
"Sayang, maaf!" Ucap Samudra langsung membantu Laila membersihkan.
"Tidak,, tidak apa, aku akan pergi ke toilet membersihkannya." Ucap Laila tetap tenang.
"Ya sudah, kalau begitu, kami akan menunggu di sini." Ucap Samudra.
Saat Laila hendak pergi, Andra memegang tangan perempuan itu hendak ikut bersama Laila.
"Andra, kau tidak mungkin pergi ke toilet perempuan bukan?" Tanya Samudra.
"Benar sayang, Mama akan kembali secepat mungkin." Ucap Laila akhirnya membuat luluh Andra dan pria kecil itu membiarkan Laila meninggalkannya meski dia tetap berdiri menatap kepergian Laila.
"Ayo! Kita akan memberikan kejutan untuk Mama mu!" Kata Samudra menarik tangan Andra diikuti Kendra yang sama sekali tidak tahu apapun mengenai rencana kakaknya.
'Sial!! Dari mana Kakak belajar tentang hal-hal romantis untuk meluluhkan hati seorang perempuan?!
Mengapa aku merasa kalah darinya?' gumam Kendra mengikuti kedua pria itu lalu mereka tiba disebuah ruangan.
Mereka bertiga langsung disambut oleh seorang penata yang membantu ketiga pria itu memakai jas resmi.
Bahkan, pada jas milik Samudra terselip bunga kecil di dada kirinya.
__ADS_1
"Kak, apa maksudnya ini?" Tanya Kendra kebingungan.
"Diam!" Jawab Samudra dengan suara kesal meski pada suaranya masih mengandung kebahagiaan yang sangat kental.
Sementara di toilet perempuan di mana Laila sedang mengganti bajunya, Laila baru saja tersiram satu ember air yang dibawa oleh seorang cleaning service.
"Astaga,, maaf Nona,!" Ucap perempuan itu penuh rasa bersalah membuat Laila memenjamkan matanya dan berusaha menahan diri supaya tidak memaki perempuan di depannya.
Bagaimana tidak, ia tidak membawa baju ganti, dan bahkan jika dia membawanya, maka dia tidak akan berpasangan lagi dengan Samudra dan Andra.
"Nona, saya punya 1 baju di sini. Nona bisa menggunakannya dulu dan mengembalikannya nanti." Ucap perempuan paruh baya di depan Laila menyerahkan sebuah cover dress yang sudah disiapkan.
"Terima kasih, saya akan mengembalikannya nanti." Ucap Laila berusaha menahan diri lalu perempuan itu masuk ke dalam satu salah satu bilik untuk mengganti baju.
"Bergerak sekarang!" Kata perempuan itu sebelum kembali ke dalam toilet membersihkan genangan air di lantai.
Sementara di luar toilet itu, orang-orang sedang sibuk memasang dinding dinding yang terbuat dari tripleks ringan.
Toilet di mana Layla mengganti bajunya memang berada di luar ruangan dan di depannya terdapat tanah lapang yang luas.
Orang-orang suruhan Samudra sudah menyiapkan semua dinding-dinding putih dan dekorasi kilat yang akan menyambut Layla saat keluar dari toilet.
__ADS_1
Setelah memasang semuanya, Samudra Kendra dan Andra tiba di tempat itu. Samudra tersenyum puas melihat dekorasinya.
Segala sesuatu yang diperlukan untuk membuat kejutan bagi Laila telah disiapkan.
"Astaga,, ada apa ini?!" Ucap Kendra tak percaya, lapangan yang tadinya terlihat kosong kini berubah menjadi sebuah gedung dengan kursi-kursi mewah beserta karpet merah dan dekorasi panggung yang elegan.
Sementara, di depan panggung itu, di belakang semua kursi yang tersusun rapi, orang-orang milik Samudra sedang mendekorasi toilet untuk menutupi keberadaan toilet itu.
Dengan hati berdenyut, Samudra duduk di kursi tunggu yang berada di sayap kiri panggung.
"Apakah ini pernikahan?" Tanya Kendra pada Samudra.
"Hmm," jawab Samudra dengan wajah tersenyum lebar.
"Ck,, lalu dimana tamu undangannya?" Tanya Samudra melihat kearah kursi-kursi yang masih kosong.
Baru saja pria itu selesai berbicara saat para pengunjung yang awalnya memenuhi wisata keluarga itu kini memenuhi setiap kursi yang telah disusun.
"Sial!! Kau merencanakannya begitu matang! Kakakku memang luar biasa!" Ucap Kendra sangat kagum pada Samudra.
@Interaksi
__ADS_1
Simpati? Maaf, otor udah punya kartu As,, 🙏🙏