
Dewa duduk di ruang tunggu di bandara.
"Tuan, hasil pemeriksaan Samudra sudah keluar. Dia menderita kelumpuhan pada setengah bagian tubuhnya.
"Belum dipastikan apakah akan menjadi kelumpuhan secara permanen atau dapat disembuhkan dengan terapi karena dokter masih harus melakukan pemeriksaan lanjutan. Sementara untuk Laila, saya sudah menemukan pendonor yang cocok." Ucap Geral.
"Urus semuanya, pastikan Laila tidak mengetahui tentang pengangkatan rahimnya." Ucap Dewa.
"Saya mengerti." Jawab Geral.
Baru saja Geral selesai menjawab saat 2 orang dengan mata sembab menghampiri mereka.
Geral berdiri mematung memandangi perempuan yang berada di rangkulan pria yang berjalan ke arah mereka. Sangat mirip dengan Laila!
'Astaga, apakah benar? Kalau begitu, Dewa dan Laila,,' Geral memandangi Dewa dengan rasa prihatin.
Sungguh nasib percintaan yang kejam!
"Kami akan pergi bersamamu." Ucap Morgan pada Dewa.
"Kalian tidak bisa pergi dengan tangan kosong, Karena tujuan utama ku kemari adalah membawa tim medis kalian untuk Laila." Ucap Dewa.
"Apakah separah itu?" Tanya Adelin.
__ADS_1
"Kalian akan melihatnya nanti." Ucap Dewa.
"Sayang," Adelin menoleh pada suaminya, di dalam hatinya dia sangat percaya kalau perempuan itu adalah anak gadisnya yang telah tertukar.
"Baiklah, beri kami waktu untuk bersiap." Ucap Morgan lalu pria itu kembali pergi bersama istrinya.
Morgan adalah seorang penemu teknologi militer, rancangannya digunakan oleh tentara AS.
Sementara Adelin adalah seorang dokter yang sangat terkenal namun sudah pensiun dari 5 tahun yang lalu saat kematian putrinya. Perempuan itu memilih menutup diri dan tinggal bersama suaminya di pulau putih.
Meski berada di pulau putih, dia masih melakukan banyak penelitian dibantu oleh rumah sakit tentara AS.
Banyak orang penting yang sudah ia sembuhkan, namun jasanya tidak mudah didapatkan bahkan untuk seorang presiden AS.
"Sepertinya begitu." Jawab Dewa.
"Tapi, Adelin adalah adik ipar Bos, bagaimana bisa Bos tidak menyadari kemiripan Laila dengan Adelin?" Tanya Geral.
Dewa mata tajam menatap pada lukisan di ruangan mereka berada. Ia terlalu malas berbicara dan memilih menjawab pertanyaan Geral dalam hati 'Ini pertama kalinya aku bertemu Adelin. Kedua kalinya bertemu Morgan."
Lukisan seorang remaja yang merupakan Putri palsu Morgan dan Adelin.
"Laila menderita seperti ini karena Irmawati. Jadi urus dia dengan baik, dia tidak boleh mati dengan mudah." Ucap Dewa.
__ADS_1
"Baik Bos." Jawab Geral.
Setelah menunggu selama 30 menit lamanya, Morgan dan Adelin kembali menghampiri mereka lalu berangkat menggunakan pesawat untuk kembali ke kota FF.
Sementara Dewa dan rombongannya berada diatas langit dalam pesawat, dua orang juga berada di pesawat lain menuju kota FF.
"Apakah lukamu baik-baik saja?" Tanya Melinda saat perempuan itu mengambil minuman dari seorang pramugari dan memberikannya pada Kendra.
"Kau pikir aku pria lemah?!" Jawab Kendra dengan judes.
Pria itu paling kesal karena Melinda terus menjaganya seperti menjaga seorang bayi sejak ia sadar dari pingsannya.
Dan perlakuan Melinda membuatnya merasa turun harga diri seolah ditelanjangi di depan umum!
"Aku tahu kau kuat!" Ucap Melinda tersenyum merangkul lengan Kendra dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.
Pria yang sedang memegang gelas minuman itu meletakkan minumannya dan mengacak rambut Melinda sembari mengukir senyum mengembang dengan bibirnya.
@Interaksi
👀👀 Salam kenal juga dari mars...🙏
__ADS_1