Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 111. Ponsel Irmawati ditemukan


__ADS_3

Sang petugas memeriksa dengan teliti tas Laila dan hanya menemukan satu ponsel di dalam tas itu.


Itu adalah ponsel milik Laila.


"Silahkan Nona, anda bersih." Ucap sang petugas memberi jalan bagi Laila untuk pergi.


Melihat itu, Anita dan Irmawati langsung berpandangan tak percaya.


Terutama Anita yang jelas memastikan bahwa ponsel itu berada dalam tas Laila.


'Sial!! Bagaimana bisa?!' Gerutu wanita penuh kemarahan melihat Laila kini berjalan ke pintu keluar.


Sementara, Sang Petugas yang baru saja memeriksa Laila, pria itu langsung memberi kode pada rekannya yang bertugas.


Rekan yang menerima kode langsung mengikuti Laila, dan ketika mereka berada di luar, pria itu mengisyaratkan Laila supaya mengikutinya ke sebuah tempat.


Merasa bingung, Laila hendak bertanya pada pria itu, namun pria itu tidak memberinya kesempatan dan mereka memasuki sebuah ruangan yang berukuran 3x6 m dimana diruangan itu hanya terdapat satu set sofa yang diletakkan di tengah ruangan.


"Serahkan tas Anda." Ucap pria bertugas itu pada Laila.


"Ada apa ini?" Tanya Layla yang tentu saja tidak mau menuruti ucapan pria itu.


Apalagi, mereka hanya berdua saja di dalam ruangan.


"Serahakan tasnya atau saya ambil secara paksa!" Ucap pria itu membuat Laila menghela nafas lalu mengambil ponselnya dari tasnya dan menyerahkan tasnya pada petugas.

__ADS_1


Petugas itu lalu menggeledah tas Laila dan menemukan ponsel Irmawati berada di sudut paling dalam tas milik Laila.


"Bagaiman bisa?!" Laila sangat terkejut saat petugas itu menarik sebuah ponsel berwarna putih dengan berlian yang menghiasi pinggirnya.


"Nona, silakan duduk disini menunggu." Ucap petugas itu memberi isyarat pada Laila supaya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Tunggu!" Ucap Laila saat petugas itu hendak meninggalkannya.


"Saya mau kasus ini diselidiki dengan baik. Seseorang telah menjebak saya dan satu-satunya bukti yang bisa menjawabnya adalah sidik jari yang berada pada ponsel itu.


Karena saya tidak pernah menyentuh ponsel itu sedetikpun!" Ucap Laila membuat pria yang menjadi petugas itu langsung mengangguk dan meninggalkan Laila bersama dengan barang bukti.


'Aku tidak akan melepaskan kalian!' gumam Laila dengan ponselnya yang langsung berdering.


"Jangan kuwatir. Aku sudah menghubungi kepala polisi untuk menangani kasusnya." Ucap Samudra dari seberang telepon.


"Aku percaya padamu." Jawab Laila lalu terdengar ponsel milik Samudra direbut oleh seseorang.


Laila langsung tahu bahwa orang yang merebut ponsel itu tak lain adalah si pria kecil yang menggemaskan.


"Salo sayangku, jangan khawatir kan mama.


Polisi akan datang membantu mama dan masalah ini akan selesai dengan cepat lalu kita bisa kembali ke rumah." Ucap Laila.


"Semangat!" Suara pelan Andra menjawab dari seberang telepon.

__ADS_1


"Oh, tunggu, Apa kau juga menunggu Mama di basement hotel?" Tanya Laila yang baru sadar.


"Hmm," jawab pria kecil dari seberang telepon membuat Laila tersenyum penuh kehangatan.


"Terima kasih sayang. Mama mencintaimu!" Ucapan Layla yang tidak rela menutup telepon itu, Tapi beberapa petugas polisi sudah memasuki ruangan bersama dengan Rizal dan keluarganya.


Laila langsung mematikan telepon mereka.


Rizal terlihat tenang dan berjalan kearah sofa memandangi Laila sesaat sebelum duduk bersama Irmawati dan Anita.


Wajah Anita tidak tampak puas karena yang ia inginkan supaya Laila ketahuan di depan semua orang bukannya ditutupi seperti ini!


Tapi untungnya, dia sudah menelpon beberapa wartawan supaya datang ke tempat itu.


'Laila, jangan pikir kamu bisa lolos dan menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan!


Aku tidak akan membiarkanmu, pokoknya hari ini, kau dan ibumu harus ditendang dari sisi ayahku!' Geram Anita menatap Laila.


@Interaksi



Bisa,, nanti di kirim bersama santetnya ya...


🤭✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2