
Melihat Irmawati bersandiwara dengan sangat baik, Anita berdiri dan menatap perempuan menjijikkan itu.
"Dari 5 tahun yang lalu, kau selalu bersikap manis di depan ayahku, tapi selalu bersikap buruk saat ayahku tidak ada!
Sekarang, kau bahkan menfitnaku dengan sangat kejam!" Ucap Anita menggertakkan giginya sebelum melihat ayahnya yang terlihat bimbang di tengah-tengah perseteruan istri dan putrinya.
"Ayah,, Apakah Ayah tahu tindakan apa yang telah dilakukan oleh ibu tiri ini?
Selain hari ini dia berusaha menjebak Laila dengan ponselnya yang hilang, di 5 tahun yang lalu juga, dia pernah melukai Laila!" Kata Anita membuat Irmawati yang berada di pelukan Rizal menjadi terancam.
Perempuan itu mengangkat wajahnya dan menatap Anita dengan mata memerah karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
"Anita,, kau!" Ucapnya hendak marah sebelum menarik nafas dan berusaha menenangkan diri.
Yang paling penting sekarang adalah mencegah Rizal terus berada di ruangan itu mendengarkan ocehan Anita.
Berpura-pura sesak, Irmawati akhirnya jatuh ke lantai karena berpura-pura pingsan.
"Sayang,," Rizal sangat kaget mendekati Irmawati untuk mengangkat perempuan itu.
'Dasar ular!' garam Anita dalam hatinya dan menarik ayahnya ke sisinya.
"Ayah! Jangan tertipu dengan perempuan ular itu!
__ADS_1
Dia hanya berpura-pura pingsan supaya Aku gagal mengatakan pada ayah tentang kebusukan yang sudah ia simpan selama 5 tahun ini!" Ucap Anita mendapat tatapan marah dari ayahnya.
"Anita! Ayah tidak percaya kau sangat kejam pada ibu tirimu!" Kata lelaki itu kemudian mengangkat Irmawati dari lantai dan membawanya keluar dari hotel.
"Ck,, ck,, kau bahkan dikalahkan oleh perempuan tua itu?
Hahah,,, senang sekali 5 tahun yang lalu aku bisa bebas dari ibu kandung yang meresahkan itu..
Tapi tidak menyangka dia malah berubah menjadi ibu tiri yang jahat, bahkan menjadi Ibu dirimu?
Selamat!" Ucap Laila mencibir wanita yang kini berdiri dalam kemarahannya.
Meninggalkan Anita, Laila menyusul Rizal yang kini membopong Irmawati keluar hotel.
Para wartawan yang semula ditelepon oleh Anita langsung mengerumuni Rizal yang keluar membopong Irmawati.
Semua wartawan menanyakan tentang ponsel mahal yang hilang itu, mereka bahkan mengabaikan untuk memberi jalan bagi Rizal yang sementara menggendong istrinya yang pingsan.
Laila berjalan dengan pelan di belakang melihat Rizal yang tidak diberi jalan oleh para wartawan.
'Anita ini, Apakah dia benar-benar bodoh? Mengapa tidak segera menyusul kemari?' gumam Laila merasa kesal sembari sesekali menoleh ke belakangnya.
Sementara di ruangan yang sudah ditinggalkan Laila, Anita yang semula dikuasai amarah dan kekesalannya berusaha menjernihkan pikirannya lalu menyusul ketiga orang yang sudah keluar dari hotel.
__ADS_1
Berada di belakang Laila, Anita berlari cepat menyusul ayahnya dan mencibir Irmawati yang masih berpura-pura pingsan digendong ayahnya.
"Ayah, cepat ke rumah sakit, aku akan berbicara dengan wartawan sebentar!" Katanya dengan suara keras membuat telinga Irmawati berkedut mendengar Anita yang sama sekali tidak mau menyerah untuk membongkar kebusukan nya 5 tahun yang lalu!
'Hm, Anita sedikit pintar juga.' Laila menunggu saat-saat Irmawati akan berpura-pura sadar untuk mencegah Anita berbicara dengan wartawan.
Sesuai dugaan Laila, beberapa saat kemudian Irmawati mengerjapkan matanya dan berpura-pura terkejut di tengah kerumunan wartawan.
"Sayang," katanya memegang tangan suaminya supaya ia dilepaskan dari gendongan pria itu.
"Ayah cepat bawa ibu. Dan semuanya, saya yang akan mewakili keluarga saya berbicara." Ucap Anita pada wartawan.
"Tidak, suami saya sebagai kepala keluarga yang akan mewakili Kami berbicara." Ucap Irmawati membuat Anita tersenyum meremehkan.
Bagaimana mungkin Irmawati bisa menghentikannya?!
Tidak mungkin!
ini adalah momen yang tepat untuk memberitakan fakta penting!
@Interaksi
__ADS_1
Alien masih lebih baik dari pada pembaca jablay bermulut pedas sepeti kalian!
Taunya nge-hate mulu!! Untung gak mempan kalo sama otor..! 🤭✌️