Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 163. Provokator


__ADS_3

Melinda dibawa ke sebuah ruangan yang jarang dipakai di rumah Samudra.


Meski jarang dipakai, ruangan itu tertata rapi dan bersih karena pelayan selalu membersihkannya, ruangan itu sangat polos dan hanya ada dua sofa panjang yang saling berhadapan di tengah ruangan.


"Duduklah." Ucap Weleni diikuti Melinda yang langsung duduk disalah sofa kursi panjang.


Weleni pun ikut duduk di hadapan Melinda.


"Jadi, sejak kapan kau mengenal putra saya?" Tanya Weleni yang membuat Melinda kebingungan tentang siapa yang dimaksud Weleni sebagai putranya.


"Maaf Nyonya, tapi siapa putra Anda?" Tanya Melinda.


"Pria yang kau pukuli di depan rumah, itu adalah putra kedua saya. Namanya Kendra." Jawab Weleni membuat Melinda langsung tersentak.


'Astaga,, jadi pria mesum itu memiliki seorang ibu yang sangat ramah? Tapi,,' Melinda kebingungan karena bosnya tinggal bersama dengan ibu Kendra.


"Nyonya, apakah mungkin pria yang saya pukul itu adalah suami Bos saya?" Tanya Melinda.


"Bukan, Bus kamu adalah kakak ipar putra pertama saya." Jawab Weleni.

__ADS_1


"Ah, begitu, syukurlah." Ucap Melinda merasa sangat lega membuat Weleni sangat yakin kalau Melinda mengetahui banyak hal tentang putranya.


Bahkan perempuan itu sama sekali tidak marah melihat Melinda merasa lega karena Kendra bukankah suami Laila.


"Jadi, dapatkah kau ceritakan sejak kapan kau mengenal anak saya dan apa saja yang kau ketahui tentang nya?" Lagi tanya Weleni.


Melinda terdiam, ia baru sadar, selain dia sudah memukul adik ipar bosnya, dia juga melakukannya di depan bosnya dan mertua Nyonya bosnya.


Bukankah itu,, 'Bos tidak mungkin memecat ku karena aku sudah membuat keributan di rumahnya bukan? Bahkan sampai memukul adik iparnya!' Gumam Melinda menelan air liurnya.


"Melinda?" Panggil Weleni saat melihat Melinda malah menghayal seolah ada sesuatu yang ia pikirkan hingga tidak fokus pada pembicaraan mereka.


"Ah,, itu, saya pikir saya tidak punya hak untuk menceritakannya. Sebaiknya Nyonya bertanya langsung pada putra Nyonya karena saya hanya orang asing yang tidak mungkin mencampuri urusan keluarga Nyonya." Ucap Melinda yang tidak yakin mau menceritakan tentang sikap asli Putra dari perempuan baik di depannya.


"Hanya saja, Saya sangat senang melihat ada seorang perempuan yang berani memukul Putra saya." Ucap Weleni membuat Melinda terkejut.


'Baru kali ini aku menemui seorang ibu yang malah senang jika putarannya dipukuli oleh orang asing.


Tahu begitu, seharusnya tadi aku memukulnya lebih keras!

__ADS_1


"Setidaknya kekesalanku pada pria itu menjadi lebih berkurang setelah memberinya beberapa pukulan!


'Jadi sekarang, aku juga sudah yakin kalau aku tidak akan dipecat dari pekerjaan ku karena sudah memukuli pria itu! Sepertinya dia memang pantas mendapatkannya!'


Gumam Melinda meyakinkan dirinya sendiri.


'Aku tidak perlu merasa tidak berhak lagi untuk mencampuri urusan mereka. Sebaiknya aku katakan saja supaya Ibunya bisa bertindak dan mencegah pria itu semakin merajalela menyakiti banyak perempuan!' Melinda penuh tekad.


"Jadi, saya pertama kali bertemu Putra Nyonya ketika saya menjadi asisten seorang model. Dia datang ke apartemen model itu dan mereka memasuki kamar bersama.


"Tapi karena saya melakukan kesalahan di apartemen itu saya diusir dari sana dan dipecat sebagai asisten, makanya saya secara tidak sengaja bertemu dengan Nyonya Bos lalu diberikan pekerjaan di kantor Nyonya Bos.


"Tapi, Saya hanya ingin memberitahu Nyonya kalau Putra Nyonya benar-benar memiliki kepribadian yang sangat buruk! Sepertinya Nyonya harus bekerja keras untuk mengembalikan kewarasan nya, atau mungkin dia ak-"


"Apa katamu?!" Pintu tiba-tiba terbuka dan Kendra muncul dari sana sembari melototi Melinda.


Dia tak habis pikir, Melinda yang terlihat polos ternyata diam-diam ternyata seorang provokator juga!


@Interaksi

__ADS_1



Pantas saja di sini selalu ada pertengkaran, ternyata penghuni neraka pada kumpul di sini semua...!!! Masakannya paku semua lagi..!!😒😒


__ADS_2