
Kepergian Kendra digantikan datangnya Samudra yang masih menggunakan piyama.
Duduk di depan putranya, Samudra mengerutkan keningnya saat melihat piring Laila begitu penuh dengan makanan.
Samudra lalu mengambil piringnya dan menaruh beberapa makanan di piring nya sebelum menukarnya dengan piring Laila.
"Terima kasih sayang." Ucap Laila merasa lega, kini ia tidak perlu menghabiskan segunung makanan yang diberikan oleh Weleni.
Silas yang melihat tingkah anaknya, pria itu langsung tersenyum.
Anak pertamanya terkenal tidak mau berbagi makanan dengan siapapun, apa lagi memakan makanan sisa bahkan dengan putranya sendiri.
Tapi dengan Laila,, itu menandakan kalau putranya sangat menyukai Laila.
Tapi berbeda dengan Weleni, perempuan itu menjadi marah saat melihat makanan di piring Laila begitu sedikit.
"Apa yang kau lakukan?! Dia harus makan banyak supaya sehat!
Laila, tambah makananmu," ucap Weleni meraih sepotong daging dan meletakkannya di piring Laila.
Tapi Andra langsung mengambil daging itu dan menaruhnya di piringnya.
Kekompakan dua lelaki itu membuat Silas semakin tersenyum lebar, sifat anak dan cucunya memang menurun darinya!
"Ibu, Laila sedang diet." Ucap Samudra.
"Diet! Bagaimana bisa dia diet disaat seperti ini?!" Ucap Weleni tidak terima jika demi kecantikan Laila menyiksa cucu keduanya di perut perempuan itu.
__ADS_1
"Benar Ibu, aku sedang diet, lagi, aku tidak-"
"Kami akan memikirkan untuk memberi kalian cucu kedua." Potong Samudra membuat Laila melototi pria itu.
Meski kecewa karena ternyata dugaan mereka salah, tapi Weleni tetap tertarik dengan kata-kata putranya.
"Benarkah? Baguslah! Kalau begitu, cepat selesaikan perceraianmu dengan Selin! Kalian harus secepatnya menikah!" Ucap Weleni penuh kebahagiaan.
Saat anak tertuanya sudah berbicara, maka tidak ada sedikitpun keraguan bahwa anak pertamanya sedang berbicara omong kosong!
Selesai sarapan, Laila langsung menghampiri Samudra di kamar pria itu.
"Sayangku," Samudra langsung menyambut Laila dan memeluk perempuan itu untuk menggendongnya ke kamar mandi.
Tapi baru akan berputar, Samudra langsung menghentikan aksinya melihat pria kecil berdiri memandanginya dengan tatapan tidak suka.
Menghela nafas, Samudra menurunkan Laila dari gendongannya dan berjalan sendirian ke kamar mandi meninggalkan Laila dan Andra.
"Sayangku, ada apa?" Tanya Laila yang mengira Andra sudah ada dikamar membaca buku baru yang diberikan oleh kakeknya.
"Mama, mandikan aku." Kata Andra dengan manja.
"Mau mandi? Baiklah, ayo per-" Laila menghentikan ucapannya saat pintu kamar mandi Samudra terbuka lalu pria itu keluar dari sana langsung mengangkat pria kecil itu ke dalam kamar mandi.
"Pria dan wanita tidak boleh mandi bersama!" Kata Samudra saat Andra meronta di gendongan pria itu.
"Aku akan menyiapkan baju kalian!" Teriak Laila sambil tersenyum.
__ADS_1
Beres menyiapkan dua pria kesayangannya, Laila mengantar Samudra pergi bekerja sebelum duduk bersama Andra di ruang tamu.
Andra membaca buku baru dari kakeknya, sementara Laila sibuk dengan urusan pekerjaan di komputernya.
Rencananya untuk membuka perusahaan yang bergerak di bidang IT akhirnya terkabul juga.
Hadiah kompetisinya cukup untuk menyewa gedung dan beberapa karyawan.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Weleni yang datang duduk di samping Laila.
"Aku sedang mengatur sebuah perusahaan kecil. Bagaimana menurut Ibu?" Tanya Layla memperlihatkan layar komputernya pada Weleni.
"Ibu tidak menyangka kau sangat pandai. Kenapa dulu malah jadi pelayan di rumah Samudra?" Tanya Weleni memindahkan komputer dari pangkuan Laila ke pangkuannya.
"Ya,, itu karena dulu aku tidak punya sedikitpun modal untuk memulai." Jawab Laila.
"Tidak masalah, sekarang kau punya Samudra yang akan mendukungmu." Ucap Weleni menepuk pelan tangan Laila.
"Terima kasih Ibu," jawab Laila merasa haru dengan dukungan Weleni yang sangat tulus.
Sangat berbeda dengan ibu kandungnya!
@Interaksi
Tau ajah,,
__ADS_1
Iyalah, kan dia lagi berbagi pengalaman masa mudanya,,😂
Gimana, udah pensiun belum?