
"Ah,, ohhh,, huhhh kakiku yang malang!" Kendra berbaring sambil menggerak-gerakkan kakinya ketika mereka selesai berdoa di kuil dan kini sudah beristirahat di penginapan.
"Dasar anak berandal ini! Dia baru berdoa sebentar dan sudah mengeluh seperti ini!" Gerutu Weleni memandangi putranya yang terlihat sangat menderita.
"Biarkan saja dulu! Ini pertama kalinya untuknya, paling tidak ini menjadi awal yang baik untuknya." Ucap Silas membenturkan telur rebus ke bawah meja dan mengupas kulitnya.
"Ayah! Ibu! Jangan pernah mengatakan kalau kalian berniat meninggalkan ku di kuil terpencil ini!
Bahkan sebelum tinggal di sini aku sudah mati duluan mendengar rencana kalian!" Ucap Kendra kini duduk melihat ayah dan ibunya yang sedang menikmati makanan sederhana di atas meja.
Pria itu mengerjapkan matanya beberapa kali.
Iaangat tidak mengerti dengan ayah dan ibunya, di rumah mereka tersedia berbagai makanan yang lebih enak dari yang ada di sini.
Tapi mereka rela datang jauh-jauh di sini, capek capek di sini, menderita di sini dan mendapatkan makanan tidak layak seperti itu!
'Apa hebatnya menjadi baik? Bahkan aku melihat mereka sangat menderita!' gumam Kendra menggelengkan kepalanya.
"Kemarilah, makan ini lalu kita pergi membantu biksu menimba air disumur." Ucap Weleni pada putranya yang kini tercengang melihat mereka.
"Apa? Menimba air di sumur? Oh tidak!! Jangan katakan omong kosong seperti itu Bu!
Aku lebih baik kembali ke ibu kota dan menikmati hidupku di sana daripada di sini dan harus pergi menimba air di sumur!" Ucap Kendra.
__ADS_1
"Baiklah, Kalau begitu, Kau bisa pulang sekarang!" Ucap Weleni menantang putranya untuk pergi sendirian menuruni 3000 anak tangga.
Apa lagi, langit hampir gelap!
"Tidak! Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu!
Aku akan menghubungi Ell untuk mengirim helikopter kemari!" Ucap Kendra dengan enteng meraih ponselnya dan terkejut melihat tidak adanya jaringan seluler!
Bahkan 1 bar pun tidak ada!!!
'****!! Ini benar-benar rencana yang gagal! Aku datang kemari untuk mendapatkan perhatian ayah dan ibu supaya mereka bisa mengabulkan permintaanku.
Tapi jika situasinya seperti ini,,' Kendra merasa kosong!
Melihat putranya, Weleni menggelengkan kepalanya.
Aku pikir penyakit kejiwaannya jauh lebih parah!" Ucap Weleni kini merasa prihatin pada anak bungsunya.
"Tidak perlu kuatir, paling tidak pria itu masih bisa berhubungan dengan wanita, sementara anak pertama kita?
Bahkan sampai sekarang, dia sudah lama bersama Laila dan belum berhasil menghamili perempuan itu!
Tidak mungkin kita hanya mendapat satu cucu saja dari putra tertua kita!" Ucap Silas membuat telinga Kendra berkedut lalu pria itu melompat dari tempat tidur dan ikut duduk bersama Weleni dan Silas.
__ADS_1
"Ayah Ibu!! Aku sudah berhasil! Sebentar lagi, kalian berdua akan memiliki seorang cucu baru!" Kata Kendra penuh semangat.
Ini adalah kesempatan yang tepat untuk memanfaatkan semua informasi di tangannya supaya bisa membujuk kedua orang tuanya untuk memenuhi keinginannya.
"Apa maksudmu?" Tanya aku Weleni dan Silas secara berbarengan.
Apapun berita yang menyangkut seorang cucu dan anak pertama mereka, maka kedua orang tua itu benar-benar sangat perduli!
Tersenyum membuka kunci ponselnya dan beralih ke galeri menekan sebuah foto, Kendra dan memperlihatkan foto Samudra, Andra dan Laila sedang memakai baju couple.
"Sini," Weleni hendak mengambil ponsel anaknya untuk melihat foto itu dengan jelas, tapi Kendra langsung menarik tangannya dan mematikan layar ponselnya.
"Tunggu! Ada satu syarat!" Ucap Kendra tersenyum penuh arti.
"Cepat katakan syaratnya!" Ucap Silas yang sudah tidak sabar melihat gambar yang ingin ditunjukkan oleh Kendra.
@Interaksi
Keterlaluan!
Dikasih hati minta jantung,, sekalian nanti otor ceritain gimana tragisnya akhir hidupmu!
__ADS_1
😂🤭✌️✌️
Canda ya,, tapi kalo tersinggung,, sono ke penjara!!!