
Saat ini, Andra sedang ada di dapur membuat jus semangka untuk mamanya.
Weleni duduk di salah satu kursi melihat cucunya yang begitu semangat memotong buah semangka dan memasukkannya ke dalam blender.
"Sayang, biarkan nenek membantumu ya?" Entah sudah berapa kali Weleni bertanya seperti itu namun terus dijawab oleh gelengan kepala Andra.
"Tapi nanti tanganmu terluka oleh pisau itu." Lagi ucap Weleni berusaha meyakinkan cucunya.
Lagipula, jika dia tidak melakukan apapun untuk Layla, dia menjadi semakin merasa bersalah.
Jika saja perempuan itu sudah mengancam Andra maka Andra tidak mungkin mau berinisiatif membuat jus untuk Layla yang sedang tertidur di kamar Andra.
"Nenek tidak akan bilang pada mamamu kalau nenek membantumu membuat jus." Ucap Weleni membuat Andra yang sedari tadi menahan diri supaya tidak memarahi neneknya kini menjadi sangat kesal.
Dengan pipi digembungkan dan mata yang tajam, Andra menatap pada neneknya.
Melihat tatapan cucunya, Weleni tahu kalau Andra sudah marah karena dia terus membujuk pria kecil itu.
"Baiklah, nenek tidak akan mengganggumu tapi biarkan nenek tetap duduk di sini melihatmu ya..." Ucap Weleni.
Tapi apa yang terjadi, Andra masih tetap menatap tajam neneknya seolah dia sangat terganggu meskipun neneknya hanya berdiam diri di kursinya.
__ADS_1
"Istri, Jangan memaksa cucu kita." Ucap Silas yang baru saja datang.
"Ya sudah, nenek akan keluar sekarang." Ucap Weleni lalu dia pergi bersama Silas.
"Cucu kita sudah keluar dari kamar? Dia bahkan mau keluar tanpa Laila menemaninya. Berarti cucu kita sudah kembali membaik 'kan?" Tanya Silas dipenuhi kebahagiaan.
Weni menghela nafas, "Kita sudah salah, Ternyata apa yang kupikirkan semuanya tidak benar. Saat ini, Laila sedang sakit dan sedang tidur diatas kamar Andra. Cucu kita keluar dari kamar untuk membuat jus buat Laila." Ucap Weleni.
"Aku sudah menduganya. Tapi biarkan Andra menyelesaikan jusnya dan membawanya ke kamarnya. Kita bisa meminta maaf pada Laila setelah dia keluar dari kamar Andra." Ucap Silas.
Dengan begitu, mereka berdua hanya mengawasi Andra yang selesai membuat jus dan dan membawa jus itu ke atas lantai 2 dengan langkah yang sangat hati-hati.
Setelah memasuki kamar, Andra melihat Laila masih tidur, pria kecil itu menaruh jusnya di meja dalam kamar dan memeriksa Laila.
"Mama demam," ucapnya dengan panik.
Andra segera berlari keluar kamar dan turun ke lantai 1 menemukan nenek dan kakeknya yang sedang berbincang-bincang di sofa.
"Cucuku, ada apa?" Tanya Silas saat melihat air mata Andra membasahi pipi gembulnya dan wajah pria kecil itu terlihat sangat panik.
"Mama sakit..!!" Kata Andra dengan panik membuat Weleni dan Silas tertegun.
__ADS_1
Itu adalah pertama kalinya mereka mendengar suara cucuk kecil mereka berbicara pada mereka.
Melihat kakek dan neneknya hanya berdiri diam memandanginya, Andra kembali berlari ke lantai 2 mengambil ponsel yang ada di kamarnya.
Memegang ponsel itu dengan getaran, Andra menekan sebuah nomor yang diberi nama 'PENCURI..!'.
Sementara Samudra yang sangat sibuk karena terlalu banyak proyek yang ia kerjakan hari itu, pria itu sangat terkejut saat melihat panggilan yang masuk bertuliskan 'Anakku'.
Meraih ponsel itu dan mengangkatnya dengan wajah datarnya, Samudra hanya diam menunggu seseorang berbicara.
"Mama sakit..!!" Tiba-tiba teriak seorang pria kecil dengan nafas tersengal.
Mendengar dua kata yang diucapkan Andra dari seberang telepon, Samudra langsung meninggalkan semua pekerjaannya dan menyetir dengan cepat ke kediamannya.
Ia tahu, putranya sangat membencinya dan tidak mau berbicara dengannya, tapi pria kecil itu mengalahkan egonya karena sesuatu yang buruk terjadi pada mamanya.
Jadi, mana mungkin ia tidak melakukan hal yang lebih besar dari pengorbanan yang dilakukan Andra untuk mamanya.
@Interaksi
__ADS_1
Jamuannya minta dimasakin ajah sama Reder Yuen, ada tumis paku, balado paku dan sup paku,, silahkan di pilih.......👍