
Sembari memeluk Andra, Laila memikirkan semua kata-kata Samudra.
'Jadi, pria malam itu adalah Samudra? Tapi,, anakku,' Laila menatap pria kecil yang sedang memeluknya dengan erat.
'Anakku? Anakku dan Samudra? Anak imut ini,, jadi selama ini Samudra yang sudah menjaganya? Keluarga Anderson membesarkan anakku.' Laila memejamkan matanya menikmati kehangatan yang diberikan oleh Putra kandungnya.
Jika saat itu dia yang membawa Andra, maka belum tentu anaknya akan tumbuh sebesar itu, bahkan menjadi anak yang sangat pintar dan terlebih sangat menggemaskan.
Meninggalkan pikirannya, Laila menemui suaminya.
"Apa yang kau lakukan di sini? Angin malam bisa menyakitimu." Ucap Laila.
Mendengar suara Layla dan merasakan pelukan erat dari perempuan itu, hati Samudra yang serasa membeku langsung mencair dengan cepat saat pria itu berbalik dan balas memeluk Laila.
"Maafkan aku, Aku tidak tahu kalau malam itu akan membawakan trauma yang sangat besar untukmu. Kalau saja aku tahu kamu yang akan kusakiti malam itu, Aku tidak akan pernah datang ke tempat itu untuk dibodohi oleh orang tuaku sendiri. Maafkan aku,, aku menyesal." Ucap Samudra penuh penyesalan.
"Jadi,, Kau bilang, Andra adalah anakku? Anak kandungku?" Tanya Laila seolah tak peduli dengan kejadian malam itu dan lebih fokus pada Andra.
__ADS_1
"Benar,, itu benar,, aku sudah memastikannya dengan tes DNA." Jawab Samudra.
"Kalau begitu, bayi yang meninggal itu?" Laila menatap suaminya dengan tatapan tak percaya, jelas di 5 tahun yang lalu ia melihat bayi itu sudah meninggal. Bagaimana bisa berubah jadi Andra?
"Ini semua karena Kendra, setelah malam itu aku tidak pernah membicarakan siapapun lagi di keluarga kami. Kau tahu, aku menghapus semua jejak dan merasa kotor pada diriku sendiri karena sudah menyentuh seorang perempuan.
"Dan aku paling benci saat setiap kali aku sedang bekerja atau melakukan apapun, bayang-bayang malam itu selalu teringat dan yang lebih parahnya lagi aku merasa kecanduan dan selalu ingin mencarimu.
"Tapi aku tahu, saat itu Kendra memberitahuku bahwa kau baru masuk SMA dan dia juga bilang kalau kau tidak hamil karena obat yang dia berikan sekaligus sebagai obat untuk melemahkan ******.
"Dan bodohnya aku, saat itu aku percaya padanya dan menjadi lemah karena terlalu takut berhubungan dengan perempuan. Dan memilih menahan diri dengan berdiam diri.
"Aku langsung mencarimu pada hari itu juga, Tapi sayangnya kau menghilang begitu cepat dan apapun yang kulakukan tidak bisa lagi menemukanmu.
"Maafkan aku, maaf," ucap Samudra yang akhirnya terisak dan memeluk Laila sembari menahan suara tangisnya, namun tak mampu menahan air matanya yang terus membasahi pipinya.
Layla yang mendengarkan ucapan suaminya bisa mengerti perasaan pria itu, pria yang selalu menghindari perempuan tiba-tiba saja harus menerima dirinya bersama seorang perempuan dan terlebih menyadari bahwa dirinya malah kecanduan dengan peristiwa malam itu.
__ADS_1
"Sepetinya kita harus berterima kasih pada Kendra dan Anita, kalau bukan karena ulah mereka berdua, kita tidak akan bersama Sampai menikah seperti ini dan memiliki seorang Putra." Kata Laila menghela nafas.
'Sedikitpun aku tidak akan menyalahkan suamiku, karena kami berdua hanya dijebak dan karena jebakan itulah kami bisa bersama sampai sekarang. Menikah dan memiliki anak selucu Andra.' gumam Laila memejamkan matanya.
"Aku tahu,,, tapi perempuan itu, aku tidak bisa memaafkannya karena dia sudah membuatmu sangat menderita bahkan sampai hari ini." Ucap Samudra melepaskan pelukan mereka dan menatap wajah Laila yang basah karena air mata.
"Sayang, bagaimana keadaanmu? Aku lupa memeriksa mu setelah bangun dari pingsan." Ucap Samudra yang baru menyadari peristiwa yang sudah terjadi.
"Aku baik, tadi aku hanya pingsan karena terlalu sulit mencerna ucapanmu. Bagaimanapun, Anita mengatakan padaku kalau dilecehkan oleh pria yang ia sewa.
"Tapi kau malah mengakui bahwa pria malam itu adalah dirimu. Aku terlalu terkejut." Ucap Laila.
"Syukurlah,," ucap Samudra kembali memeluk erat istrinya.
Kedua orang itu masih terus berpelukan saat di balik pintu balkon, kedua Tetua bertatapan sambil ternganga mendengar pengakuan kedua orang itu.
"Jadi sebanarnya, apa yang kita rencanakan malam itu membawa kesuksesan besar!" Ucap Weleni tersenyum bahagia.
__ADS_1
Persetan dengan semua kejadian yang sudah terjadi selama 5 tahun. Ia tidak mau lagi mengingat bagaimana putranya begitu marah pada mereka sampai tidak mau berbicara dengan mereka selama beberapa tahun.
Karena yang paling penting adalah ending yang bahagia!