Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 192. Pengorbanan seorang Ibu.


__ADS_3

Di sisi lain pulau, mobil yang membawa Laila terhadang di tengah perjalanan mereka oleh sebuah helikopter yang mendarat di tengah jalan.


"Tabrak!" Perintah Laila pada sang supir.


Sang supir langsung menginjak pedal gas dan dengan kecepatan tinggi menjalankan mobilnya ke arah helikopter.


Helikopter itu langsung terangkat naik mengikuti mobil mereka yang berlari dengan kecepatan tinggi.


Namun sayangnya, Baru beberapa kilometer mereka melaju saat jalan mereka terhadang lagi oleh sebuah mobil kontainer besar yang menghalangi seluruh badan jalan.


Banyak orang-orang bersenjata berjaga di sekitar kontainer dan mengarahkan senjata mereka ke arah mobil yang ditumpangi keluarga Anderson.


Mau tidak mau, mobil harus berhenti dan dua orang pengawal yang berada di dalam mobil segera turun dari mobil untuk melihat situasi.


Begitu pula dengan 4 mobil yang mengikuti mobil mereka, semua pengawal keluar dan mengelilingi mobil Tuan mereka.


"Percuma saja, kalian sudah dikepung!" Ucap Rizal berjalan dari belakang kontainer dengan senyum menyerigai.


Dia sudah siap mati untuk membalaskan dendam putrinya.

__ADS_1


Pria itu menatap ke atas helikopter di mana beberapa orang suruhan Dewa juga ikut bersama mereka, sementara orang-orang yang berada di sisinya adalah orang-orang yang disiapkan oleh Robert.


Melihat situasi di luar, Laila tahu bahwa tidak ada jalan bagi mereka untuk meninggalkan tempat itu bahkan dengan beberapa pengawal yang disiapkan oleh Samudra.


Memberi sebuah ciuman di kening putranya, Laila memejamkan matanya sebelum menoleh pada kedua mertuanya yang duduk dengan cemas di belakang mereka.


"Ayah, ibu, tolong jaga Andra." Ucap Laila membaringkan Andra di di tempat duduknya.


"Laila, apa yang kau lakukan?!" Weleni menahan tangan perempuan yang hendak membuka pintu mobil.


"Ibu, aku akan keluar dan bernegosiasi dengan mereka. Kalau hasilnya tetap tidak baik dan aku harus tinggal, maka ayah dan ibu harus berjanji untuk menjaga Putraku." Ucapan Laila meneteskan air matanya sembari menatap ke arah putranya yang sedang terlelap.


"Tidak Bu, helikopter yang mereka bawa adalah helikopter milik seseorang yang kukenal. Kalau aku tinggal, pria itu tidak akan menyakitiku." Ucap Laila berbohong dengan raut wajah meyakinkan sembari mengusap air matanya yang terus berjatuhan mengingat putranya.


Baru hari ini dia tahu kalau Andra adalah putra kandungnya, dan besok dia berencana memberitakan berita gembira itu pada anaknya saat anaknya bangun.


Tapi sayang, mungkin pengakuannya akan terkubur untuk selama-lamanya.


"Laila,, Samudra akan membunuh kami semua saat kami membiarkanmu celaka. Tolonglah,, kalau kau mau mengorbankan nyawamu, maka jangan mengorbankan kami semua, Kami bertiga akan hidup dalam rasa bersalah, termasuk putramu sendiri!" Ucap Weleni juga kini menangis.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan ibumu itu benar, Laila kau tidak boleh keluar. Tunggu biar ayah saja yang keluar." Ucap Silas berdiri dan berjalan ke kursi depan.


"Ayah tidak..! Kumohon...!" Laila langsung bersujud di bawah kaki pria tua itu.


"Tolong,, Tolong jangan lakukan apapun untuk melindungi ku. Ini terakhir kalinya aku bisa membalas semua ketidak hadiran ku selama 5 tahun pertumbuhan anakku. Jadi tolong, jangan halangi aku,," isak Laila.


"Laila,, tolo-"


"Tolong! Tolong, saat aku tidak bisa bertahan, tolong wakili aku untuk mengatakan permintaan maafku pada Putraku, dan tolong jaga dia dengan baik." Ucap Laila lalu perempuan itu langsung membuka pintu dan keluar dari mobil.


Menghapus air matanya dan menguatkan tekad nya, Laila kembali menoleh ke dalam mobil.


'Putraku, Ibu akan melakukan apa pun agar kamu bisa selamat.'


@Interaksi


Otor menangis sambil ngetik ini,, awas saja kalo reder gak nangis darah 5 liter...!


20 Des 2021 (02:17 WITA)

__ADS_1


__ADS_2