
"Ayah sudah bangun?" Tanya Andra saat melihat kelopak mata Samudra bergetar.
Pria yang terbaring itu membuka matanya dan melihat anaknya sedang menatapnya dengan seksama.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Video apa ini?" Tanya Andra memperlihatkan video dari ponsel yang ia dapat dibalik bantal Laila.
Samudra tidak mengatakan apapun, pria itu menatap video yang diputar oleh Andra. Video tentang dirinya saat menyelamatkan Laila.
"Dari mana kau mendapatkannya?" Tanya Samudra.
"Dibalik bantal ibu," jawab Andra.
"Kembalikan ke sana." Perintah Samudra.
"Maafkan aku." Ucap Andra sebelum meninggalkan Samudra dengan wajah yang terlihat malu dan penuh penyesalan.
Ekspresi Andra membuat Samudra tersenyum namun tidak mengatakan apapun selain mempererat genggamannya pada tangan Laila karena luapan kebahagiaan dalam hatinya.
Setelah meletakkan kembali ponsel Laila dibalik bantal, Andra keluar dari kamar dan menemui orang-orang yang sedang berbincang di ruang tamu.
"Keponakanku sayang, kemarilah biar paman memangkumu." Ucap Kendra melambaikan tangannya pada Andra.
__ADS_1
Antara menatap Kendra beberapa detik sebelum berbalik ke arah Dewa dan berdiri di depan pria itu.
"Kau berjanji menyembuhkan ayah dan ibuku, kapan kau melakukannya?" Tanya Andra mengejutkan seluruh keluarga Anderson.
Bagaimana bisa Andra begitu dekat dengan Dewa?
"Aku akan melakukannya." Ucap Dewa menarik pria itu Dan meletakkan Andra pada pangkuannya.
Andra yang begitu tenang di pangkuan Dewa membuat Kendra hampir menjatuhkan bola matanya ke lantai dan bergelinding ke sudut ruangan.
"Keponakanku, bagaimana bisa kau begitu kejam pada paman?" Ucap Kendra yang sangat tidak percaya Andra lebih memilih duduk bersama Dewa dibanding dirinya yang merupakan paman kandung pria kecil itu.
Dewa mengernyit menatap Kendra "Dia duduk di pangkuan kakeknya, jadi apa masalahnya denganmu?" Ucap Dewa.
"Kakek?" Kendra Weleni dan Silas sama-sama terkejut dengan ucapan Dewa.
Jelas Dewa adalah mantan kekasih Laila, mana mungkin berubah menjadi paman Laila?!
"Benar, kalau Laila adalah anak kandung kami, maka Dewa adalah paman Laila. Aku dan dewa adalah sepupu sekali." Ucap Morgan kembali mengejutkan semua orang.
"Tapi, bagaimana bisa hal ini baru diketahui sekarang?" Tanya Weleni.
"Ceritanya panjang," ucap Morgan lalu pria itu mulai menjelaskan secara singkat bagaimana silsilah keluarganya dengan Dewa dan bagaimana hubungan mereka yang jarang bertemu dikarenakan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar, Laila baru saja terbangun dan perempuan itu segera duduk menatap suaminya.
"Ahh, aku merasa segar setelah tidur seharian. Sayang, kapan kau bangun?" Tanya Laila kembali menundukkan kepalanya dan memberi sebuah ciuman besar di pipi lelaki itu.
"30 menit yang lalu." Jawab Samudra.
"Ahh, apa kamu membutuhkan sesuatu? Apa kau haus?" Tanya Laila.
"Ya, tapi Kau tidak perlu mengambil air untuk. Mungkin sebentar lagi ayah dan ibu akan masuk ke kamar." Ucap Samudra yang tidak mau merepotkan istrinya karena meskipun perempuan itu sudah mulai pulih, dia tidak mau membuat Laila kembali kelelahan.
"Tidak apa, aku bisa menggunakan kursi roda." Ucap Laila dengan segera turun dari tempat tidur dan duduk di kursi roda elektrik.
Menggerakkan tuas pada kursi roda, Layla kemudian keluar dari ruangan dan terkejut mendapati semua orang sedang berkumpul di ruang tamu.
"Ibu..!" Andra adalah orang pertama yang melihat Laila dan segera melompat dari pangkuan Dewa berlari ke belakang Laila mendorong kursi rodanya.
"Ibu mau kemana?" Tanya Andra.
"Ibu mau ke dapur mengambil air untuk ayahmu." Ucap Laila membuat Weleni segera berdiri.
"Biar aku melakukannya, kau kemarilah dan berbincang bersama Tuan dan Nyonya Mattew." Ucap Weleni lalu perempuan itu menghilang di balik pintu menuju dapur.
@Interaksi
__ADS_1
Di Mars cuman ada kshdjukdkk, gak ada makanan murahan kek di planet lain. Pasti kalian gak bisa baca nama makanannya 'kan? Ialah, dasar alien..!