
Setelah memakai pakaian kerja mereka, Laila duduk di depan meja rias dengan Samudra mengeringkan rambutnya.
"Hasil tes DNAnya sudah keluar." Ucap Samudra memulai pembicaraan.
"Lalu apa hasilnya?" Tanya Laila dengan wajah datar seolah perempuan itu sama sekali tidak peduli dengan hasil tes DNA.
"Hasilnya negatif." Jawab Samudra.
"Baguslah, kalau begitu aku tidak perlu menyimpan sedikitpun belas kasihan untuknya.
Tapi, kalau dia bukan ibu kandungku, maka orang tua kandungku mungkin saja ada di sebuah tempat dan sedang mencemaskanku." Ucap Laila meski ia sendiri tidak yakin Apakah orang tuanya akan memikirkannya.
Bagaimanapun, dia sudah hidup selama 20 tahun dan tidak ada satupun orang yang pernah menanyakannya atau ada kabar seseorang mencarinya.
"Aku akan mencarinya. Tapi,, apa kau mau menerima mereka jika aku menemukannya?" Tanya Samudra yang sangat cemas.
Bagaimanapun, penderitaan yang dialami Laila dari orang tuanya sudah terlalu banyak.
"Aku akan memutuskannya setelah mengetahuinya.
Tapi, aku penasaran, sampai sekarang Tuan Rizal belum menghubungiku untuk menanyakan soal hubunganku dengan perempuan itu." Ucap Laila menoleh pada ponselnya yang diletakkan di atas meja rias.
"Mungkin dia masih menunggu saat yang tepat." Jawab Samudra.
"Kau benar, tapi sayangku," Laila menoleh ke belakang menatap pria yang sedang memegang hair dryer.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Samudra meletakkan hairdryer di tangannya saat melihat sebuah keraguan di wajah Laila.
"Apa kau tidak marah padaku?" Tanya Laila.
"Marah tentang apa?" Tanya Samudra tak mengerti.
Mengulurkan tangannya memeluk pinggang suaminya, Laila menempelkan dagunya di perut pria itu dan menatap mata Samudra.
"Aku takut kamu marah karena aku terlalu berambisi untuk membalaskan dendamku.
Aku takut kalau sebenarnya kamu tidak menyetujui keputusan ku." Ucap Laila membuat Samudra menghela nafas.
"Sayangku, kau baru saja membuatku takut!
Aku pikir ada sesuatu yang salah!" Ucap Samudra mengacak rambut Laila yang sudah setengah kering.
Suamimu akan selalu mendukung apapun keputusanmu, lagipula, jika kau tidak memiliki niat untuk membalas perbuatan mereka, akulah yang akan turun tangan.
Dan saat itu terjadi, aku tidak akan menempuh cara balas dendam seperti yang kau lakukan." Ucap Samudra membuat Layla merasa sangat terharu dan memeluk erat suaminya.
"Terima kasih, tapi,, kalau kau yang membalas mereka, cara seperti apa yang kau lakukan?" Tanya Laila kini penasaran.
Mungkin saja dia bisa mengambil ide Samudra.
"Kalau aku yang melakukannya, aku akan memanfaatkan kekuasaan ku membuat perusahaan mereka bangkrut dan menjawab berapa orang untuk membuat mereka menderita di jalanan." Jawab Samudra membuat Layla ternganga.
__ADS_1
Hanya beberapa orang yang bermasalah lalu pria itu ingin mengorbankan ribuan orang!
Bayangkan jika 1 saja perusahaan milik Tuan Rizal yang dibangkrutkan oleh Samudra, berapa banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan dan kehilangan pendapatan untuk menghidupi keluarga mereka?
"Kenapa? Apa ideku kurang sempurna?" Tanya Samudra.
"Ahh, bukan begitu, idemu terlalu cemerlang hingga membuatku terpaku sesaat.
Tapi, aku tidak akan menggunakan rencanamu." Ucap Laila.
"Kenapa?" Tanya Samudra.
Kalau idenya sudah sempurna, mengapa istrinya tidak mau menggunakan rencananya?
"Karena rencanamu itu terlalu kejam!" Jawab Laila dengan singkat.
"Apa? Istriku sudah berubah? Padahal dulu sudah membuat banyak perusahaan bangkrut!" ucap Samudra mengingatkan istrinya.
"Kau berani menentang ku?!" tanya Laila kini memperlihatkan wajah marahnya.
"Sayang tidak! Aku hanya bercanda! Dulu itu, istriku dikendalikan oleh si brengsek Dewa. jadi itu bukan salah istriku!" ucap Samudra.
@Interaksi
__ADS_1
Bengek kali permintaanya!
Lain kali minta yang berharga dikit kek? Misalnya emas beserta tambangnya! 😂ðŸ¤