku sebenarnya masih sangat bingung... Tapi kenapa hati ini sangat sulit memutuskan salah satu yang benar - benar tepat untukku? kenapa? kenapa perasaan ini kian hari kian berubah? aku juga bingung dengan diriku sendiri! kenapa dulu aku tidak pernah punya perasaan sama sekali pada pria seperti kak Zamrud yang memang sudah susah payah mengejar ku?" resahnya.
"Sekarang aku malah punya rasa pada orang yang memang benar - benar belum terlalu aku kenal," resahnya lagi tapi saat mengingat hal ini ia jadi merasa tak tenang sama sekali.
"Apakah sipemberi mawar putih ini benar - benar jodohku?" pikirnya lagi hingga akhirnya ia lebih memilih mengabaikan saja dan melaksanakan sholat yang belum ia kerjakan sejak usai azan tadi.
🌜 Malam 🌛
Kini Miftah sudah terbangun pada malam hari, waktu masih menunjukkan pukul tiga malam, ia mulai bangkit dari pembaringannya.
Dari semalam ia benar - benar tidak bisa tidur nyenyak, ia sangat takut salah mengambil keputusan hingga malam ini ia berniat untuk melaksanakan sholat Tahajud yang disambung dengan sholat Istikharah.
Saat Miftah sedang bingung memilih sesuatu ia selalu melakukan sholat Istikharah agar keyakinannya dapat dicondongkan ke arah yang lebih baik lagi.
Usai melaksanakan Sholat ia pun langsung tidur kembali setelah berdoa " Ya Allah tolong condongkan hatiku pada pilihan yang mana pilihan itu mengarah pada sesuatu yang lebih baik untukku dan diridhoi olehmu, sebab aku tidak tau pilihan yang terbaik untuk diriku sendiri dan engkaulah yang Maha tau atas segala sesuatu yang belum aku ketahui, jadi tolong berikan aku petunjuk yang mana petunjuk itu bisa membuatku memutuskan sesuatu dengan yakin pada satu hal yang kini masih berisi keraguan."
Miftah mulai berbaring kembali setelah membereskan perlengkapan sholatnya dan menaruhnya ditempat semula seperti biasa hingga rasa kantuk yang tadinya sempat menghilang kini malah muncul kembali dalam sekejap.
Kini Miftah sedang berada didepan sebuah perusahaan yang sangat megah ia bingung kenapa dirinya tiba - tiba saja ada didepan gedung ini.
*Dari kejauhan ia melihat seorang pria yang datang dengan membawa tas kantor yang dijinjing ditangan kanannya.
"Maaf nyonya muda, mari aku akan mengantarkanmu keruangan tuan muda." ucap pria itu*.
"*Siapa kamu?" tanyanya bingung.
"Apakah nyonya lupa? nyonya adalah istri tuan muda yang memiliki perusahaan ini dan saya adalah bodyguard pribadi nyonya semenjak nyonya menikah dengan tuan muda," jelasnya*.
"*Apa sih maksudmu? aku memang sama sekali belum menikah," elaknya.
"Ya ampun... Apakah kepala nyonya tadi tertimpa sesuatu hingga membuat nyonya jadi lupa ingatan? lebih baik ayo kita temui tuan muda dulu untuk meminta izin," ajaknya sambil menarik tangan Miftah agar mau mengikutinya*.
Sesampai dilantai atas tepatnya diruang pribadi tuan muda, Miftah dan bodyguard pun meminta izin untuk masuk kedalam hingga akhirnya pintunya pun terbuka dengan lebar.
"Maaf tuan muda... Sepertinya nyonya muda sedang mengalami lupa ingatan sampai - sampai ia tidak tau kalau dia sudah menikah," jelasnya.
"Yasudah cepat kamu bawa nyonya muda kerumah sakit dan beritahu hasil pengecekannya padaku," respon suara seseorang yang benar - benar Miftah kenali tapi sayang wajahnya terhalang oleh tubuh si bodyguard yang sedang berbicara dengannya.
"Ayo nyonya muda... Anda harus cepat pergi kerumah sakit sekarang," ajak bodyguard kepada Miftah yang masih bingung dengan apa yang terjadi tapi ia sedang berusaha untuk bersikap tenang.
Sebenarnya Miftah sangat penasaran dengan sosok yang dipanggil tuan muda dan kalau tidak salah dialah yang disebut sebagai suaminya.
Tapi nasib baik sedang tidak berpihak padanya karna saat ia hendak melihat kearah pria itu ia malah sudah lebih dulu dihalangi oleh tubuh sang bodyguard hingga ia jadi gagal fukus dan hampir saja tersandung.
Kini Miftah sudah membuka matanya, keringat dingin masih mengalir deras melalui pelipisnya akibat mimpi dari suara yang sangat ia kenal itu.
"Firdaus," hanya itu yang ia ucapkan dan keyakinannya juga sudah begitu mantap.
"Allahu Akbar Allahu Akbar," suara azan melalui ponsel Miftah mulai berkumandang dengan merdu, membuatnya jadi semakin bersemangat untuk bangkit meninggalkan kasurnya yang sangat nyaman itu.
Entah mengapa disisi lain hatinya masih tersimpan sedikit keraguan, tapi kini keraguan itu telah dikalahkan oleh sebuah keyakinan yang sangat besar.
Usai sholat subuh Miftah seperti biasa sudah sibuk memetik buah terong untuk ia jual kepasar, hari ini Zaldira tidak dapat menemaninya begitu juga dengan Zamrud dan Wahyu karna mereka sedang banyak sekali urusan.
Usai memetik buah terong Miftah langsung bergegas menuju kepasar untuk menjualnya, tapi ia sangat terkejut saat mendengar suara telpon yang berbunyi begitu keras dari dalam kamarnya.
Saat ia lihat siapa yang menelpon mulutnya seakan beku dalam sekejap.
"Bagaimana ini? haruskah Kaka meneleponku sepagi ini?" resahnya karna ia benar - benar takut saat diminta jawaban.
__ADS_1
Akhirnya ia memilih mematikan saja dan menjawab memalui wa.
- Miftah -
Maaf Kaka ada apa menelponku sepagi ini? 😅
- Firdaus -
Kenapa panggilanku gak diangkat? 🙄
- Miftah -
Emangnya harus lewat panggilan ya Kaka? aku gak bisa kalau harus menelpon... Nanti aku malah gak bisa berkata - kata lagi
- Firdaus -
Masak gak bisa 😔
- Miftah -
Iya Kaka... Miftah gak boong sama sekali kok... Miftah hanya merasa gugup aja 😓
- Firdaus -
Ya sudah kalau begitu apa jawabanmu Ratuku 😄
- Miftah -
Apa ya 🤔
- Firdaus -
Jangan bilang kalau kamu belum mendapatkan jawaban dan dengan tega menyuruhku untuk menunggu lagi 😑
- Miftah -
- Firdaus -
Ya sudah kalau begitu... Jadi intinya sekarang apa jawabannya? ☺️
Setelah menghembuskan nafas panjang lalu menormalkan detak jantung nya agar tak berlebihan Miftah pun mulai membalas pertanyaan dari Firdaus.
"Bismillah," batinnya yakin.
Lalu jawaban itu masuk ketempat Firdaus dan alangkah senangnya ia karna ternyata rencana yang sudah ia susun matang - matang ini tidak sia - sia sama sekali.
- Miftah -
Bismillah aku akan menerimamu Firdaus... 😃
- Firdaus -
Benarkah? kamu enggak lagi becanda kan?
- Miftah -
Ya enggaklah Kaka... Masak Miftah setega itu sama Kaka 😣
- Firdaus -
Tapi kamu harus janji kalau kamu sudah bertemu denganku kamu tidak akan berubah pikiran, jadi kita bisa lanjutkan ke pernikahan yang dua hari lagi akan kita laksanakan
- Miftah -
Apa? secepat itu kah? 😨
__ADS_1
- Firdaus -
Itu gak cepat banget malah 🙃 kalau cepat itu kita nikahnya besok 😳
- Miftah -
Tapi kan pernikahan itu butuh persiapan 🙁
- Firdaus -
Tenang saja... Aku soalnya sudah lama mempersiapkan nya dan tugasmu hanya menurut saja 😎
- Miftah -
Apakah ini tidak terlalu mendadak ya 😐
- Firdaus -
Enggak sama sekali karna semua memang sudah aku atur sejak lama dan aku percaya bahwa kamu pasti menerimaku jadi nanti malam aku ingin bertemu denganmu sedangkan besoknya kamu langsung kujemput untuk tinggal dirumah keluargaku
- Miftah -
Apa 😲
- Firdaus -
Sudah jangan terlalu banyak terkejut... Sampai jumpa nanti malam oke 😉 tempat pertemuannya nanti akan aku kirimkan lewat wa 🙂
- Miftah -
Ya sudah kalau begitu... Insya Allah nanti aku pasti akan datang! semoga saja kamu memang benar - benar serius dalam hal ini 😔
- Firdaus -
Tenang... Aku kan sudah bilang tidak akan menipumu 😁
- Miftah -
Semoga saja iya, kalau begitu aku mau off dulu yah Kaka 😃
- Firdaus -
Mau kemana?
- Miftah -
Aku masih sibuk dengan urusan pekerjaan ku yang masih belum kelar dikebunku 😌
- Firdaus -
Oh... 😯 Kalau begitu kamu lanjutkan saja ya... Dan semangat 💪
- Miftah -
Iya 😊 aku tutup ya Kaka 🤗
- Firdaus -
Baik ☺️ gak papa silahkan tutup aja 😇
- Miftah -
Oke 👌
Setalah menutup ponselnya Miftah pun kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda, lalu ia berniat untuk membeli baju atasan yang akan ia gunakan nanti malam sekalian mengantar buah terong kepasar.
__ADS_1