
Malam itu, Kendra memastikan Samudra belum menyelesaikan pekerjaannya saat ia terburu-buru pulang untuk pergi ke rumah Samudra dan menemui Laila.
Rencananya, pria itu ingin menyeret Laila dari rumah itu dan mengancamnya supaya tidak pernah lagi kembali ke kediaman Samudra.
Setelah tiba di rumah Samudra, Kendra langsung menghampiri pihak keamanan yang berjaga di gerbang depan.
"Hubungi saya saat Samudra sudah kembali." Katanya pada pria berumur sekitar 40 tahun yang berjaga di gerbang depan.
"Maaf Tuan, di rumah ini tidak ada sinyal sama sekali.
Tuan baru saja memesan jammer yang menghalau semua sinyal untuk mengakses internet ataupun menggunakan alat komunikasi lainnya.
Bahkan kami dilarang mengijinkan seorang pelayan pun memasuki atau keluar dari rumah." Jawab pria itu membuat Kendra tersenyum miris.
"Baiklah, Kau boleh kembali bekerja." Ucap Kendra lalu melajukan mobilnya hingga tiba di parkiran.
Pria itu turun dari atas mobilnya sambil melihat ponselnya yang tidak memiliki sinyal, bahkan satu bar pun tidak ada.
"Samudra, jadi ini rencanamu? Cukup baik, tapi aku tidak berpikir seorang mata-mata akan kehabisan ide." Ucap Kendra lalu pria itu berjalan ke dalam rumah menjaga langkahnya tidak menghasilkan sedikitpun suara.
Kendra naik ke lantai atas menuju kamar Andra.
Saat membuat pintu, pria itu melihat Andra dan Laila, Laila dan Andra menggunakan baju pasangan.
Piyama putih bergambar anak ayam yang imut.
Kendra tertegun di tempatnya, itu adalah pertama kalinya ia melihat keponakannya yang imut memakai pakaian dengan warna yang lebih hidup.
Dan,, dia menyukainya!
"Selamat malam Tuan." Ucap Laila yang menyadari kehadiran Kendra dari pendengarannya yang sangat tajam.
__ADS_1
"Hm,, selamat malam. Apa kalian sudah makan malam?" Tanyanya.
"Sudah Tuan." Jawab Laila.
"Baiklah, kalau begitu," ucap Kendra segera menutup pintu kamar lalu pria itu berjalan meninggalkan kamar Andra.
Baru saja ia akan menuruni tangga saat ia tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan.
'Tunggu! Bukankah aku kemari untuk menyeret perempuan itu keluar? Mengapa jadi membiarkannya di sini?
Sial!! Laila menggunakan pesonanya untuk mengalihkan perhatianku!' Gumamnya kembali ke kamar Andra.
Amarah yang meluap-luap di hati Kendra langsung reda saat ia membuka pintu kamar dan melihat Laila sedang bermain suit bersama antara.
"Batu, gunting, kertas!"
"Hore! Kakak menang!"
Setelah itu, mereka mengulanginya lagi dan bergantian Laila yang mencium pipi Andra.
Kebahagiaan yang sempurna terpancar dari raut keduanya.
Kendra menutup pintu kamar dan berbalik membelakangi pintu kamar Andra.
'Benar, kalau aku saja yang melihat cara interaksi mereka, dan mengingat hubungan keduanya, aku langsung tidak tega untuk memisahkan mereka barang 1 detik saja.
Apalagi kakakku, dia memiliki dilema yang besar.' pikir Kendra akhirnya pergi meninggalkan rumah itu.
Kepergian Kendra digantikan oleh Samudra yang akhirnya kembali ke rumah.
Hal yang pertama dilakukan Samudra saat kembali ke rumah adalah memeriksa kamar Andra.
__ADS_1
Apa yang dilihatnya sama dengan apa yang dilihat oleh Kendra.
Dan saat itu, rasa cemburu dalam hatinya bertambah besar melihat putranya lebih dekat dengan Layla ketimbang dirinya sendiri.
"Ah,, Tuan," ucap Laila saat ia berbalik dan melihat Samudra sedang mengintip mereka berdua.
"Ini sudah waktunya tidur." Ucap Samudra yang sedikit salah tingkah di depan Laila.
"Ah, benar, kita bermain sampai lupa waktu.
Jadi sekarang Kakak akan menyanyikan sebuah lagu sebagai pengantar tidur." Ucap Laila memegang tangan Andra lalu keduanya naik ke tempat tidur.
Samudra yang mendengar kata Kakak, laki-laki itu langsung menggelapkan tatapannya sebelum menutup pintu kamar dengan keras.
'Kakak? Jelas dia harusnya mengatakan Tante, atau sekalian ibu!
Bagaimana mungkin Laila berubah menjadi keponakanku?!
Tidak mungkin!' gumam Samudra dengan wajah datarnya berjalan ke arah kamarnya.
@Interaksi
Maaf ya,, kemaren siang Sampe malam ada tamu tak di undang.
jadi ketenangan untuk menulis cerita jadi terganggu.
Tapi hari ini otor usahakan up 6 bab.
moga gak ada lagi halangan.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏