Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 95. Dua pria yang cemburu


__ADS_3

20 menit menunggu, Laila dan samudra merasa sangat bingung karena Dewa sama sekali tidak melakukan pergerakan apapun.


"Sayangku, ada sesuatu yang salah di sini." Ucapan Layla meraih ponselnya.


"Kau benar." Kata Samudra.


Semakin tenang seorang musuh maka semakin menakutkan mereka.


Lebih baik menghadapi musuh yang agresif daripada musuh yang memiliki kesabaran tinggi dan menyimpan banyak misteri dan taktik.


Laila menelpon Geral.


"Halo, kalian sedang apa? Apakah-"


"Diam kau!! Jangan coba menipu kami lagi! Apa yang kau lakukan sekarang membuat Dewa sudah kembali ke FF dan pria itu,,


Ck,, aku tidak bisa membayangkan apa yang pria itu lakukan saat kembali ke sana.


Sekarang, kau bisa tenang bersama hidupmu yang baru!


Kau bebas!" Teriak geral dari seberang telepon sebelum terdengar nada sambungan yang terputus.


Samudra dan Laila memandangi telepon yang ada di tangan Laila sebelum keduanya saling berpandangan.


"Kemarilah." Ucap Samudra menarik Laila ke pelukannya. Sekarang sudah dipastikan kalau mereka berhasil.


"Aku tidak menyesal." Ucap Laila memejamkan matanya.


"Apa kau mau ku antar bertemu Dewa?" Tanya Samudra meski dalam hatinya sangat kuat dugaannya bahwa Dewa sedang patah hati.

__ADS_1


Tidak mungkin pria itu kalah hanya dengan 1 serangan!


Tapi, Samudra juga tidak mengerti bagaimana bisa Dewa mengetahui hubungan mereka, sementara dia sudah menyembunyikannya dengan sangat rapi.


Berada dalam perasaan bertanya-tanya, ponsel Laila kembali bergetar menandakan sebuah pesan masuk.


"Pesan dari Geral." Kata Laila menghela nafas lalu membuka sebuah pesan gambar yang dikirim.


Fotonya dengan Samudra. Foto sedang berciuman!


Geral... 'Temuilah Dewa, dia tidak baik-baik saja. Mungkin saja pesawatnya belum bernagkat.'


"Ayo ke bandara." Ucap Samudra setelah membaca pesan yang diterima oleh Laila.


Laila memandang Samudra, ia takut kalau pria di depannya dikuasai perasaan cemburu dan memiliki niat lain pada Dewa.


"Apakah kau baik-baik saja? Sebenarnya aku tidak perlu k-"


Dia tulus mencintaimu." Ucap Samudra meyakinkan Laila.


"Baiklah. Aku mengerti." Ucap Laila lalu keduanya berjalan keluar hendak meninggalkan rumah ketika Andra tiba-tiba bangun dan berlari memeluk Laila.


"Sayang, kami akan pergi bertemu teman Mama. Apa kau mau ikut?" Tanya Laila pada Andra.


Tidak suka keluar rumah dan bertemu orang banyak, Andra biasanya selalu menolak ajakan seperti itu.


Tapi bersama Laila, pria itu menganggukkan kepalanya lalu ketiganya segera menaiki mobil dan menyetir ke arah bandara.


Tiba di bandara, Samudra menggunakan koneksinya untuk mencari tahu keberadaan Dewa dan segera diarahkan ke ruang tunggu VIP dimana Dewa berada.

__ADS_1


Memasuki ruangan Dewa menunggu, Dewa terkejut dengan tiga orang yang datang menghampirinya.


Pria itu terpaku melihat 3 orang di depannya, 'Satu keluarga? Tidak! Lebih terlihat seperti Laila dan anak kecil itu adalah anak Samudra!'


'Tapi, anak kecil itu,' Dewa mengeryit melihat Andra tiba-tiba saja tersenyum padanya dan sangat aneh bahwa senyum pria kecil itu mengingatkannya pada senyum Laila.


Padahal, sudah berapa lama sejak terakhir kali ia melihat senyum Laila secara langsung.


Dengan begitu, sakit hatinya semakin bertambah besar!


"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Dewa setelah kembali ke dunia nyata.


Wajahnya menunjukkan perasaan tidak suka dengan waktunya yang sudah diganggu oleh ketiga orang itu.


"Ayo duduk sayang." Langsung kata Laila menarik Andra untuk duduk di salah satu sofa.


Samudra masih berdiri memandangi Laila dan Andra yang sudah duduk di sofa.


Ia sangat terkejut bahwa anaknya bisa tersenyum pada Dewa, sementara padanya, pria kecil itu tidak pernah tersenyum!


Lagi, hal yang membuatnya sangat cemburu adalah Laila yang terlihat merasa aman di dekat Dewa.


Mengabaikan pria yang masih berdiri, Dewa menatap Laila "Apa yang membawamu menemuiku?" Tanyanya.


@Interaksi



Yang datang ke karya otor tu pengemis semua, astaga,,, ngemis minta terkenal..!

__ADS_1


Gak ada apa, yang sultan kek Samudra dan Dewa biar bisa cuci mata, lah ini malah polusi mata semua astaga,,,😒😒


__ADS_2