Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 101. Tidak sudi


__ADS_3

"Sayang, siapa yang baru saja kamu undang?" Tanya Irmawati yang baru saja menghampiri suaminya dan melihat pria itu sedang kesenangan setelah mengirim alamat pesta ulang tahun.


"Aku mengundang Laila." Ucap Rizal membuat Irmawati sangat terkejut.


Bahkan, Anita yang baru saja keluar dari kamar dan mendengar pembicaraan ayah dan ibunya menjadi sangat jengkel dan kembali ke kamarnya.


"Sayang, mengapa mengundang dia? Anak kita tidak menyukainya, bahkan setelah kejadian terakhir di kompetisi, anak kita tidak pernah berbicara dengan kita.


Bagaimana kalau Anita mala tidak mau menghadiri pesta ulang tahunmu setelah tahu kau ngundang Laila?" Tanya Irmawati yang jelas sangat tidak setuju jika Laila datang ke pesta itu.


"Tidak perlu memikirkan anak yang kekanakan itu.


Aku akan menelepon Rama supaya dia menjemput Anita dan berangkat bersama ke tempat ulang tahunku.


Oya, ponsel baru yang kau bilang kemarin, aku sudah memesannya.


Mungkin akan tiba besok." Ucap Rizal mengingatkan istrinya akan sebuah ponsel baru yang sangat disukai oleh Irmawati dan sudah dibeli.


"Benarkah? Terima kasih sayang!" Ucap Irmawati langsung memeluk suaminya karena merasa sangat senang.


'Untung saja setelah bercerai dengan pria brengsek itu dan meninggalkan Laila, aku mendapatkan keluarga yang kaya raya dan menyayangiku.


Apapun yang ku inginkan sekarang, semuanya akan terpenuhi.


Jadi, aku tidak akan membiarkan anak itu datang merusak kebahagiaanku!' gumam Irmawati dengan kilatan kebencian pada Laila.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan suaminya, Irmawati membiarkan suaminya kembali ke ruang kerjanya lalu Irmawati pergi ke kamar Anita.


Tok tok tok...


Setelah mengetuk pintu, Irmawati menunggu sesaat dan tidak mendapat jawaban apapun dari dalam kamar.


Menghela nafas, Irmawati akhirnya menggunakan kunci serep yang ia punya dan membuka pintu kamar Anita.


Terlihat Anita sedang membungkus dirinya di atas tempat tidur.


Namun, setelah mendengar suara pintu terbuka, perempuan itu langsung bangun dan melototi Irmawati dengan tatapan tidak suka.


"Apa yang kau lakukan?! Bagaimana bis-" Anita menjadi semakin marah saat melihat kunci kamarnya masih ada di atas meja sementara kunci yang lain berada di tangan Irmawati.


"Hah, ada apa? Aku disini sebagai ibu rumah tangga, aku yang mengatur rumah tangga ini.


Jadi semua kunci serep ruangan di rumah ini ada di tanganku!" Ucap Irmawati.


"Aku tidak Sudi mengakuimju sebagai istri ayahku! Sekarang, kembalikan kunci itu atau aku akan melaporkanmu pada ayahku!" Ancam Anita.


Menghela nafasnya, Irmawati melepas salah satu kunci di tangannya dan melemparkannya ke ranjang Anita.


'Anak bodoh, dia pikir aku hanya mencetak satu kunci saja?' Gumamnya menertawakan kebodohan Anita.


"Sekarang, keluar dari kamarku!" Lagi bentak Anita pada Irmawati yang menurutnya sangat mengganggu pemandangan setiap kali perempuan itu ada di depannya.

__ADS_1


"Jangan terlalu membenciku. Kita berada di kapal yang sama, musuh kita hanya satu orang.


Jadi aku kemari untuk mengajakmu bekerja sama." Ucap Irmawati.


"Cih! Bekerjasama denganmu? Kau pikir aku sudi?!" Ucap Anita memandang sinis pada perempuan di depannya.


Meski ia selalu membanggakan perempuan itu di depan Laila, tapi sesungguhnya, di dalam hatinya dia tidak pernah menerima Irmawati sebagai ibunya!


Sangat tidak layak seorang perempuan licik seperti Irmawati menggantikan ibunya.


Bahkan jika dibandingkan dengan pembantu mereka, Irmawati masih kalah jauh!


@Interaksi



Selera rakyat jelata mana bisa disandingkan sama selera si sultan Laila?


Sadar Bozzz! 🤭🤭


Canda ya..... ✌️✌️✌️


Tapi makanan nusantara paling enak menurut otor harusnya sih opor ayam.... 🤤


Gimana menurut kalian?

__ADS_1


__ADS_2