
"Tuan, saya baru saja mendapat informasi dari mata-mata kita bahwa Tuan Rizal berusaha menggali informasi tentang nyonya.
"Dia menyuruh orang suruhannya memeriksa seluruh rumah sakit di ibu kota dan juga CCTV di dekat kediaman Nyonya di 5 tahun yang lalu." Ucap Ell yang baru saja memasuki ruangan Samudra.
"Berikan informasi yang kita punya." Jawab Samudra dengan singkat lalu pria itu kembali fokus pada pekerjaannya.
Meninggalkan ruangan Samudra, Ell langsung menghubungi bawahannya dan menyuruh bawahannya melakukan perintah Samudra.
Dan beberapa jam setelah telepon itu, seorang pria yang duduk di kantornya langsung menerima laporan dari bawahannya.
"Bagaimana misi kalian?" Tanya Rizal pada pria di seberang telepon.
"Semuanya berjalan sukses Tuan, kami sedang dalam perjalanan untuk membawakan data-datanya pada Tuan." Jawab sang bawahan lalu panggilan itu segera diputuskan oleh Rizal.
Pria itu berdiri menghadap jendela dan memegang ponselnya dengan erat.
Setelah 30 menit terus menatap langit yang tinggi, orang yang ditunggu-tunggu Rizal Akhirnya datang Juga.
"Tuan," ucap salah seorang pria berbadan kekar dengan sebuah map di tangannya.
Menghela nafas, Rizal tampak tidak siap untuk melihat berkas-berkas itu, tapi dia tetap berbalik dan duduk di kursinya lalu menerima berkas itu dari tangan bawahannya.
"Kalau begitu, saya permisi." Ucap sang bawahan hendak meninggalkan ruangan itu saat Rizal memberinya kode supaya dia tidak pergi.
__ADS_1
Menatap bawahannya, "Kalau kau jadi saya, kau akan menelantarkan keluargamu dan membela orang asing yang benar atau melindungi keluargamu yang jelas-jelas telah melakukan kesalahan besar?" Tanya Rizal.
"Tuan, seburuk apapun keluarga saya, merekalah yang akan menemani saya di hari-hari tua saya.
Dan sebaik apapun orang asing, mereka tidak akan melihat saya saat saya berada dalam kesusahan." Jawab bawahan Rizal.
"Antara istri dan anakmu, siapa yang akan kau bela saat mereka bertengkar?" Lagi tanya Rizal.
"Suatu saat anak saya akan menikah dan memiliki seseorang yang akan ia prioritaskan dari saya. Tapi istri saya, dia akan menua bersama saya dan akan setia menghibur saya di hari tua." Jawab pengawal itu.
"Baiklah, kau boleh pergi." Ucap Rizal lalu pria itu meraih map yang telah diberikan oleh bawahannya.
Membuka map itu, Rizal tampak tenang meski ia benar-benar gugup untuk mengetahui hasilnya.
Yang terlihat ialah 3 orang yang sedang berdiri di depan rumah dengan masing-masing membawa 1 koper besar.
Seorang perempuan yang tidak terlalu jelas wajahnya namun bisa ditebak Rizal adalah Laila di 5 tahun yang lalu.
Terlihat orang tua Laila adu mulut sebelum Ayah Laila pergi lebih dulu disusul Irmawati yang juga pergi meninggalkan Laila.
Tak berapa lama, Anita datang berbicara dengan Laila lalu Laila menyerangnya.
Setelah itu, Rama juga datang mencegah pertengkaran 2 perempuan.
__ADS_1
Tiga orang itu terlihat lama berbicara sebelum Laila kembali tersulut emosi dan menyerang dua orang yang sedang berdiri sebelum Laila terjatuh dan mengalami keguguran.
Setelah CCTV yang merekam kejadian di depan rumah Laila, kaset itu kemudian memutar CCTV di rumah sakit, dimana Laila dibawa ke rumah sakit lalu ditinggalkan begitu saja oleh Rama dan Anita.
Menghentikan video itu dan menutup laptopnya, Rizal mengepal kuat tangannya.
"Pembohong!!!" Geramnya sembari menggertakkan giginya lalu pria itu segera berdiri mengambil laptopnya dan meninggalkan kantornya.
Rizal langsung pulang ke rumahnya dan disambut oleh Irmawati yang sedang menyiram tanaman di depan rumah mereka.
"Sayang, kau sudah kembali!" Seru Irmawati yang terlihat sangat senang.
Perempuan itu langsung berjalan ke arah Rizal dan memeluk pria itu.
@Interaksi
maaf banget, NT lagi error' jadi bab ini mungkin gak muncul tepat waktu, pada hal udh di up pukul 1 subuh.
Gak minta pun udah di kasih duluan,,,
Malah dia sendiri yang kewalahan,,😂ðŸ¤
__ADS_1