Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 79. Tidak ada satu pun orang yang sempurna


__ADS_3

Anita berdiri dengan geram menyaksikan Laila kini mengambil berbagai hadiah yang sudah disiapkan oleh Anderson grup.


'Laila,, kau ****** kecil yang berani melawanku!


Lihat saja, ini akan menjadi permulaan kehancuranmu!


Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja!' gumamnya penuh kebencian melihat pada Laila yang kini menerima piala dan hadiah.


"Kak Rama, ayo kembali." Katanya kemudian sembari menatap pria yang juga menatap Laila dengan kemarahan.


Bagaimana tidak, jika saja Laila tidak mengacaukan hari ini, mereka akan menjadi pemenang selama tiga tahun berturut-turut dan menjadi pemecah rekor.


Tapi kini, bukan merekalah yang memecahkan rekor kemenangan terbanyak berturut-turut, tapi Laila yang memecahkan rekor pembobolan lapisan ketiga sistem keamanan hanya dalam waktu dua menit!


Dan akhirnya, mimpi mereka untuk pindah dari perusahaan cabang Anderson grup ke perusahaan utama Anderson grup harus dikubur dalam-dalam.


Laila dan Rama sudah berbalik untuk meninggalkan ruangan itu saat mereka dijumpai oleh Rizal dan Irmawati.


"Selamat sayang," ucap Rizal langsung memeluk putrinya dengan hangat.


"Ayah, aku kalah." Ucap Anita berusaha menahan kekesalannya.

__ADS_1


Sejak sekolah, ia seharusnya menjadi yang pertama, namun sejak Laila bersama-sama dengannya ia selalu berada di urutan kedua.


Setelah Laila hamil diluar nikah, ia akhirnya bisa menguasai posisi pertama.


Tapi kini, perempuan itu kembali lagi ke kehidupannya dan merusak semua mimpi-mimpinya!


"Siapa bilang putri ayah kalah?! Putri Ayah sudah melakukan yang terbaik hari ini." Ucap Rizal tetap tersenyum merasa bangga dengan putrinya.


"Mas, sebaiknya kita pulang lebih cepat. Aku rasa, Anita dan Rama perlu istirahat." Ucap Irmawati yang jelas mengerti bagaimana perasaan Anita.


"Benarkah?" Tanya Rizal pada Anita dan Rama karena dia berpikir untuk mengajak semua orang makan bersama demi merayakan kemenangan putrinya di posisi kedua dan kemenangan Laila di posisi pertama.


"Ya Ayah," jawab Anita dengan wajah lesu.


Acara perayaan kemenangan kalian bisa kita tunda sampai besok." Ucap Rizal membuat wanita menjadi semakin marah.


Ia sudah marah karena Laila, dan sekarang karena ayahnya juga. Apakah hari ini semua orang berniat mempermalukannya?


"Tidak! Aku tidak akan pergi menyelamatinya meskipun aku harus mati jika tidak pergi!" Ucap Anita sembari menggertakkan giginya dengan keras.


"Paman, Bibi, sebaiknya kami pulang duluan." Ucap Rama yang jelas mengerti perasaan Anita.

__ADS_1


"Tapi,," Rizal masih ingin membujuk kedua orang itu supaya menyelamati Laila, tapi ia berhenti saat melihat keduanya langsung berbalik meninggalkan mereka.


"Mas, biarkan saja." Kata Irmawati menarik lengan suaminya saat lelaki itu hendak mengejar dua orang yang sudah pergi.


Menghela nafasnya, Rizal kemudian melihat kearah Laila yang kini berbicara dengan beberapa staf dari Anderson Group.


"Ayo pergi menyalami Laila sebentar sebelum menyusul Anita dan Rama." Ucap Rizal merangkul istrinya ke arah Laila.


Sembari berjalan, Irmawati berkata "Mas, dengan Mas terlalu membela Laila, ini akan menyebabkan hubungan Mas dengan Anita menjadi renggang.


Anita sangat mimpikan saat-saat ia akan bekerja di perusahaan utama Anderson grup dan satu-satunya cara untuk masuk ke sana adalah kemenangannya di kompetisi ini.


Tapi, karena kompetisi ini dimenangkan oleh Laila, mimpi besarnya harus terkubur dalam-dalam.


Bukan aku tidak setuju dengan keputusan Mas, tapi lebih pada hubungan Mas dengan anak kandung Mas." Kata Irmawati.


Rizal menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap istrinya "Kau benar, tapi kita perlu mengajarkan anak kita untuk menerima bahwa ada saatnya ia akan bertemu dengan orang yang jauh lebih diatas darinya, supaya ia bisa sadar kalau tidak ada satu pun orang yang sempurna!"


@Interaksi


__ADS_1


Sekarang sudah ada, tapi untuk terkenal? keknya mustahil 7 turunan deh itu 🤭 canda✌️


__ADS_2