
Akhirnya, polisi yang ditelepon oleh Rizal datang juga ke hotel dan pemeriksaan pada satu persatu tamu pun dimulai.
Setelah diperiksa, beberapa diantara tamu langsung pulang.
Tapi, banyak di antara para tamu yang sangat penasaran dengan akhir cerita dari hilangnya ponsel Tuan pesta.
Jadi mereka masih tinggal untuk melihat dan menunggu.
"Bagaimana? Apa kau yakin ponselku sudah ada di dalam tas Laila?" Irmawati sekali lagi memastikan pada Anita tentang keberadaan ponselnya.
Akan sangat buruk kalau ponsel itu tidak ada di dalam tas Laila, apalagi jika ponsel itu hilang selamanya.
"Kau tidak percaya padaku?!" Tanya Anita merasa kesal dengan Irmawati.
"Baiklah, aku akan mempercayaimu. Tapi jika usaha kita kali ini sia-sia karena kecerobohanmu, jangan pernah lagi mengharapkan pembelaan ku saat kau dan ayahmu bertengkar!" Ucap Irmawati dijawab tembusan nafas kasar dari Anita.
'Wanita bodoh! Hari ini adalah hari terakhir anakmu dan juga kamu!
Hari ini, anakmu akan dituduh sebagai seorang pencuri dan rahasia kelammu tentang hubunganmu dan Laila juga akan kubongkar!' gumam Anita tidak sabar.
Sementara Laila, menggunakan ponselnya ia mengirim pesan pada Samudra.
Laila... 'Sayangku, aku curiga kalau kedua orang itu berusaha menjabakku tentang ponselnya yang hilang.
Dapatkah kau membantu memeriksa CCTV?'
Samudra... 'Aku sudah memeriksa semua CCTV dan tidak ada satupun CCTV yang memperlihatkan Anita melakukan hal mencurigakan.'
__ADS_1
Laila... 'Bagusalah. Apa kamu sudah mau tidur? Aku akan pulang sebentar lagi setelah diperiksa oleh Polisi.'
Samudra... 'Aku menunggumu di basement hotel.'
Membaca pesan Samudra, Laila sangat terkejut Kalau pria itu ternyata sudah menunggunya di basement hotel.
Kini, dia sudah menyiksa seorang pria kaya hanya untuk sekedar menunggunya.
Laila... 'Makasih sayang. Aku mencintaimu.' balas Laila sembari mengirimkan stiker hati.
Setelah mengirim pesannya, Laila menoleh pada Rizal yang ada di dekatnya.
"Tuan Rizal, saya akan ke sana juga untuk diperiksa. Jadi sa-"
"Oh, no, Kau tidak perlu diperiksa oleh polisi.
"Tuan Rizal, terima kasih atas kepercayaannya. Tapi saya tidak mungkin menjadi satu-satunya orang yang tidak diperiksa.
Dan seperti kepercayaan Tuan Rizal pada saya, maka saya tidak perlu takut untuk diperiksa oleh polisi." Ucap Laila sambil tersenyum membuat dua perempuan yang tak jauh dari mereka langsung tersenyum dan menghampiri Laila dan Rizal.
"Iya Ayah, akan mengundang banyak pertanyaan dari orang-orang kalau Laila tidak diperiksa.
Lagipula, seperti yang ayah katakan, tidak ada yang perlu ditakutkan karena Laila tidak mungkin melakukan hal-hal kotor!" Ucap Anita.
"Ya sudah kalau begitu," ucap Rizal tidak mau membantah dua perempuan yang yang ada di depannya.
"Kalau begitu, silakan, biar aku antar." Ucap Anita menawarkan diri untuk mengantar Laila.
__ADS_1
"Aku rasa tidak perlu, lagipula pemeriksaannya hanya di dalam ruangan ini." Ucap Laila sebelum berbalik meninggalkan ketiga orang itu.
Ada empat tempat pemeriksaan, Layla memilih salah satunya dan berdiri mengantri bersama orang-orang yang juga berdiri menunggu giliran.
"Apa aku pikir seseorang benar-benar mencuri ponsel mewah itu?"
"Mungkin saja, tapi pelakunya pasti tidak mudah ditemukan.
Jika dia berani mencuri sesuatu yang sangat berharga maka dia pasti sudah mempersiapkan cara untuk menghindari pemeriksaan."
"Benar, tapi sangat disayangkan Kalau ponsel itu hilang.
Hanya ada 5 di dunia dan harganya tidak main-main!" Dua orang yang mengantri bersama Laila saling bercerita tentang ponsel milik Irmawati yang hilang.
Berdiri selama 15 menit akhirnya giliran Laila tiba juga.
Laila menyerahkan tasnya pada petugas lalu ia diperiksa dengan alat pendeteksi logam.
Tidak menemukan apapun di tubuh Laila, petugas itu kemudian beralih memeriksa tas Laila.
'Mampus kau!' gumam Anita yang memandangi Laila dari tempat ia berdiri.
Ia sudah sangat tidak sabar saat petugas menarik ponsel Irmawati dari dalam tas itu!
@Interaksi
__ADS_1
Enak kali bicaranya,,, sini demo otor udah siapin air bah milik Samudra!!!