
Selesai makan siang, Angkasa dan Samudra berpisah lalu satu keluarga yang terdiri dari 3 orang segera menaiki mobil untuk kembali ke kediaman mereka.
"Sayangku, bagaimana menurutmu tentang gadis kecil yang sangat menggemaskan di restoran?" Tanya Laila pada Andra.
"Dia sedikit imut." Jawab Andra.
"Iya 'kan? Kita memiliki pemikiran yang sama." Ucap Laila merasa sangat senang, akan sangat baik kalau Andra mulai membuka diri dan memiliki teman.
Mengambil ponselnya, Laila memperlihatkan foto Andra dan Sarah berpelukan.
"Lihat ini, Mama mengambil foto kalian berdua.
Dia adalah teman pertamamu bukan? Mama akan mencetaknya dan memajangnya di kamarmu." Ucap Laila.
Mengambil ponsel Laila, Andra memandangi foto dua anak kecil itu.
Kata teman terdengar jauh lebih baik.
Masih memandangi foto itu, tiba-tiba ponsel Laila bergetar menampakan sebuah nomor baru yang menghubunginya.
"Sayangku, mari melihat fotonya nanti, Mama akan mengangkat telepon ini." Ucap Laila diangguki oleh Andra lalu Laila segera mengangkat panggilan telepon yang masuk.
"Halo," ucapnya pada orang di seberang telpon.
"Halo, apa ini Laila?" Tanya Rizal.
__ADS_1
"Ya, apakah ini Tuan Rizal?" Tanya Laila yang mengingat suara pria yang baik hati itu.
Sayangnya, kata Rizal yang diucapkan oleh Layla langsung menarik perhatian Samudra hingga pria itu menoleh ke belakang dengan tatapan meminta penjelasan.
Melihat kekasihnya yang terlalu protektif itu, Laila menghidupkan pengeras suara pada ponselnya.
"Ya, benar, ini aku. Tidak menyangka, kau sampai mengingat suaraku." Ucap Rizal setengah tertawa karena perasaan senangnya.
"Suara Tuan terlalu unik, jadi saya kebetulan mengingatnya." Ucap Laila.
"Terima kasih atas pujianmu. Oya Laila, apa kau punya kesibukan di Kamis malam?" Tanya Risal kemudian.
"Kamis malam?" Laila bertanya sembari melihat ke arah Samudra.
"Benar, itu adalah hari ulang tahunku dan aku ingin mengundangmu supaya datang ke perayaan ulang tahunku.
"Baiklah, saya akan datang." Ucap Laila.
"Bagus sekali. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu. Jangan lupa datang ya,,"
"Baik Tuan, akan saya usahakan." Jawab Laila lalu mereka mengakhiri panggilan telepon itu.
"Rizal? Bukankah dia ayah Anita?" Tanya Samudra setelah panggilan telepon itu terputus.
"Hmm, setelah ayah dan ibuku bercerai, Ibuku menikah lagi, dan Tuan Rizal adalah suami barunya." Jawab Laila.
__ADS_1
"Jadi kau berencana datang ke pesta itu untuk merusaknya?" Tanya Samudra terus terang.
Ia tahu, kalau Laila begitu menderita setelah ulah ayah dan ibunya.
Dan dia juga menebak kalau Laila kembali ke negara ini untuk menjumpai mereka.
"Tidak, aku tidak tega merusak pesta orang baik seperti Tuan Rizal. Aku hanya pergi untuk memberinya ucapan selamat, tidak ada yang lain." Ucap Laila.
"Kalau begitu, aku akan pergi bersamamu." Ucap Samudra yang terlalu kuatir jika Laila pergi sendiri dan bertemu dengan orang-orang yang membencinya disana.
"Kau ini, kalau kau pergi ke sana, bukan Tuan Rizal yang menjadi pusat perhatian, tapi kau lah yang akan menjadi pusat perhatian di sana." Ucapan Laila sambil tertawa.
Bagaimana mungkin dia membiarkan Samudra ikut dan mengambil alih semua perhatian yang seharusnya di dapatkan oleh Tuan Rizal?
"Baiklah, tapi kau harus menghubungiku kalau sesuatu yang buruk terjadi." Ucap Samudra.
"Tentu saja. Kau pikir siapa lagi yang bisa menolongku jika bukan kamu?" Ucap Laila membuat Samudra merasa begitu bangga.
Benar, dia adalah pahlawan untuk keluarganya!
@Interaksi
Kalo cuma mau ngucapin selamat, ulang tahunnya masih lama, masih tahun depan.
__ADS_1
Tapi kalo mau ngasih hadiah, otor ulang tahun tiap hari.
Jadi siapin ajah hadiahnya satu hari minimal satu hadiah. 👍👍👍😀